Story Of Kanata

Story Of Kanata
6. Gembira


__ADS_3

Kepala Sonda berasa mau pecah menerima balasan dari ulahnya dengan posisi terikat tak bergerak sedikitpun. "Bajumu bagus..." Sonda kembali menuding pada Krugeri yang bermain tanah. Krugeri memang bekerja keras untuk membuatnya dan ia pun abai.


Saat Sonda tertidur begitu juga yang lainnya ternyata datang juga komplotan yang melepaskan ikatan Sonda sehingga ia terjatuh kedepan "BUG" . Orang yang bertumbuh tinggi itu takjub dan bertepuk tangan.


"Menarik" ucap pria berambut sebahu. Apalagi untuk bocah tengil seperti Krugreri dll akan mudah sekali menebasnya ditempat yang tersembunyi ini. "Ya aku akan membawanya" terlalu banyak kata-kata membuat Sinyo memberontak nampak mengenali. Sedangkan Krugeri mendapat hantaman pukulan tepat didadanya.


"Geri gakpapakan" emang Sinyo lebih panik dan gegabah. Kalo darahnya cuman sedikit juga bukan masalah. Mungkin saja pria tersebut lupa caranya bersenang-senang, tidakkah membawa makhluk hidup itu merepotkan diri sendiri.


Harus tahu masalahnya, persenjataan lengkap untuk berburu. Sekalipun berkali-kali panah itu ditembakkan Sonda tetap berhasil menolaknya dengan lemparan krikil tanpa disadari rombongan. Sehingga beberapa saat kemudian terjadi perkelahian.


"Punya apa kamu?" Pasukan bertindak semakin naik pitam sehingga tega menyeret paksa dalam keadaan Sinyo lemah. Apapun caranya perjalanan tetap dilanjutkan dengan membawa makhluk-makhluk ini. "Ya ya ya ayo ikut" Krugeri yang merasa ribet banget.

__ADS_1


Kalau tidak mereka akan disiksa habis-habisan untuk mempertahankan suatu kehormatan. "Enggaaaakkkkkk" Sinyo malah berteriak kencang membuat seisi hutan berkeliaran terancam bahaya. Sangat mengganggu padahal sore harus sampai di Istana Panthera "Yasudah tinggalkan dia" perintah sang pemanah.


"Tinggalin...ya ... " Pasukan sama pura-pura berunding.


"Kamu bakal ngapain" Krugeri terkejut bingung tapi tubuhnya sudah tak berdaya. Berkunang-kunang haruskah berpisah dengan Sinyo. Hanya Sonda yang bisa memberi kode karena ia masih sadar dan lebih tahu aslinya.


"Tapi kamu masih punya aku" dengan santai Sonda berbicara menawarkan bantuan agar tetap membawa Sinyo bersama. Sonda ingat dan pernah melihat hal yang serupa bahwa orang yang ditangkap akan dikirim ke tempat yang lebih mengenaskan tanpa bantuan sedikitpun. Berlagak tunduk Sonda akan melakukan hal yang dikehendaki sekarang sekalipun sambil berjalan.


Emang malah bersorak ria tak tahu diri begitulah terus hingga tiba diujung hutan yang makin extrem. Yang kemaren adalah penjelasan hari ini, disitulah tempat singa penjaga mewujudkan dirinya nampak kelaparan dan hendak memangsa pasukan, hingga mereka bercerai berai. Sayangnya Sonda yang pandai bela diri kehabisan tenaga. Ada luka cakaran dibahunya...


Udah disini saja Sonda bersembunyi dan terlepas, ahirnya yang ingin ditemui telah nampak. Senyumnya terlihat lepas dan sadar bahwa kekuatan itu dihasilkan dari dalam. Hewan yang ajaib, tidak sungguhan tapi jelmaan. Hanya Krugeri yang tidak diketahui jejaknya melainkan sudah terbawa menyeberangi jembatan.

__ADS_1


"Momen kesendirian" Krugeri terkurung dan berpendapat bahwa orang-orang pasti merasa dirinya saja yang selamat. Berpikir Krugeri baik-baik saja...


Tidak dalam ruangan ditempatkan dalam kurungan tapi tempat terbuka, lelaki yang berambut sebahu itu menyodorkan kertas lalu meninggalkannya begitu saja. Terkadang memang mendapat perhatian dan diberi makan meski dengan melemparnya. Berhubung masakannya berbeda dan lebih lezat dengan wadah bejana yang berisik, Krugeri cukup gembira.


***


Dibalik jendela atas


Membeberkan betapa tololnya Krugeri " Aku tidak pernah berjumpa yang demikian, bagaiman lupa dan tak peduli dengan tubuhnya yang tersakiti dan banyak luka" King Leo begitu marah jika kebiasaan kuno dibiarkan begitu saja. Melihat para pasukan tertawa dan menggoda Krugeri didalam kurungan berolah sebisanya untuk menghibur, meskipun sangat menikmatinya.


__ADS_1


__ADS_2