Story Of Kanata

Story Of Kanata
18. Gelisah


__ADS_3

"Percayalah perjalanan ini tidak akan jauh" dibalik ungkapan Leo itu orang-orang tahu semuanya berasa terlupakan. Sekalipun tidak ada wanita disisinya Leo hanya ingin pemburuan yang menyenangkan dan memuaskan supaya bisa kembali lagi.


"Apa kita sudah memutarinya" Leo memberi isyarat ari telunjung bergerak melingkar. Prajurit tidak hanya merasa dekat paling tidak banyak hal yang bisa didengar dari peringatan Leo. Suka berlari - lari...( Mengenang masa kecil)


Waktu berkumpul layaknya teman biasa dengan sebutan Kanata dengan laki-laki yang sebaya. Yang untuk memakai baju saja kerepotan apa lagi kalo ada kancing lepas gegara nyangkut pada ranting-ranting.


Tau jarak langkah kaki saat berlari memang kecil-kecil tapi harus bisa dipercepat tanpa terjatuh. Itupun sudah lama sekali untuk mendapatkan izin ayah menyusuri hutan nan teduh. Menjaga kefokusan dari jalur yang ditempuh .


Batasannya adah teman itu sendiri yang mencegah Kanata untuk membuat kekacauan dan membuatnya bermalas malasan menikmati saja dengan mudah. Atau jika dimarahi aktivitas berburu hal yang lama ditinggalkan alias disisihkan untuk mempelajari hal lain dikayangan.

__ADS_1


Banyak cara untuk berbagi dan gelak tawa yang ada Leo hanya diam untuk memproses diri tumbuh dengan bentuk postur idealnya. Hanya fisik kaki dan lengan yang kuat bikin prajurit lainya merasa semangan untuk latihan otot.


Lagipula mengisi perut sering bisa bikin buncit dan itu tidak terjadi hanya untuk meluncurkan panah pada sasaran hampir berasa tak tega. Mereka mengajak Leo tertawa tak berhenti henti. Padahal jika melawi hutan ini bisa menjumpai taman yang penuh bunga lili.


Selain itu banyak lebah yang menghirup nektar manis. "Apa berbahaya?" seperti sedang tersesat sehingga menghindarinya. Batang pohon menjulang dengan hias warna coklatnya, apalagi setelah sekian tahun lamanya dari rerimbunan hingga membentuk ladang atau jalan setapak.


"Biasanya banyak jebakan " itupula yang dikemas untuk Kayangan Panthera. Tidak ada yang terlalu sulit kecuali untuk menemui populasi makhluk berkaki empat yang mungkin untuk dimakan atau dimanfaatkan bagian lainnya.


"Bangsat" Leo kaget namun jika ada yang mengabari hal lain itu aka memperingan kebutuhannya "Apa King menginginkan buaya itu terperangkap" dari hal itupun lantas Leo tak merahasiakannya.

__ADS_1


Yang bisa dilakukan dari sahabat yang tersisa dibawah, Leo sama sekali tak menolaknya dan menggambarkannya dengan sebuah perjalanan. Kecuali demi menonton cara menaklukannya dengan keperkasaan.


Leo nampak lebih agung dari sebelumnya karena semua prajurit menyayanginya . Selalu menyelamatkan itulah yang diharapkan dari Leo. Senyumnya saat tenang masih disguhkan dihadapan prajurit yang susah payah mengamati keadaan.


"Aku bohong seharusnya kita tidak disini sekarang" dengan kesadaran beranjak pergi sambil mendorong salah seorang prajurit mencemaskan Kayangan. Sebagian lainnya berhenti dan memberskan tangkapan buayanya hidup-hidup. Untuk mencari itu Leo mempercepat lajunya hingga prajurit terlambat.


Tergiur untuk mendapatkan keuntungan yang banyak hanya dengan transaksi yang ditawarkan dan dijanjikan sebagian prajurit segera menyusul secepatnya. Banyak diantara mereka setia menjadi kawan dalam perjuangan.


Tanpa membawa hasil buruan yang banyak butuh diolah kembali. Keputusan itu membuat penampilan Leo sangat mempesona iya mempesona saja agaknya memang ceroboh jika terlalu memakai otot. Ada yang menyaingi dari arah kiri lalu kuda berbelok ke kanan.

__ADS_1


__ADS_2