Story Of Kanata

Story Of Kanata
2. Kecewa


__ADS_3


Seharusnya kita bisa merayakan sesuatu dari apa yang kita bawa bersama. Dihari yang spesial merupakan puncak existansi...


Krugeri dan kawannya pun juga melihat pemuda gagah yang lihai mengendalikan rengekan kudanya.


"Dia tidak akan pontang-panting seperti kau Sinyo" masih dari kejauhan padahal Krugeri menyalahkan Sonda.


Tapi Sonda justru mempercayai sebaliknya dan berniat meninggalkan buruan besar itu dengan cuma-cuma ditempat sebagai hadiah kepada rombongan yang telah menghibur. Lagipula kepergiannya tidak akan meresahkan warga setempat. "Tahun depan aku akan menjual daging dipasar" seolah Sinyo mewajibkan diri mencari uang.


"Tidakkah itu terlalu lama, ikuti aku saja" bongkar Sonda satu persatu dan terus melanjutkan pemburuan.


Ini dia saatnya Sonda menunjukkan kemampuan dirinya yang sempat diragukan oleh Krugeri melesatkan anak panah dua dan tiga kali berturut-turut lantas yang didapat kali ini adalah kalkun. "Yeah...beneran kau hebat" Krugeri baru saja menyaksikan hal yang indah.


"Tahun ini kita bisa banyak menghasilkan uang" Krugeri membumbui pernyataan Sinyo. "Hei...aku menemukan kelinci" lagi-lagi keberuntungan Sinyo. Badannya lebih mudah diproses sedangkan kalkunnya bisa disantap saat dirumah sedang Krugeri menyiapkan pengolahan memasak.

__ADS_1


Hingga malam tiba angin dingin tak kan berasa jika ada kayu bakar didekat menyala dan hidangan daging manis dan gurih.


"Nyumm...Nymm" semua menikmati.


"Nggak ada" Ucap Krugeri.


"Mana aku mau lagi" Sinyo masih saja kurang.


"Kemana-mana tidak ada yang kelaparan" Sonda menertawakan.


"Kenapa tidak?" Sinyo yang didekat api mengiyakan.


"Apasih?" Krugeri clingak clingak menyadari suasana aneh.


"Ayuk" sanggup Sonda yang bersandar pada batang pohon.

__ADS_1


Padahal mengolahnya saja butuh waktu yang tidak sebentar. Tentu saja tangan dan kaki kelelahan. Lebih menyebalkannya lagi Sonda yang cuek dan malah mengajak tidur istirahat diantara hewan melata dan merayap. Atau Sonda sedang membodohi kedua anak nakal itu, apalagi kalau tidak dengan dibersihkan terlebih dahulu, disisihkan atau bagaimana. Sambil melamun kan juga bisa...


Sudah tahu aromanya menyengat kemana-mana, yang lebih baik saat Krugeri berputar-putar dan membayangkan alam disekitarnya dari suhu suara dan warna-warna yang nampak dari bola mata, semuanya aman.


Lonjak lonjak kesana kemari melemaskan kaki juga masih bisa dilakukan.


"Kamu suka dengan masakanku?" Sinyo menggoda Krugeri yang tentunya ketagihan. Kemudian melonggarkan perut dengan rebahan dibawah bentangan langit biru "Sayangnya cuman sedikit" Krugeri mengingatkan Sinyo bahwa besok akan kembali lebih pagi bahkan masih gelap supaya kalkunnya juga sedap.


Bolehlah senang hanya tidak tahu cara tepat mengolahnya biar dipasrahkan pada Sonda. "Siapa tahu cocok" Sinyo menyetujui dengan ungkapan yang tak jelas.


Tidak menyimpulkannya secara luar biasa tapi bagaimana pula menemui pengalaman seperti ini. "Serius nanya" Krugeri histeris sendiri walau Sonda tidur.


Sedangkan Sinyo hanya akan sibuk ngelantur "Besok kita ajak wanita dipasar berkenalan" berhubung tidak meyakinkan Krugeri akan menyingkurinya. Kalau cuman bersenang-senang tanpa kepastian akan berasa galau itu yang membuat Krugeri tidak nyaman.


Selain itu Krugeri hanya menggeser-geser ranting diatas tanah dan meneteskan air mata, menangis kesepian alias berasa tersesat meski sudah bertemu dengan orang yang benar. "Memang mau ngapain ya hidup itu" Krugeri bingung. Berasa manusia yang tak punya latar belakang.

__ADS_1


GENGS PEMBACA...MISSFAI SUKA KALIAN...APALAGI JIKA MUDAH MENGENALI KARAKTER DALAM CERITA STORY OF KANATA INI. SEMOGA TERHIBUR!


__ADS_2