
Menelungkupkan mangkok menghindari sengatan lebah, sensifitifas Sonda memang sudah lama terlatih dan itu adalah watak orang-orang an Panthera. "Gimana akhirnya?" Sonda masih mengulang-ulang hal itu dan meraih catatan yang terbawa oleh Sinyo.
"Harus kesana!" Sedangkan Sinyo tidak tahu harus berbuat apalagi tanpa adanya Krugeri. "Canggih tidak kan? Kog kamu berani menolong Krugeri" Padahal Sonda semakin sebal dibuatnya.
Tapi halaman awal mulai dibaca Sonda mengenai sejarah wilayah Kayangan Panthera. "Kamu seperti mau berwisata saja Sonda" Sinyo curiga hal ini direncanakan. Sehingga Sonda merasa wajib memukulkan buku itu diatas kepala Sinyo "Jadinya?" dan Sinyo merengek mohon ampun atas sikap keterlaluan ya dan Krugeri.
Rengekannya akan seperti suara gadis mengusik telinga Sonda agar dituruti. Dengan makanan ringan yang cukup banyak Sonda akan memikirkan banyak hal sehingga perut mudah sekali keroncongan.
Melihat gambar-gambarnya sekilas-sekilas tak lama kemudian sudah ditutup. "Sebuah pemikiran baru...kamu saja yang baca" inilah keputusan Sonda. Sinyo hanya akan cemberut sebagai lelaki yang masih mengasah otak dengan tanpa hiburan wanita sedikitpun.
Seseorang yang rendah hati dan murah akan pemberian maaf. Dengan begitu Sinyo lebih penurut melatih diri melalui bacaan yang tak bisa dibayangkan tapi bisa dilihat langsung lalu disalurkan pada penalaran Sonda.
Kesantunan membuktikan Sinyo mengadakan perbaikan, memulai dari bab awal secara runtut.
A. PELAYAN TUAN PUTRI
- Harus berkelas
__ADS_1
- Tidak sendirian
- Tidak banyak bicara
B. Prajurit King
- Menggunakan pakaian perang (Baja)
- Manusiawi
- Yang bersekutu
- Bebas beraktifitas
- Penurut ( Mengikuti komando )
- Berkomitmen
__ADS_1
JIKA ADA YANG BERANI MELAKUKAN PERLAWANAN AKAN MENDAPAT HUKUMAN PENJARA
"Macem-macem isinya" Sinyo akan lebih baik jika segera mengharamkannya dengan stamina fisik yang full daya dan pemahaman trik penyerangan juga pertahanan. Meski tanpa bantuan Sonda yang tak ingin ikut campur melainkan faktor penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Tidak akan ada kekerasan jika Krugeri mau keluar dari sana dengan sukarela.
Karena kalau tidak Sonda akan pergi, "Masih mau membaca?" Sonda semakin arogant dengan kekayaan wawasan yang dimiliki untuk memperlihatkan siapa sebenarnya Sinyo. Punya apapun itu akan diminta oleh Sonda dan menunggunya merapikan meja.
Sebaliknya peralatan yang sedang dibutuhkan Sonda hampir terkumpul secara sempurna melalui pemilik tempat singgah yang di duduki. Tak berbelit-belit menerangkan ini apa untuk apa dengan sekuat tenaga akan terangkai dan menampilkan Sonda yang lebih maju.
Mindset mempengaruhi segalanya, hal yang meleset bisa membunuh orang dalam hitungan detik. "Udah-udah kita lanjut" menarik Sonda segera keluar "Sudah apanya? kita bawa ketempat lain" Sonda mengiyakan.
Keduanya tak saling menggubris satu sibuk dengan senjata dan lainnya sibuk dengan buku kuno.
***
Hanya meragukan keaktualan buku, tapi seseorang yang baru saja memberi hadiah membuntuti Sonda dan tertarik berkunjung ke Kayangan. Sinyo lagi-lagi menarik Sonda dan mengelabuhinya agar tidak menerima tawaran mereka.
"Kalau Sinyo kepercayaanmu bagaimana dengan ku?" Jadi orang tersebut berniat baik. "Ga boleh" Sinyo bertingkah seperti anak kecil lagi namun Sonda tak perduli jika sungguhan dia akan menyusul ditempat yang dijanjikan.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak mengecewakan" Orang itu ada benarnya juga jadi Sonda tidak meremehkannya. "Kamu yang terbaik" puji Sonda akan sikapnya membuat dia membalikan pada pujian soal senjata versi personal yang pernah ada "Ini tantangan bagi orang setempat dari Panthera".