
Kelamaan para prajurit yang memperhatikan nya dari jauh saja mulai terpancing untuk berfikir soal tempat incubasi yang baru dibuat itu. Menimbulkan banyak pertanyaan yang menular, dalam peluang waktu yang tak membahayakan "Apa King Leo mau membunuh orang hidup-hidup?" Seorang bangsawan yang memilik tugas penting dikayangan.
"King Leo siapa itu...benarkah dia Kanatha kecil waktu itu" Ujar Komandan yang sempat diajak mengobrol. " Apa aku baru saja melontarkan Ide?" pejabat itu lewat dengan memicingkan matanya gelisah. "Kini siapa yang bertindak mempertahankannya...aku rasa kau tidak memberi keputusan" Komandan geram merasa dilecehkan.
"Tentu saja King Leo bukan kamu...heh" Pejabat mengibaskan pakaian kebesarannya untuk mencari penjelasan sebenarnya dari atasan. Sedangkan komandan bisa menyelidiki dari kabar-kabar para prajurit yang sering berlatih disekitarnya.
Sedangkan di dalam kayangan King Leo sedang mempersiapkan pertemuan mengenai pengaliran financial yang baru saja masuk dalam nominal yang fantastis. "Aku ingin mempelajari itu bukan sebagai hal yang rekayasa tapi murni kekuatan mereka akan menjadikanku Leo yang sakti Haha" selalu menyorotkan mata pada object sasaran.
"Lalu apalagi?" Leo gugup. Berjalan terus bersiap menghadiri pertemuan besar yang membahayakan. "Setelah itu anda baru dibolehkan berburu" Pengawal menjelaskan. Bahkan agak berlari merasakan masalah yang tidak bisa diterima oleh orang-orang dalam Kayangan.
__ADS_1
Tepat didepan pintu berputar "emmm...Apa penasehat juga hadir" lalu dayang itu akan menjawab tidak. Bertepatan saat komandan baru saja menyusul dan mendengar itu semua "Hah Kanata sahabatku itu belum berubah" masih menancapkan pendapat melalui kenangan masa lalu.
"Tetap perketat penjagaan!" Komandan merasa ada yang aneh jika ancaman yang disebarkan keseluruh kayangan dibentuk setolol itu. Padahal prajurit sudah tunduk dan tidak ada yang melawan sama Leo.
"Cekreekkk"
Memukau dan menakjubkan para pejabat berbaris dan duduk di kursi kekuasaannya masing-masing. Tidak akan ada yang akan menghalangi jalan sudah terbuka luas untuk kedatangan King Leo.
Seorang pejabat lain menceritakan keadaan berbagai pasar diseluruh penjuru dan itu sekitar tiga jam berlangsung. "Itu mengerikan...meski nilai tukar uang melonjak" mengangguk-angguk. Sama merundingkan apa seorang raja pantas diberi kesempatan memperhatikan itu secara langsung. Bukankah itu merepotkan seharusnya King Leo cukup bersenang-senang.
__ADS_1
"Kita memiliki banyak peluang untuk itu" maksud Leo terkesan gegabah. "Tidak tuan...memang benar anda bisa menikmati banyak hal tapi sebagian akses telah ditutup kayangan untuk mengurangi pemborosan. "Kalau begitu tanam apa saja dari gudang bibit yang bisa berbuah atau menghasilkan berbagai kebutuhan" kali ini begitu banyak pengelakan tersamarkan membuat Leo kuwalahan menanggulanginya dalam pergerakan yang cepat.
"Rekayasa saksi apa yang sedang Anda lakukan dengan peraturan kemanusian di dalam kayangan" itu semacam peringatan keras dari pejabat tua yang tadi mengobrol dengan komandan. Seolah mengingatkan darah nanah yang tak boleh ditumpahkan untuk mengotori kayangan.
Tapi seketika itu Leo mengepalkan tangan meremas gelas hingga pecah mengucurkan darah segar dihadapan mereka "Disini aku adalah raja dan sudah kukirimkan makanan untuknya". Hanya untuk menyulutkan pedang dan menarik perhatian mereka semua mengatasi semuanya sesuai apa yang diperintahkan.
Dengan begitu telah mengatasi berita miring yang hampir mencekik para prajurit yang mana hal yang tertukar bisa saja memperlemah pasukan. Ribuan balok emas diterima dengan cuma-cuma dan ingin segera menutup pertemuan.
Dan tarif ataupun ikrar sudah dirundingkan agar semua ditanggung oleh King Leo. Semua dandanan dan nama Leo harus benar-benar diunggulkan . Kapanpun kematian mangsa adalah penelitan dan uji coba yang sudah disepakati. Saraf dan jantungnya adalah cara Leo bertahta di Kayanga Panthera.
__ADS_1
Niat baik bisa berubah jadi jahat . "Kapan itu terjadi? ketika seorang butuh pembelaan diri" tak sengaja Komandan mncimpulkan pemikiran ciut Kanata yang berubah jadi King Leo itu. Lagi dan lagi sayangnya jika tak dicegah tempat tercanggih pusat teknologi cahaya ini bisa berubah berhantu hanya akibat tumbal yang tak ada habisnya.
^^^...^^^...Pejabat astrofisik dan botani mulai berfikir "Tanaman apa yang dimaksud ada ditempat seperti ini?" mengoreksi saran yang berjalan agak membingungkan. ...^^^...^^^