Story Of Kanata

Story Of Kanata
19. Hati-hati


__ADS_3

Sonda merasa sudah paham dengan isi jalur kayangan. Logikanya terus bermain dengan merangkainya tuk jadi sebuah cerita pertama akan sejarah yang mengganjal. Terlebih yang barusan tadih benar benar bikin ill feel. "Apa kita gagal?" Kane menanyaakan keadaan sekarang.


"Sssttttt" ujung jari yang berisyarah pada Kane "Kenapa?" dan membalikkan tubuh untuk menyadari keberadaan pasukan dari belakang . Setelah melewati yang tadi keduanya sudah terhalang.


Seakan tidak ada waktu istirahat dan gak cuman itu disini tidak cukup menggunakan tenaga saja pasti energi sangat terkuras, perlahan menepi ke pinggiran jendela tuk memantau. "Menakjubkan seharusnya kita bisa langsung mendapatkan untung dari Krugeri yang betah disini" Sonda bertindak sangat teliti.


"Sekarang!" (Yeah menggunakan kekuatan otot jari menyelinap lagi dan lagi) . Dua ruang diloncati lebih jauh dari para anjing pengejar bayangkan. Kane bilang "Aah..tapi aku tidak suka". Sonda masih serius untuk menyelesaikan semua permainan ini "Semua sudah terjadi".


Bertujuan untuk melanjutkan sampai memutari kayangan. "Apa wanita yang pingsan tadi cantik?" Kane berhalusinasi dibalik kelelahannya. "Sayangnya kalo terlihat jelek kamu tinggal begitu saja" Sonda tertawa mengejek untuk menghapus ingatan yang tak biasa itu.

__ADS_1


"Bagaimana kalo Krugeri saja yang dihapus" tapi Kane membalas celaan itu. "Sial ... kau membuatku kacau tapi aku perlu tahu siapa Kanata sesungguhnya". dari situ "Berhenti dulu nanti kita kehabisan daya" Kane memegangi bahu Sonda.


"Kekanan" masuk dan bersembunyi lagi.


"Dua duanya jelek menurutku" ujar Kane.


***


"Cuma menurutku itu ya...Sial...Sonda datang diam-diam" merasa didahului Krugeri memperkirakan banyak hal dan mencoba mebuat suara panggilan jarah jauh yang mungkin menjangkau untuk mengalihkan perhatian.

__ADS_1


"OK aku ulangi langi..Sonda...Sonda!" dengan dua tangan melambai lambai. Jadi berapa jumlah orang yang bersama Sonda itu masih belum terdeteksi adanya penyerangan halus itu. Sekitar dua mereka terkesan sepasang pacar yang berkencan dan kejar kejaran.


Wajah suntuk Krugeri berubah melebarkan senyum penuh percaya dan harapan bebas dari tempat yang disebut Panthera itu. Menatapnya sejelas itu Sonda kebingungan menyamarkan diri dengan membalut kain sekujur tubuh. "Tapi bagaimana bisa sampai kesini?" .


Sinyo di sekitar pu mendekat juga mengetuk "Sonda masih mempelajarinya" oh iya suara dari luar kaca tak bisa didengar dari dalam begit juga sebaliknya. Sedangkan Krugeri yang melihatsekilas cukup banyak diingat akan waktu yang bisa membahayakan diantaranya tentang Pria itu dia pasti kembali entah siapa yangakan sukses nantinya.


"Jadi apa yang harus kita lakukan" Krugeri memberi informasi penting untuk Sinyo. Kedua tangannya memegangi pelipis berpikir keras akan beberapa tanaman kecil disekitarnya. Celah itu dia penampak yang ditunjukkan.


Menemukan beberapa air untuk dialirkan keluar hingga menyentuh kulit Sinyo. Mengetuknya berkali-kali untuk saling merespon. Walau air yang dikerjakan itu bisa jadi alasan terpantulnya sinar gemerlap keatas. "Apa lagi yang harus aku kerjakan?" gerutu Sinyo kesal.

__ADS_1


Sejenak Sonda menengok jendela menarik kain yang meliliti Kane. "Lihat...cepat sekali mereka menghantam pasukan Panthera. " entah apa maunya Sonda membuat Kane bingung juga "Mungkin supaya cepat selesai" Keduanya juga bisa melempari makanan dari atas menghentikan saluran pendeteksi yang berkeliaran memutar dijalur angin.


"Itu hanya alasan untuk bermalasan...kita juga harus melanjutkannya" lagi -lagi Sonda menuturkan hal dengan sok bijak.


__ADS_2