Sosok Yang Kami Rindukan

Sosok Yang Kami Rindukan
menginap


__ADS_3

hehehe koleksi yang tak akan ada digoogle* batin zenita. Zenita sering mencari riwayat dan kesukaan zylando dan sering menscreenshot foto foto zylando yang ada digoogle.


10 menit kemudian mobil berhenti disebuah vila yang sederhana namun memiliki taman bunga yang luas. Saat tiba didepan gerbang mereka disambut dua orang p


paruh baya yang berumur 47 tahunan.


"selamat datang tuan" ucap laki laki paruh baya membuka gerbang.


"saya telah menyiap kan mia, oliv dan lia tuan" ucap wanita paruh baya disamping laki laki laki paruh baya itu.


"terima kasih bu iyem pak toni" ucap zylando. Bu iyem dan pak toni adalah penjaga vila itu, vila itu adalah milik ibu zylando saat sedang bosan dengan keramaian kota


"eh ini siapa gelis cantik ayu banget tuan muda, pacarnya ya atau istri" ucap bu iyem


"ah bukan bu, saya zenita ART yang bekerja dirumah pak zylando " ucap zenita


Kedua orang tua itu kaget mendengarkan ucapan zenita, pasalnya waktu ibu zylando meninggal mereka sempat menwarkan diri untuk merawat atalan dan zylando namun ditolak mereka berdua karena ingin mandiri.


Trett... Trett. Ponsel zylando berdering


. "permisi, saya angkat telpon dulu " ucap zylando


"Mari sini nak zeni masuk" ucap pak toni


"kamu sudah berapa lama bekerja disana?" tanya bu iyem saat berjalan masuk villa

__ADS_1


"emm mau jalan 3 bulan bu" ucap zenita


"wah senang nya kalau nak atalan dan zylando ada yang rawat, dulu kami ingin merawatnya tapi mereka ingin mandiri katanya. Padahal ibu sudah anggap mereka anak ibu" ucap bu iyem. Mereka duduk diruang tamu villa itu


"ah mereka memang sangat mandiri bu. saat saya baru bekerja, rumah mereka rafi dan bersih bu." ucap zenita


"ya tapi mereka pasti makan diluar terus" ucap bu iyem khawatir


"untung ada nak zeni ini" ucap bu iyem


"ibu sudah bekerja berapa lama disini" ucap zenita


"kami sudah bekerja waktu villa ini sudah jadi, kira kira saat zylando dalam kandungan. 3 bulanan ya ngak pak" ucap bu iyem


"iya kira kira gitu lh" ucap pak toni


"eh iya mungkin nak ibu ngak pernah sekolah jadi ngak bisa hitung menghitung hehe" ucap bu iyem


"nak zeni kenapa diusia muda sudah bekerja " tanya pak toni


" saya bekerja untuk membiayai perkuliahan saya pak" ucap zenita


" wah masih menjalankan pendidikan toh, bagus itu nak" ucap pak toni


"anak ibu juga masih kuliah smester terakhir bentar lagi wisuda " ucap bu iyem

__ADS_1


"wah sarjana dong bu" ucap zenita


"hehe iya namanya anila oktavia kuliah disini ngambil jurusan bisnis " ucap bu iyem


Zenita hanya tersenyum mendengar bu iyem sangat membanggakan anaknya itu.


"wah pak zylando lama ya bu sudah sore ini " ucap zenita melihat kearah pintu. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4


"ngak apa, nginap aja disini. Kami ada dirumah belakang " ucap bu iyem


"bu iyem ada mukena, saya mau sholat ashar" ucap zenita


"ada dikamar nyonya pake aja pasti dibolehin sama nak zylando " ucap bu iyem


"kamarnya pintu putih, kamar zylando dan atalan pintu merah. Nah kalau jadi nginep nak zenita bisa tidur dikamar pintu hijau" ucap Bu iyem


"kami kebelakang dulu siapin kebutuhan makan kalian nanti" ucap pak toni


"kalau ada apa apa panggil kami ya" ucap bu iyem


Saat mereka pergi zenita masuk kekamar ibu zylando berniat sholat saja.


"wah senangnya kalau nak atalan dan zylando sudah ada yang jaga pak, jadi janji kita dulu sedikit terbayarkan" ucap bu iyem


"iya, kelihatannya nak zenita baik ya bu" ucap pak toni

__ADS_1


"iya" jawab bu iyem


__ADS_2