Story Of Kanata

Story Of Kanata
5. Geram


__ADS_3

Terlalu nyenyak tidur dengan Sinyo sampai lalat-lalat berterbangan berpindah tempat dari satu bagian ke bagian lainnya, Krugeri yang malang. Berjalan sempoyongan dan lamban, terlepas dari sorotan penduduk tapi mungkin tidak dari Sonda yang sempat membawa keduanya. Rencana baru, kali ini keduanya tidak akan meloloskan Sonda.


"Atau kita ikuti saja" Krugeri memperhatikan gerak-gerik Sonda.


"Sepertinya dia memancing kita" Sinyo tak mudah percaya lagi seperti sebelumnya. Seenggaknya Krugeri dan Sinyo bisa jadi tim yang baik. Sekalipun belum mendapat sanjungan dari orang-orang. Mungkin nanti...


Namun ada laki-laki berparas bagai petarung yang berbadan besar. Bersama anak buahnya yang berjumlah sekitar enam belas, mondar-mandir. "Kamu masih semangat" Sinyo menertawakan Krugeri. "Iya tetap" dan ngegas terus Krugeri tidak lembek.


Semakin salut dan mendukung apa yang diincar oleh Krugeri. Benar memang tidak ada apa-apa hanya lewat saja itu yang pernah diperlihatkan oleh Sonda saat dihutan. Krugeri bertukar tempat dengan Sinyo untuk mengamankan diri sambil mendorong sedikit demi sedikit.


Sandinya ada pada Sonda untuk jadi orang yang mengerti dan menguasai seluk beluk pemukiman disini. Secara sosial Sonda memang terkenal pelit dan terjaga, "Lihat! Sonda berjalan mengikutinya" Sinyo memberi tahu dan Krugeri mulai menyelinap.

__ADS_1


Sama saja tujuannya entah siapa yang paling beruntung, dengan mengendap-endap Sonda akan merasakan keberadaan keduanya. Sedangkan Sinyo mengingat panci yang diperbaiki dirumahnya juga hidangan acar yang luar biasa.


"Kau berpikir sesuatu Sinyo" Krugeri mencoba memberi tahu hal itu.


"Iya aku rasa penting" Sinyo mengingat-ingat dan mengulanginya terus.


"Yaiya" Krugeri berbelok menuju sungai. Memasuki hutan yang lebat dan luas, Sonda tidak akan sebentar berada disana. "Kalian mau mengangkut sesuatu" bertemu dengan seorang pelanggan yang bisa memberi imbalan lumayan.


Gara-gara itu Sonda menampakkan diri tanpa harus dicari, "Ga ada orang" kata Krugeri mendapat kesempatan yang bagus. Sedang melihatnya berdiri digundukan tanah, dan tidak akan berkelahi tapi lanjut bermain air.


"Kenapa gak ada?" Sinyo tidak bingung tapi tahu Sonda hanya diam melihat dari atas sebelum menyelam lebih dalam. Krugeri telah membangunkan Sonda dan mendekat ingin meminta dana yang telah dihasilkannya.

__ADS_1


"Kau seperti anak-anak yang tidak punya orang tua" Sonda terlihat marah.


"Apakah karena aku" Krugeri memejamkan matanya dengan tangan yang dilipat diatas dada. Emang Sonda juga galak menggeser kaki kanannya sampai Krugeri terperosok oleh arus ke dalam air.


Masih dengan Sonda yang membodohi Krugeri juga Sinyo yang tak tahu apa-apa. Berlama-lama disana untuk mengeringkan diri dan menyalakan kayu bakar dengan beberapa kentang yang dimiliki.


Hanya begitu ada cowo yang bisa diajak Sonda berantem tapi untuk memperbesar kekuatannya. Yeah...Krugeri bukan cewek yang akan ikut begitu saja rupanya ada tali yang bisa digunakan Krugeri untuk mengikat kedua tangan Sonda menyeretnya.


Ternyata Krugeri sangat keras dan lebih pemarah, tapi Sonda tetap mencelanya bahkan mengancam saat bertemu komplotan besar. Sekalipun Sonda baik-baik saja tapi mengobati luka Krugeri tidaklah semudah yang dibayangkan pada awalnya maksudnya untuk melupakan itu.


Tanpa tanda tanya Sonda sadar Krugeri hanya mengikuti hatinya. Jadi Sonda akan makan tanpa kedua tangannya, tanpa rasa gusar berada di pedalaman. Bukan lagi diperkampungan ini hutan yang makin jauh. "Lebih susah ya" Sinyo meregangkan kepalanya dari leher yang agak kaku.

__ADS_1


__ADS_2