
Setelah kejadian langka yang di alami oleh Ibas sewaktu di tempat makan tadi sampai saat ini pun Ibas masih terheran memikirkan nya.
" Bella, kenapa tadi kamu mencium ku sewaktu di restoran?."
" Kenapa?, kamu tidak suka jika saya seperti itu?, yasudah lain kali saya tidak akan melakukan nya lagi."
" Bukan Bella, kamu boleh melakukan itu sebanyak yang kamu mau, hanya saja biasanya kamu tidak begitu, aku hanya heran saja."
" Tidak usah heran, nikmati saja saya yang seperti ini."
Bella akan terus bersifat seolah dialah yang akan menjadi simpanan di antara hubungan gelap suami nya dan Emi.
Aku akan menjadi duri yang paling menyakitkan untuk kalian berdua, duri yang menusuk kalian sekali tetapi menyebarkan banyak kesakitan.
Malam ini Bella mengajak Ibas mengobrol dahulu sebelum mereka tertidur.
" Ada apa Bella?, malam malam kamu ingin membicarakan apa denganku?."
" Saya hanya ingin dekat dengan kamu saja, kamu bisa kan terus berada di dekat saya?." Bella mendekati Ibas yang sedang duduk di sofa balkon kamar mereka, lalu Bella duduk di pangkuan Ibas dan merangkul pundak Ibas, Bella menyatukan dahi nya dan dahi Ibas, lalu menatap mata dan bibir Ibas secara bergantian.
" Menurutmu, apa saya ini cukup?." Bella mengatakan itu dengan tangan nya yang mengusap bibir Ibas lembut.
Ibas benar benar masih terheran dengan apa yang Bella lakukan saat ini, jantung Ibas berdetak sangat cepat, bahkan mungkin Bella bisa mendengar itu. Ibas tidak pernah merasakan itu bahkan saat dia sudah merasakan tubuh Emi sepenuhnya.
" Ibas, kamu selalu menginginkan saya bukan?."
" Setiap saat aku selalu menginginkan mu Bella, aku terus berusaha untuk bisa menikmati dirimu."
Bibir ini sangat cantik Ibas, bibirmu begitu indah dan cantik, tapi bibir ini sudah banyak mengatakan kebohongan, bibir ini juga sudah kau gunakan untuk merasakan bibir wanita itu.
Bella menyentuh bibir Ibas dengan lembut dan memainkan nya, Bella tidak menyangka jika bibir indah itu sudah banyak mengatakan kebohongan.
" Dia milikmu Bella, kamu boleh merasakannya kapanpun kamu mau."
__ADS_1
Bella mencium bibir Ibas dengan lembut dan Ibas membalas nya dengan lembut juga, Bella merasakan bibir indah itu, namun ketika Bella teringat bahwa bibir itu sudah menyentuh bibir lain selain bibir nya, Bella menggigit bibir Ibas dengan sengaja dan membuat Ibas kesakitan bukan main.
" Aw Bella, kenapa kamu menggigitnya?, ada apa hm?.."
" Tidak apa apa, saya hanya ingin meninggalkan bekas disana, maaf jika menyakitkan."
Setelah adegan romansa yang terjadi antara Bella dan Ibas kamarin malam, pagi ini Bella sudah bersiap dan berdandan sangat cantik untuk pergi bersama Ibas ke kantor nya.
" Kamu benar mau ikut ke kantor bersama ku Bella?."
" Tentu, saya akan sering ikut denganmu ke kantor, saya akan menemanimu bekerja, saya ingin selalu bersama mu."
" Baiklah sayang, ayo kita pergi."
Bella benar benar memainkan semua ini dengan rapih dan baik, Ibas percaya bahwa sekarang Bella sudah menjadi miliknya, bahkan hanya dengan hal kecil seperti itu Ibas sudah mengacuhkan Emi berhari hari dan itu membuat Emi semakin meradang.
Hari ini aku akan pastikan Ibas bersama dengan ku lagi, aku harus membuatnya bermain dengan ku lagi hari ini, Bella tidak akan bisa berbuat seenak nya lagi dengan ku, lihat saja Bella, hari ini siapa yang akan menang.
" Kami senang bu Bella mau ikut bapak ke kantor bu, sudah lama kami tidak berjumpa dengan bu Bella."
" Benarkah?, mulai sekarang kita akan kebih sering bertemu, karena saya akan selalu menemani suami saya bekerja mulai hari ini, benarkan sayang?."
" Iya, bu Bella akan ada di kantor ini setiap hari, jadi tolong kalian jangan membuatnya susah sedikitpun."
Bella masuk ke ruangan kerja Ibas dan Bella melihat kalau ternyata selama ini Ibas dan Emi berada di ruangan yang sama.
" Ibas sayang, kamu selama ini saru ruangan dengan sekretaris mu itu?."
" Iya Bella, ada apa?, kamu tidak menyukai nya?."
" Saya mau meja dan kursi ini di bawa keluar sekarang juga, dan gantikan dengan kursi dan meja untuk saya duduk."
" Baiklah sayang, sebentar lagi ini akan segera di keluarkan, sekarang kamu dudum dulu di tempat kerjaku ya."
__ADS_1
Emi datang dengan santai menuju ruangan Ibas tanpa mengetahui kalau Bella sudah ada disana bersama Ibas.
" Selamat pagi saayaan..ggg, Bella?, bu Bella?."
" Hayy, kamu wanita rendahan yang selalu mendekati suami saya kan?."
" Bella sayang, ayolah jangan seperti itu." Celah Ibas yang takut jika Bella akan membuat keributan dengan Emi lagi
" Kenapa bu Bella ada disini?."
" Kamu tanya kenapa?, seharusnya saya yang tanya kenapa kamu bisa satu ruangan dengan suami saya?, kalau kamu tanya kenapa saya ada disini baiklah saya akan jawab, saya ada disini karena ini adalah kantor suami saya, dan saya adalah istri sah!! suami saya, dan suami saya sangat bahagia jika saya ada disini."
Tidak ada pembantahan dari Emi mengenai jawaban Bella, karena memang jawaban Bella adalah benar, siapa Emi berani untuk menanyakan keberadaan nya kantor suami nya sendiri.
" Pak Ibas saya boleh bicara dengan bapak sebentar!." Pinta Emi
" Sayang, kamu bisa bicara disini, untuk apa menutupi sesuatu dari istrimu ini."
" Bicara saja disini Emi, ada apa?."
Bella benar benar keterlaluan, bahkan sekarang dia sudah benar benar merebut Ibas dariku, aku harus pakai cara lain untuk menyingkirkan Bella dari hidup Ibas secepatnya.
Emi meninggalkan ruangan Ibas dengan penuh rasa kekesalan, wajah Emi benar benar merah karena menahan amarah.
" Kalian malu gak sih kalau di usir sama istri yang punya kantor, kalau aku sih malu ya." Suara ejekan itu tentu saja terdengar oleh Emi
" Diam kalian, jangan sembarangan bicara."
" Heh Emi, dengar ya, lo itu cuma pegawai disini, lo jangan coba coba berusaha untuk gantiin posisi bu Bella, lo itu ngaca deh Emi, apa perlu kita kita kasih cermin yang gede, biar lo bisa ngaca kaya gimana perbedaan antara lo dan bu Bella!!."
Walaupun pegawai disana tidak tahu apa hubungan antara Emi dan Ibas, namun mereka semua percaya bahwa Emi memiliki niat yang busuk pada bu Bella.
Bella wanita sialan, semua orang selalu memuji kecantikkan mu kan, baiklah aku akan segera membuat kecantikan mu itu luntur dan hilang untuk selama nya, sehingga semua orang akan jijik melihat wajahmu bahka memandangmu juga mereka jijik, dan Ibas sudah pasti dia akan langsung meninggalkan mu dan memilihku Bella, lihat dan tunggulah Bella!!.
__ADS_1