Story Of Kanata

Story Of Kanata
8. Senang


__ADS_3

"Huuuaaahhh... pagi yang berkabut" Krugeri jadi teringat Sonda dengan baju tebal ini cukup berguna. Untungnya kurungan silvernya tidak sempit, "Heemm ada Kue" Krugeri keheranan kalau saja bisa keluar dari sini dia harus mendapatkan banyak harta karun, tapi yang ditempuh adalah ...


"Apa...?" Krugeri terkejut,


Setiap temboknya penuh relief berwarna kelam, indah sekali. Yang aneh kenapa mendadak garis-garis pengurung menyengat... "Ah...ah...ah..." Pura-pura lari-lari kecil menghangatkan diri sembari mengalihkan pandangan pengawas.


Enak sekali tinggal di Kayangan Panthera, seperti bernafas bebas meskipun orang-orangan dari dalam bagaikan robot. Membawa banyak nilai dan mengoperasikan perekonomian diseluruh penjuru. Anehnya seperti tidak waras, menjalankan semuanya secara excecutive. Terlebih yang ada bukan cahaya alami melainkan lampu yang menyala kemudian mesin industri yang berkembang.


Krugeri mencoba menghafalnya tentang penjelasan sekitar baik inovasi dan generasi pertengahan yang dihidupkan. Ada satuan hexagonal yang melingkar membentuk bola dengan sangat halus berputar dan terbang mengelilingi kayangan, itu pula yang Krugeri belum tahu kegunaannya.

__ADS_1


Sebenarnya belum ada ide sama sekali, padahal jika tak kunjung keluar bisa-bisa kelenjer endokrin yang menyengat meracuni diri sendiri. Mengenaskan mati hidup-hidup dan pelan-pelan, Krugeri tidak menyukai hal yang berbau menjijikan.


[Itu hanya lamunan belaka...]


"Tidak, perutku sakit..."


Kebetulan tidak ada daya sengat diantara jeruji, Krugeri yang tak kuat menahan memanfaatkan alas kakinya untuk mendobrak. Padahal pintu bisa terbuka otomatis dengan sensor lensa bola mata. Dengan keadaan tersungkur masih saja heran tidak ada yang menoleh sama sekali. Kali ini dia akan berkeliling dengan dua kakinya sendiri tanpa pengarahan sedikitpun.


Akan butuh cukup lama mengingat membayangkan sebuah pintu Krugeri berhasil menemukan lorong yang dari tadi tak terlihat. Benar-benar kayangan yang tidak bisa digapai oleh orang pada umumnya, masih tertutup erat. Mengetok-ketok dengan dua telapak tangan juga sama sekali tidak berimbas.

__ADS_1


"Okeh ... Hari ini aku masih bebas" Krugeri yang cerdas namun ceroboh, tak punya apa-apa tapi sungguh congkak. Yang curang sebenarnya juga Krugeri meneliti simbol-simbol yang ada meningkatkan pemahanya memaknai relief.


Seketika menghimpit pojokan tembok mendengar suara bentakan keras "Oh itu bosnya yang suka suruh-suruh" lalu Krugeri menyelipkan daun kering dari saku ke suatu slot, terbukalah !!! Dinding disini menyimpan banyak pemikiran tentang segala hal dari masa ke masa. Warnanya bisa berubah sesuai musim dan cukup keras untuk ditembus maksudnya dihancurkan.


Berhasil membersihkan diri hingga 50 % energi Krugeri pulih. Hambatan air berpikir sekian kalinya tentang apa-apa yang tidak dimiliki Krugeri. Tidak akan berjalan kemana-mana sampai ia mengerti. Bangun dan kembali ke kurungan dengan konyolnya...


[Berkembang dengan kulit...]


"Lepaskan!" Leo tidak pernah searogan dulu, ada reaksi yang berbeda dari biasanya. Singgasananya memang bukan benda biasanya tapi menyimpan techno terapik menggeyalurkan satuan Nino listrik dari ujung jemarinya. Batu permata birunya menarik seperti magnetik merekat pada gelang yang dikenakan.

__ADS_1


"Kayangan ini membosankan aku" Leo marah... dengan keadaan yang harus tetap dijaga. Meskipun ia tak pernah kurang dalam kehatian dan strateginya. Tanpa mengenakan baju Leo diobati dengan serapan energi Krugeri yang terperangkap dalam kurungan. Menyatukan pesan roh yang menyulut kedalam bohlam batu kaca antik.


__ADS_2