Story Of Kanata

Story Of Kanata
4. Ketakutan


__ADS_3

"Kawankah?" mencoba berbicara dengan menunjuk pada Krugeri juga Sinyo.


Semakin lama suasana mereda, Sonda masih tak bercerita banyak dan tidak akan black black kan. Untuk cuaca buruk ini akan ada bahan-bahan yang dikurangi dari pembuatan makanan di tempat Sonda. Suhunya tidak stabil awan juga tak menentu lajunya...


Sembari masih tutup dan Syallu yang masih sibuk mempercepat tenunannya untuk menyiapkan pakaian hangat. Alangkah lebih baik jika masing-masing membuat sendiri sesuai kesukaan dan kenyamanan yang diinginkan. "Beneran dingin" Sinyo menatap mendung.


"Aku kesulitan membuatnya" konsentrasi Krugeri terganggu oleh kenangan mengingat sesuatu. Mempunyai pakaian pengganti juga lebih baik selagi belum cukup dana untuk membelinya. Ingin menulis sebuah surat kebetulan bisa membaca dan menulis.


Syallu selalu dibanggakan oleh Sonda karena pandai jaga diri meskipun belum pernah melakukan itu. Dia akan lebih memilih belajar memasak, asalkan bisa berkomunikasi untuk mengutarakan maksudnya, cukup dipercaya.

__ADS_1


Sama dengan Sinyo berkumpul seperti ini mengingatkan keluarga sendiri. "Tapi orang tuaku tidak pernah mencari" sepertinya Sinyo memutar balikkan fakta. "Apa kamu ingin menjadi orang kaya Krugeri?" Sonda berlagak seperti seorang Ayah.


"Jangan!" Syallu spontan menyerang menjelaskan bahwa hal itu membahayakan. Jelas dia tak pernah setuju dengan Sonda, mencurigakan. "Banggakan saja terus Syallu" Krugeri yang merepotkan.


Lantas menyuruh Syallu bersembunyi supaya tidak bahaya, disisi lain Sinyo yang buat kegaduhan dengan membenturkan besi antar besi.


TINGTING... TINGTING...


Sekali lagi Krugeri ingin menangis teringat tangisannya ditengah hutan yang tak kunjung berhenti. Seperti hujan yang membasahi satu tempat ke tempat lainnya, "Tapi...Iya" Krugeri menyadari Sonda adalah alasan Syallu lahir.

__ADS_1


Lagi lagi Sinyo berisik TINGTING...TINGTING... sedangkan yang lain lanjut membenahi alas kaki. "Ga...sebaiknya kita kembali lagi ke hutan" Sonda ingin memanfaatkan banyak kesempat selagi ada dua bocah tengil ini dan biarlah Syallu tidur di kamarnya sendiri tak usah diajak.


Entah kenapa si bocah yang biasanya berkeliaran bebas jadi nempel terus dengan Sonda sok ada maunya. Tapi sebelum itu Sonda berpura-pura mengusir keduanya supaya makin tahu keadaan diluar sementara ini. Dengan marah menghawatirkan atau menuduh Syallu mau diculik. Dibuat bingung dan merasa disia-siakan, toh masi tutup mangkanya Sonda kepedean.


Disaat agak cerah Krugeri melakukan hal yang biasa dilakukan selama ini untuk tetap menikmati hidup, yaitu dengan menjadi kuli angkut dipasar. Lama-lama dan sampai sekarang Krugeri aktif menyimak pemberitaan orang pasar. Meski hubungannya dengan Sinyo sedang saling diam.


Berhubung gak ada yang dikenal selain Sinyo, Krugeripun mengalah dan tak menyuruh atau semena-mena terhadap Sinyo. Yang pasti Sinyo hampir memukul Krugeri dengan kayu saat hendak mendekat "Woi..." namun tidak kena justru Krugeri berhasil menendang perut Sinyo sengaja dan tak berkata sedikitpun.


Sinyo batuk "Begitu?"

__ADS_1


"Ayolah...kau tidak tahu" Krugeri ingin berdamai dan menyudahi emosi yang tak menguntungkan. Mencari cela pemikiran Sinyo, dari yang sudah disalah gunakan Krugeri. Merasakannya membantu menunjukkan effect berarti dan memberi ide setelah istirahat selama tiga jam.


Terlantar di bangunan kosong tak terpakai sekalinya tidur lalu Krugeri mengecek pandangan Sinyo dari mengangkat alisnya. "Ah...Begitu doank" dan bersandar pada tubuhnya percaya tapi yang gak akan kemana-mana adalah Krugeri ingin tetap mengenal Sinyo.


__ADS_2