
"Jadi apa itu?" sangat berhati hati dan sama sama tidak akan melewatkan orang yang salah sedikitpun. Menutup jendela pintu terlebih dahulu agar cahaya tak menyorot silau masuk kedalam.
Cukup mengoyak feelings sampai Sonda kembali ke lantai dasar untuk menyerahkan tugas pada seseorang yang bisa menemui Kane. Tidak ada rekomendasi yang masuk akal ditempat yang seperti ini.
Dari harga yang paling murah dibanding yang lain makanan seperti yang tersaji tidak akan ditemukan dimanapun. "Aku tidak percaya harus melakukan semuanya untuk menyelamatkan diri" Kane bergumam dan terdengar oleh Sonda "Hah aku pergi dulu".
Mencari hal aneh yang dirasa lebih murah lagi, ada ruang yang terkesan meriah atau sedang mempersiapkan pesta perayaan. Kalau tidak itu artinya ada bukti yang harus segera dibereskan sebelum penyerangan porak poranda.
__ADS_1
Sonda tak berhasil menemukan apapun melainkan hanya sekelompok prajurit atau dayang yang sedang berlatih. Terlalu remeh untuk mengira mereka yang sama sekali tak berkomunikasi melainkan isyarah isyarah singkat.
Kembali kebilik ruang persembunyian Kane yang tergesa mendorong tubuh Sonda tersungkur. "Lepaskan!" Sonda terpental dan lengah dengan kuncian Kane. "Bukti bahwa kau salah perkiraan" Kane tegang dengan ungkapan yang menekan.
"Yeah...kita mengganti satu nyawa dengan dua kali lipat" penjelasan yang mencengangkan. Dengan harga terbaik Sonda mengancam balik atas pemesanan dan hiburan yang telah dinikmati cuma cuma.
"Ya... sambil menonton dengan keseruan-keseruan yang tak ada puasnya" padahal Kane hanya ingin bertukar tempat. "Pergilah...saat kau mau" dan Sonda melihat itu Kane yang membuka jalan tanpa ingin kembali biar bertemu ditempat yang lebih spesial untuk menerima apa sebenarnya telah terjadi.
__ADS_1
Meratapi kebencian atau kesukaan Sonda lebih tak sungguhan untuk menyelamatkan Krugeri. Bagian terpenting dari semua pendukung penyemangat atau pelaku adalah menjadi diri sendiri. "Tak ada maksud membohongi diri...itu melelahkan" Sonda mencurigai mereka yang tengah berpencar.
Sedangkan Kane yang merasa gatal masih terpukau dengan gambar tuan muda Kanata yang terpampang dibanyak jalur. Ruang yang lebih dalam menemui seseorang yang tertangkap sebagai anggota penyusup. "Lahhh kau ketinggalan" kemanapun itu Kane sedang dalam keperluan yang sama soal persenjataan.
Alat berbahan besi yang kuat... "Tapi aku jadi penat " mengeluhkan suatu perihal pada Kane mengajak mengintipi para dayang menari nari dengan tanpa was was . "Aku faham kita harus melangkah lebih cepat" .
Apalagi mereka tengah mengikuti semua tahap permainan dalam satu ketentuan. Mencoba memanggil mereka dengan kostum ala penghuni asal. Memanggil dengan sebutan yang disandarkan pada para gadis "Meira!" lalu mengulanginya "Aku sudah tidak kuat" Kane dan kawan yang ditemuinya terpancing gairahnya.
__ADS_1
Sebenarnya para dayang tidak ada yang berhasil dirayu alasanya tidak ada yang meraa mempunyai nama tersebut. "Aku jadi males pacaran kalo begini caranya" Kane lagi lagi mengelak. "Tidak akan hilang kau hanya takut disia siakan" memancing Kane tersenyum galak.
"Apa perlu kita membuat mereka iri mlihat kita" dengan lagak konyol itu Kane menjawab "Yeah aku mudah iri dengan orang lain terlebih Kanata penguasa Panthera yang sedang diobrak abrik". Lantas disela keramaian orang terbut berseru "Uwuu...uwuu..." untu k menerim ketipan bening para dayang.