
Tidak menyukai apapun yang berkaitan dengan masa kuno. Meski ada kendaraan, cara berjalan kaki lebih mudah ditempuh. Oleh karena itu sering kali lebih aktif dimalam hari.
Begitu membosankan jika melewati hari tanpa berburu. Itukan cuman dilakukan kadang-kadang sambil menyantap daging segar dengan lahapnya.
Melewati pasar untuk menuju ke hutan belantara. Mereka para wanita cantik hanya untuk dilihat tidak dengan harga murah membelinya. "Apa mereka dijual?" Sinyo dengan konyolnya. Bagaimana bisa detik ini dia tidak mengetahui hal seperti itu. Meski tak bermaksud menghina "Mungkin saja sudah dihapuskan" Sinyo mengulangi perkataan.
Berhubung bukan penduduk asli bersikaplah sewajarnya jangan pancing emosi orang-orang disekitar.
Suka sekali melihat hiburan-hiburan disekelilingnya. Butuh merogoh kepingan emas yang banyak untuk menikmatinya. Satu lagi akan tidak menyenangkan menyimpan wanita didekat.
Lebih memilih berburu menjaga stamina dan mengisi perut yang keroncongan. "Yang lain kita pikir nanti" masih ada Krugeri yang mengajak kejar-kejaran dan bebas pukul membodohi satu sama lainnya. Tentu saja membahayakan, jikalau ada yang mendekat keduanya akan bilang "GAK" dengan saling menatap dan berlari ketakutan.
"Sial" sayangnya Krugeri tersandung jatuh. Hanya Sinyo yang peduli dan membantunya sedangkan orang lain akan menatap curiga dan tak memuliakan. "Dan aku baik-baik saja" Krugeri yang santai.
__ADS_1
Menyipitkan mata melihat jauhnya jarak yang akan ditempuh atau beristirahat sejenak untuk menghilangkan hausnya dahaga. Ternyata ada penjual yang mengenal wajah Krugeri. "Ada apa lagi?" Sinyo yang cemas.
Dengan balutan kain tebal dan kuat berwarna kecoklatan mengulurkan tangan. Wajah-wajah orang asli dari daerah setempat.
Sama sekali tidak memperlihatkan kehormatan bergaya seperti orang biasa. Krugeri tidak akan membiarkan kesempatan yang menantang tapi seperti ini lebih aman.
Apa cuman prasangka yang tergesa padahal dia melempari beberapa barang kepada Krugeri dan Sinyo. Yaitu tali tambang, karung, dan senjata dia adalah Sonda. Cukup lengkap untuk dibawa kemana-kemana.
Lantas berjalan bersama untuk tujuan yang menguntungkan bagi diri. Kalau ditunjukan jalan pintasnya juga akan lebih cepat melalui gua yang tak disangka sudah sering dilewati. Krugeri sendiri melihatnya seperti wilayah perbatasan.
Bukan yang pertama kalinya tapi semakin berani menghadapi alam yang berontak. Padahal keduanya tak mengenal sama sekali apa itu seni? yang diketahui hanyalah berkelahi.
Tak pernah merasa sudah dikejar Sonda dari kemarin, tapi selanjutnya Sandi tak perlu susah-susah memanfaatkan keduanya yang tak punya otak.
__ADS_1
Semakin kaki melangkah sambil tendang-menendang gak jelas, tak jarang teriak kesakitan terkena batu. Seperti apa yang barusan tadi terjadi.
Batu adalah benda keras mana mungkin disandingkan dengan kulit manusia yang lembek dan agak lentur. Kalo sampai kaki kuda Sonda yang ditendang pasti juga jatoh ke tanah. "Dasar gak tau diri" ungkap Sonda saat bangun dengan sendirinya dan merebahkan kuda jinak di antara semak belukar. "Kau tidak papa bukan?" Krugeri menemani duduk.
Sedangkan Sinyo mulai tidak nyaman "Hadeeh ayolah apa yang ingin kau berikan pada kita" memenangkan diri sendiri dengan ketololan.
Merampas senjata untuk diarahkan ke rusa yang kebetulan muncul dan sekali tembak tapi tepat sasaran.
"Itu rusa yang bagus" kata Sonda memuji.
Sayangnya ada ancaman lain, saat Krugeri berteriak menyeru pada Sinyo, lewatlah gerombolan rombongan berkuda nampak terdiam dari belakang punggung Sinyo yang mendekati buruan.
"Diam! saat Sinyo maju dia sudah tak terlihat mereka mengira sasaran sudah lari" Sonda mengamati.
__ADS_1
"Enak gak sih daging rusa" Krugeri penasaran.
TRIMAKASIH GENGS UDAH SEDIA MEMBACA DI MANGA OFFICE AUTHOR MISSFAI TAPI JANGAN CUKUP BERHENTI DISINI SAJA. LANJUT YOK...