
Awal yang cukup menjadi lelucon bagi Bella,tentu saja dia harus terikat pernikahan dengam seorang lelaki yang antah berantah yang bahkan sama sekali tidak menarik perhatian dirinya.
" Mama dan papa senang sekali akhirnya kamu dan Ibas menikah juga Bella."
" Ofcourse,kalau mama gak happy lebih baik tidak usah menikah bukan?"
" Bella papa harap kalian bisa menjalani rumah tangga yang tentram ya sayang,dan Ibas papa harap kamu bisa membahagiakan Bella."
" papa tenang aja,Ibas pasti akan bahagiakan Bella pa."
Sebenarnya Bella malas dengan pernikahan dadakan ini,namun apapun itu asal membuat mama nya bahagia pasti dia lakukan.
" Bella akhirnya ya kita jadi suami istri."
" Ya,im happy."
" And yaa,Ibas ada hal yang perlu kamu tau,seenggak cinta apapun kamu dengan saya,jangan coba coba untuk selingkuh,kenapa?,karena akan membuat saya malu,kamu bisa paham?"
" Siapa yang akan selingkuh dari kamu hm?,kamu itu perfect Bella."
" Ofc im,jadi kamu hanya perlu ingat itu."
Bella dan Ibas tidak pernah bertemu sebelumnya,namun orang tua Ibas dan orang tua Bella adalah rekan bisnis dan demi kerja sama yang berjalan lancar mereka menikahkan Bella dengan Ibas dengan cara tiba tiba.
__ADS_1
" Kita tidur di ranjang yang sama bukan sayang?"
" Memangnya kamu mau berpisah ranjang dengan saya?"
" Tentu tidak,jika kamu tidak keberatan jadi tidak masalah."
Pertanyaan Ibas seharusnya memang tidak perlu,namun terlihat bahwa Ibas sedikit canggung berbicara dengan Bella yang terlihat begitu dingin.
" Kamu mau makan apa?,dari tadi kita belum makan,saya akan masak untuk kamu."
" Jangan repot repot Bella,nanti aku masak sendiri saja."
Bella berjalan mendekati Ibas dan duduk di pangkuan nya.
Melihat dan mendengar Bella seperti itu membuat Ibas seketika terdiam dan terpaku melihat Bella yang baru saja duduk di pangkuan nya.
" Apa saja yang kamu masak,aku pasti akan memakan nya sayang."
" Good boy,duduk dan tunggu istrimu ini memasak."
Walaupun Bella tidak menerima pernikahan nya dan Ibas namun Bella tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri untuk melayani Ibas dengan baik.
Ku pikir Bella tidak akan menerima pernikahan ini,tapi kelihatan nya dia jatuh hati juga denganku.
__ADS_1
" Makan dan komentarilah bagaimana rasa masakan istrimu ini." Ucap Bella yang telah meletakkan makanan di depan Ibas
Malam ini Bella memasak sup iga untuk Ibas.
" Masakan kamu tidak usah di ragukan lagi sayang,ini enak,dan mungkin akan menjadi makanan kesukaan ku mulai sekarang."
" Baguslah jika kamu menyukai nya,dan sekarang saya akan ke kamar untuk membersihkan diri,kamu tunggu sebentar disini."
Demi tuhan sebenarnya apa yang sudah ku mainkan bersama dengan laki laki itu,aku harus memasak untuk nya setiap hari,oh god oke aku akan santai menjalani nya,lagi pula uang terus mengalir kepadaku bukan.
" Bella sayang,kamu sudah siap?,boleh aku masuk?"
" Masuklah,tidak di kunci."
" Kamu harum sekali Bella,apa kamu selalu seperti ini?"
" Kamu sudah selesai makan?,kenapa tidak menunggu saya datang?"
" Tidak apa apa,tadi setelah makan aku langsung membereskan alat makan dan yang lainnya setelah itu aku naik ke kamar."
" Lain kali jangan coba coba membereskan itu,biarkan saya saja."
Kebiasaan itu sudah dilakukan Bella sejak dia kecil bahwa laki laki tidak boleh membereskan sesuatu yang seharusnya menjadi tugas wanita.
__ADS_1