
Jebakan Sonda baru akan dirakit apalagi lalu lalang prajurit juga dayang yang kerab kali berisik. "Apa kita salah ruangan?" wah ini dia yang membuat Sonda tak asal menerima bantuan. "Jika tidak terlihat kucing disekitar kita" dibalik pintu Sonda sedang berfikir tentang apa saja yang sedang dilakukan oleh pengawal " Panglima chan ju datang..."
"Iyah...panglima datang"
"Tiarap! Oh tidak tempat apa ini?" Kane baru mendengar sedikit soal Sonda. Keduanyapun gak mau tau soal permainan negeri Panthera tapi semua perlu diselidiki keakuratannya.
"Oh Sonda apa-apaan ini itukan permaisuri Chan" untuk pura pura tidak mengerti Kane bertahan dengan menutup mulut dan hidungnya. Walau untuk sebelumnya masih sempat mencermati apa yang terjadi bahwa Panglima Chan menampar permaisuri seolah merasa tidak nyaman.
"Aku sudah bosan mengurung diri" Permaisuri yang sinis. "Ga...kamu sudah mempelajari banyak hal dan mendapatkannya. Tunjukan itu padaku...cepat!" ternyata Panglima berubah kasar.
__ADS_1
"Letakkan pakaianmu!" perintah itu tidak segera dilakukan lalu panglima berputar mengitarinya baru mengangkatnya dengan kekuatan otot lengan kekar yang menarik ditiap helai rambut permaisuri yang terdiam malu. " Jika kau terus-terusan menantangku..." dan tak melanjutkan perkataan dengan sanggahan permaisuri. "Kenapa? hah " dadanya seolah sesag.
Begitu ganas tak mengingat kepuasaan satu sama lain menyeret dan menjatuhkan permaisuri untuk disudutkan dan jemari mengitari leher .
"Ohh kenapa memilukan...ceritakanlah pada kami kenapa?" Kane keceplosan membicarakan itu sehingga Sonda membisikkan mulai tak perduli "Kita pergi perlahan dan dapatkan jalan keluarnya sekarang".
"Ih ngeri" Kane hanya merasa melihat singa menerkam mangsanya. Di tempat itu memiliki resiko yang naif. Namun kane masih berceloteh membicarakan pipi permaisuri yang agak tembem menggemaskan.
Dan mengulangi dengan lecet Kane masih sempat menyapa "Hai...cantik" suara semakin tak karuan kebetulan Sonda sudah berada diujung pintu sehingga tidak akan ada yang bisa melarikan diri.
__ADS_1
"Aku harap hari ini akan menyenangkan" Sonda bergegas bangun dengan lagak santainya. Sedangkan diluar pintu orang-orang akan ngilu mendengar isi kabar yang bersemangat dan energik. "Glodak...glodak...glodak" Panglima benar-benar memperlihatkan kejantanannya hihi. Dayang-dayang memang sangat banyak yang menggemari perawakannya. Begitu juga prajurit " Semoga tuhan mempercepat kesembuhannya" tersenyum juga dengan keanehan yang mendebarkan dada.
"aah...aah...aah" aneh sekali jeritan permaisuri.
Buat lelaki ***** yang sedang bertanding dengan Kane. Sedangkan Panglima yang dalam puncak kemarahan telah menghilangkan seluruh energinya. Begituan baru main dang ngobrol biasa sebentar sudah mendapat serangan yang terduga.
Kekuatan yang sebanding membuat Kane tak pantang menyerah dengan otaknya yang berlarian kemana-mana mengelabuhi Panglima dengan hajaran yang kuat. "Bener hih" sekalipun hidungnya sudah berdarah perkelahian harus tersamarkan kalau tidak pasukan Sonda akan habis di Negeri Panthera.
Mendorong sampai terbaring bahkan ejekan tak luput keluar dari bibir Kane membuat Panglima lemas menyadari gertakan mematikan itu sudah buntu. Tengkurap tak sadarkan diri dibawah kaki Kane.
__ADS_1
Disisi lain permaisuri dengan sekali cambukan yang terbalik dari Sonda pun cepat membuatnya pingsan. Dengan paksa menatanya rapi diatas tempat tidur denga balutan selimut sama terikat. Menggeledahi ruang lemari memanfaatkan barang yang ada. "Panglima sudah mati kita beruntung" Kane telah membuktikan itu.