Story Of Kanata

Story Of Kanata
14. Terkejut


__ADS_3

"Yuukkk"


Sinyo mendahului dengan tindakan yang gila menyadari dari arah jembatan yang jauh dari pelupuk mata atau sebaliknya arahan Sonda yang ragu-ragu melihat gerbang terbuka membopong mayat beserta rombongan keluarga bangsawan yang tengah berduka cita. "Ini ada apa?" bahkan salah satu anggota yang mengikuti Sinyo dan Sonda tidak sengaja memukul seorang nona yang mengetahui penyusup.


Sehingga kami membopongnya sebagaimana rombongan lain keluar. "Tapi kog ga ada apa-apa" ujar Sinyo. Dengan penuh keberanian Sonda memerintah untuk berpencar namun itu terlalu tergesa. "Bagi kita kalau tidak ada gangguan kita harus mengganggu mereka" Sonda yang suportif amat sangat bersemangat.


"Wshhh"


"Wusshh"

__ADS_1


"Blek...blek....blek...blek.."


Tersisa Sonda dan Sinyo... "Tinggallah dibalik dinding untuk berjaga-jaga" ternyata Sonda punya banyak ide bagus. Memperkaya pemahaman melalui catatan sehingga mudah beraksi , sungguh tak jauh dari yang sempat angan khayalkan akhirnya Sonda menapaki tanah Panthera yang menyala biru terang.


Ada perasaan bangga yang membuat isi kepala nya terkelabuhi oleh iring-iring musik. Tapi juga mendekar sunggut Sinyo yang terus mendukung membuatSonda makin santai terasa aman dari bahaya. "Lokasi lainnya hanya diatas yang paling membahayakan" Sonda mengayunkan tubuhnya mencoba melompat manual. Angin berhembus membuat goyah mengagetkan "Awass!!" seseorang lainnya berteriak "Srttt...Kreekkkk apa ada yang sobek?" kembali menanyakan hal itu mengamati baik-baik "Kirain musuh tapi baju kainnya bukan bangsawan Panthera" Sonda tak ingin bertele-tele dan mengintip sebisa memastikan apa yang ada disekelilingnya.


****


Dari tempatnya terbangun dengan perasaan sesag yang makin muak berlutut dengan pakain lusuhnya menggenggam jemari erat. Menengadah untuk menyoroti keganjalan yang tak sesuai pada tempatnya. Sedangkan kulit Krugeri masih terasa panas terbakar dan memeras banyak keringat.

__ADS_1


"Baru kusadari technologi disini sebanding dengan magic" Pandangan krugeri juga masih normal untuk melihat pemandangan Panthera yang terlalu menakjubkan dan terkontrol. "Ulah orang itu" Krugeri yang makin kacau pikirinya seolah menyadari itu Sonda dan seakan kegirangan tapi tak berdaya menyatakan keinginannya. Menabra nabrak kaca sebisanya. "Ahhh sulit sekali...tunjukan padaku please" .


Krugeri bersandar dengan menimbulkan bunyi-bunyian mencari perhatian. Disitu pula Sinyo ingin mendekat tapi sudah didahului pasukannya sendiri. Krugeri akan ketakutan kalau tidak mengenalinya tetapi itu aneh Sinyo memundurkan langkahnya gegara makhluk dari benda asing yang menyerah dari belakang. "Ternyata itu asupan energi yang di transfusikan ke dalam ruangan Krugeri" sayangnya Sinyo tak sadar mengucapkan itu barusan "Ah ngomong apa kau tadi" setelah kedua pasukan mati dan menghancurkan mesin yang mengitari istana itu barulah Sinyo bisa menemui Krugeri.


"Apa yang terjadi? Aku rasa ini dendam pencurian" Krugeri serentak terkejut dengan sengatan yang tersalurkan kembali padanya. Kekuatan api nino ditranscipkan masuk ke dalam gen manusia. Sangat briliant sekali penguasa negeri antariksa ini dan itu nyata sangat instan . "Gawat" .


Mereka sudah berhasil mengepung mudah tapi belum tentu bisa keluar. "Memang maximal 30 hari" itu adalah perjalanan tempuh yang seharusnya Leo lakukan di alam liar. "Sinyo jelas itu kamu" Krugeri membuka matanya lebar-lebar.


"Eheemm" cara pakainya yang baru dan seolah pekerja. Berbinar binar untuk mengatakan "Denganku kita keluar" telapak tangan menyentuh kaca . "Okey partner" tapi Krugeri malah bertepuk tangan terpingkal pingkal memegangi perutnya , bergetar bibirnya berkata " Bagaimana cara mengaturnya?"

__ADS_1


__ADS_2