Story Of Kanata

Story Of Kanata
39. Egois


__ADS_3

Soalnya Krugeri tidak melakukan kesalahan apa-apa awalnya. Siapapun tidak bisa memberi tahunya lagi, yang ingin melaporkan identitasnya juga terlanjur tidak dikenali. Yang ada Krugeri jadi panas demam dan makin pucat meski primary nya tercukupi sekedar syarat.


Kalo mondar mandir dengan kekosongan, keluar dengan masuk ke jeruji dengan sendirinya. "Apa dia sakit?" Sekilas prajurit yang biasa bermain bersama memperhatikan cara Krugeri bernafas tersenggal-senggal dan kejang.


"Hati-hati mungkin dia keracunan" cegah komandan mendekatinya atau dia akan lari kemari. Ketimbang membiarkannya atau dengan mencoba membuka jeruji perlahan. "Yes" gumam Krugeri penuh harap.


Tapi nyatanya Komandan memirantahnya untuk berlari sekencang dan sejauhnya yang disanggupi. "Memang membosankan" Krugeri melakukan itu sampai tak sadarkan diri dan mendapat sedikit pengobatan untuk diteliti.


Ini adalah korban percobaan, apalagi sandiwara fantasi antariksa sangat wajar terjadi di Panthera. "Mana lagi lukanya" namun kerumunan yang lalu lalang sempat menutupinya dari pengawasan King Leo.

__ADS_1


"Kenapa mengobatiku?" masih terluka dan melemah dengan jeruji aneh itu. "Diubahya" prajurit bahkan memberi info tidak menyenangkan dengan akan memindahkan tempat Krugeri menjauhi gerbang jembatan.


Membukakan dinding kaca incubasi, menghentikan penyaluran energi pada King Leo yang dirasa tidak ada puasnya. Yang ada sel-sel bermutasi dan tak terkunci sehingga kapasitasnya tidak terpenuhi seperti hasil kesimpulan pertama.


Kesempatan yang tak terkira untuk menikmati pemandangan Kayangan Panthera dari seluruh sisi. Krugeri tidak akan bisa lepas lagi sekarang hanya untuk dipajang dan tontonan para prajurit.


"Tidak ada yang berani mendaftarkannya" jalur manapun ditutup rapat, sebelum misi berakhir King Leo tidak akan membiarkan siapapun keluar dari Panthera. Rancangan poros dan jalinan yang terurai turun temurun.


Segera dan tak menundanya malah mengirimkan beberapa pakaian istimewa untuk digunakan setelah berendam di pemandian kesaktian. "Pagi Leo" berjajar prajurit mengabdi dan memberaikan diri untuk ingatan gusar Leo yang hampir punah.

__ADS_1


"Aku tidak menanggungnya" Leo akan semakin tidak peduli jika ada yang tidak sesuai persis perkiraannya. Mendorong mereka dengan tangan kosong disamping kulit basahnya yang bercahaya keemasan. "Hanya diri sendiri yang bisa mengingatkan" Leo berjalan tanpa alas kaki menghampiri mangsa dan diikuti singa disebelahnya.


Krugeri masih tertidur, "Masih bisa" Leo tak berhasil menemui penasehatnya. Secara basic, kehidupan dan kemampuan Leo tidaklah dengan ligamen atau bisep melainkan murni kekuatan pemikiran.


Bukan hal yang bisa disetarakan dengan siapapun meskipun Basic Skill. "Kamu" Leo nyengir licik menghiraukannya. Boleh saja Leo melupakan keberadaan Krugeri, kayangan tidak pernah keterlaluan.


Singa lainnya datang menarik Leo ke orang yang selama ini mengurusi Panthera. Tidak pernah asal walaupun gak bahagia Leo menguasai Panthera seluruhnya tidak akan bisa digantikan. "Fun" jika puas Leo akan menuju ke ruang kecil bawah tanah.


Golongan orang di dalam tidak canggung mengobrol dengan Leo saat pakaian yang dikenakannya sudah tertata rapi. Ruang kecil rahasia itu hanyalah bebatuan nisan yang meluluhkan hati Leo berlutut memberi kode kepunahan.

__ADS_1


Waktu berdenting teratur, saat Leo sudah menghilang. Krugeri pun mendekati dinding kaca memelas "Iya sudah tahu akan diabaikan". Bukannya Krugeri Sadar untuk melepaskan diri dengan cara termudah yang diketahuinya tapi malah sabar. Mulai memberontak mengetuk-ketuk "Halo pindahkan aku" sayang nya suatu itu cukup pelan didengar.


__ADS_2