Sosok Yang Kami Rindukan

Sosok Yang Kami Rindukan
hukuman


__ADS_3

"mana teman mu itu, kok ngak ada sarapan" ucap zylando mengancingkan lengan kemejanya


"zenita, emm ngak tau juga" ucap atalan


"kalo dia pulang ribet gini, suruh dia nginep sini aja" ucap zylando


"ia nanti aku bilang" ucap atalan


"ya udah sarapan roti aja dulu" ucap zylando menyiapkan roti untuk ia dan adiknya


jam menunjuk kan waktu perkuliahan telah usai untuk hari ini


"gue duluan ya mau masak, tapi pagi gue kelupaan" ucap zenita berlari kearah gerbang


brukk


"aduh, maaf saya terburu buru saya blom masak saya bisa diamuk bos saya" ucap zenita tanpa menoleh kearah orang yang ditabrak, ia sedang merapihkan tasnya


"bagus ya baru kerja udah lalai gini" ucap l


orang yang ditambak


sontak zenita melihat kearah orang itu


"pak ZYLANDO " ucap zenita terkejut


"maaf pak saya ngak sempat kerumah bapak pagi tadi" ucap zenita


"masuk" perintah zylando pada zenita untuk masuk mobilnya


tanpa banyak tanya zenita langsung masuk dan duduk dikursi belakang.


"dudul didepan sama supir, saya dan atalan bakalan dibelakang " ucap zylando


"baik " ucap zenita

__ADS_1


"eh kak udah lama? " ucap atalan


"buruan masuk" ucap zylando yang sudah duduk dikursi belakang


"zenita" ucap atalan


" hehe atalan" ucap zenita


"ayo pak pulang" ucap zylando


mobil pun melaju sampai ditujuan


pak iwen langsung memarkirkan mobil digarasi dan berlari membuka pintu rumah bosnya


zenita langsung menuju dapur. ia mulai berkutat membuat makanan. 25 menit kemudian tersajilah ayam goreng, sambal rica rica dan sayur bayam.


"makanan sudah siap" ucap zenita pada atalan yang sedang menonton.


"wah ngak sabar nyium aromanya dari tadi " ucap atalan


"diatas, panggilkan gih" ucap atalan


"baik"


sampai dilantai dua dia melihat pintu bertuliskan ZYLANDO E terbuka


* ah ini mungkin kamarnya* batin zenita


tok.. tok..


"permisi pak makanan sudah siap" ucap zenita


krik... krik


*eh kok sepi ya* batin zenita

__ADS_1


"pak, bapak didalam? " ucap zenita


kret.. pintu kamar mandi zylando terbuka. keluarlah siempu yang hanya melilitkan handuk dipinggangnya.


* glekk, ah mana bisa move on. kok tubuhnya atletis banget ya padahal katanya dia orang sibuk. wah cool ditambah air mengalir dari atas hidung nan mancung turun kedada bidang. aduh bawa adek bang* batin zenita ternganga


"ngapain kamu? " ucap zylando


"eh saya mau kasih tau bapak makanan udah siap" ucap zenita. karena merasa kepergok cuci mata zenita pergi dengan menahan rasa amat malu yang ingin meledak


"hmm hahha kenapa wajahnya merah gitu, hahamma" ucap zylando


saat kedua bos nya sedang makan, zenita mulai membersihkan rumah besar itu.


"ini mah ngak perlu dibersihkan. kinclong semua" ucap zenita yang kagum melihat isi rumah yang tak ada debu sedikit pun. ia pun hanya menyapu foto foto dengan kemoceng


"zenita" ucap zylando


"eh iya pak" ucap nya setengah berlari kearah zylando yang sedang duduk diruang keluarga bersama atalan yang sedang menonton


"kamu sebaiknya menginap disini saja, jadi kamu bisa ngerjain tugas kamu dengan benar" ucap zylando


"tapi..." ucap zenita. zylando hanya menautkan alisnya pertanda heran


"tidak baik pak, saya yang seorang gadis tinggal dirumah 2 laki laki lajang " ucap zenita " memangnya apa yang ingin saya dan adik saya lakukan pada kamu" ucap zylando


zenita bingung harus jawab apa dengan perkataan zylando seolah dia terlalu PD bahwa kedua laki laki itu akan melecehkannya. ia melirik kearah atalan meminta bantuan tetapi atalan hanya mengangkat bahunya.


"tidak enak dilihat tetangga pak" ucap zenita


"disini tetangga tidak peduli dengan apa yang dilakukan orang lain" ucap zylando


"tapi... " ucap zenita terpotong oleh perkataan zylando.


"ini juga sebagai hukuman karena kamu berani lalai pagi ini" ucap zylando

__ADS_1


cleb.. kata kata itu bagaikan pedang yang menusuk didada zenita


__ADS_2