Story Of Kanata

Story Of Kanata
9. Semangat


__ADS_3

Pernah menangkap dan menyantap ikan bakar ditepi sungai bersama Krugeri dan untuk mengingatnya Sinyo jadi sedih. Sonda jadi berpikir berkali-kali menyadari Sinyo tak mampu melakukan apa-apa lagi, bahkan menariknya menjauhi air.


Agar bisa makan dengan lega Sonda lumayan tersentuh "Suka?" tak tega dengan pandahan lahapnya Sinyo seperti pelampiasan. Mondar mandir mengingat ingat kabar yang pernah didengar soal Kayangan Panthera. "Mungkin masih ada Queen tapi siapa namanya?" masih memilih bertahan ditepi sungai setelah menyebrang, setidaknya untuk sehari.


"Disini kita akan mulai meneliti" ide Sinyo untuk bertemu langsung dengan pelaku, sayangnya Sonda masih ragu mengajak Sinyo " Sebaiknya kamu berlatih salto" dengan peragaan tangan Sonda yang berputar menambahinya.


Sinyo terus mengikuti inisiatif Sonda yang mengurusnya dengan tertawa. Padahal lewat sekali saja sudah terbalik kelantai, sedangkan Krugeri hanya ditempat eksklusif saja yang bisa membuatnya nyawanya masih utuh.


"Waduh" hingga Sinyo bisa melakukannya dan tak mau mencobanya lagi daripada disini saja. "Kenapa?" Sonda juga bisa menghitam kepanasan kalau latihan terus akan semakin bahaya. "Si pantat" jawab Sinyo kapok.

__ADS_1


Padahal gak kenapa-napa juga, cahaya putih biru kayangan serupa dengan bintang. "Kamu bisa" Sonda menyemangati, lalu bersaing demi kebenaran. Dengan ketangguhan menapakkan kaki, seseorang didesa baru ini lebih tertib.


Tanaman-tanaman begitu terjaga klasifikasinya, mereka mencintainya dengan menggunakan cara yang luar biasa. Tapi, "Kita harus cepat" kesabaran akan membawa ketempat yang dituju. Tanpa memperdulikan apapun menyelinap bersembunyi dari satu pondok ke pondok yang lain. Tidak dengan santai beberapa orang menamainya berbeda mencari ke pusat kota.


Dengan memahami industri yang dikembangkan Sonda memperingatkan Sinyo agar tidak mudah terkecoh oleh kedatangan orang apalagi buat keributan. "Yang ingin aku cintai" ada juga yang mabuk melihat gelagat aneh dari baju yang dikenakan Sinyo dan Sonda.


"Dia kecanduan" Sinyo menambahkan pukulan sampai keluar darah dari hidungnya. Memang sudah seharusnya Sonda tidak membiarkan pria tersebut membokar masalah. Sepertinya memang aman-aman saja, ibarat sayang obrolan hanya diutarakan dengan bisik-bisik dan lambaian tangan.


Sampai lupa bahwa tempat ini memiliki produksi persenjataan dan mesin yang cukup besar. Kalau seperti ini Sonda jadi terlihat persis dengan Krugeri. Caranya yang lebih cepat adalah mencari kendaraan menuju tanjakan ekstrem.

__ADS_1


"Berbuat disalah itu membuatmu bebas" Sonda terkesan menjerumuskan, padahal kuwalahan menghadapai Sinyo dengan pelan-pelan. Kehabisan uang untuk membeli peralatan, Sinyo malah berandai-andai sampai Sonda menjitak kepalanya menghentikan lamunan.


[[Ada pabrik]]


"Pahami isi pembicaraanku" Sonda mengkode pada partner yang sedang berjarak jauh, maksudnya Sinyo. Semakin menyukai Sonda yang sekarang dari caranya merampas baju membuka bagian tubuh atletisnya dan mempunya six batu menempel ditubuhnya.


Sedangkan Sinyo gendut seperti badut "Yaelah" tidak berpikir akan ada saatnya nanti membangkitkan daya. Yang ada sekarang masih membakar kalori habis-habisan "Oh...jadi ini 48 Km" yang baru terlampaui adalah 10 Km.


"Ternyata baik ya" Sinyo menemui orang yang berada diluar bangunan, sebagaimana yang pernah dilakukan Krugeri bersama. "Baik?" Sedangkan Sonda menanyakan apa yang berhasil didapatkan padahal Sinyo batal mengerti dengan banyaknya keadaan yang memusatkan perhatian pada dirinya. Membungkam mulut Sinyo agar tidak berisik "Fix".

__ADS_1


__ADS_2