
Sepulang Ibas dari kantor dia tidak mendapatkan dimana Bella berada, rumah masih sangat sepi, tidak ada satu pun orang disana, Ibas bahkan heran sudah jam 11 Bella dan Dias masih juga belum pulang ke rumah, kemana sebenarnya mereka pergi tadi.
Ibas masih menunggu Bella pulang di ruang utama, namun satu pun dari mereka tidak ada yang kembali, Ibas berniat untuk mencari dimana Bella, dia tidak bisa terus terusan membiarkan Bella pergi dan pulang seenaknya seperti ini, mungkin dia terlalu membebaskan Bella akhir akhir ini.
Sebenarnya Bella ini kemana?, sudah tengah malam begini belum pulang, mau jadi apa dia, apa dia tidak ingat kalau dia punya suami, seharusnya dia sudah pulang sebelum aku sampai di rumah, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Bella, kenapa dia selalu seperti ini, bahkan untuk makan malam bersama saja sangat sulit untuk kami, aku akan mencari nya, kalau terus terusan begini mau bagaimana rumah tangga kami kedepannya nanti.
Sebelum Ibas keluar rumah untuk mencari Bella tiba tiba Dias datang.
" Haiii, sudah pulang ternyata."
" Dimana Bella ku?, mana dia?." Ibas berjalan keluar menghampiri mobil yang mereka pakai tadi
" Bella!!, darimana saja kamu!?."
" Maaf ya, tadi acara nya baru saja selesai, jadi saya pulang sedikit terlambat."
" Acara peresmian apa dari pagi sampai tengah malam begini baru selesai Bella?, tidak ada!, kemana kamu pergi?, katakan Bella!."
" Saya sudah katakan bukan, kalau kamu tidak percaya yasudah, saya tidak berbuat hal yang aneh aneh Ibas, jadi sudah cukup."
" Cukup kamu bilang?, aku bahkan pulang lebih dulu di bandingkan kamu, seharusnya istri selalu menunggu suami nya pulang kerja, menyediakan makan, makan bersama, tapi ini apa Bella?, kamu bahkan tidak melakukan semua itu!."
Mendengar keluhan Ibas barusan benar benar menguji kesabaran Bella, hati nya benar benar terasa panas saat ini, rasanya ingin sekali Bella menampar wajah Ibas dengan keras, berani sekali mulut menjijikan itu berbicara seperti itu kepada Bella. Rasanya Bella ingin mengungkapkan semua kebusukan Ibas sekarang juga.
" Jawab Bella!!, aku benar kan?."
" Cukup Ibas!, sudah cukup kamu membentak saya seperti itu, look at your self, apakah kamu sudah sesempurna itu menjadi seorang suami?, no, tidak sama sekali, kamu jauh lebih buruk dari saya, jadi jangan sesekali kamu lancang berbicara dengan nada tinggi dengan saya, apalagi mengatur kehidupan saya, apa yang saya lakukan itu urusan saya, selama saya tidak merugikan kamu, saya tidak akan berhenti!."
Ibas benar benar terdiam seusai Bella mengatakan hal tadi, begitu juga Dias yang melihat adegan antara Bella dan Ibas barusan, Bella terlihat benar benar sangat marah dan kesal, wajah lembut nya berubah menjadi wajah yang begitu sinis dan serius, nada bicara Bella berubah menjadi tegas, walaupun Bella sedang marah tapi Bella masih bisa mengatur kata kata nya.
" Di, hari ini saya tidur dengan kamu." Ucap Bella lalu pergi menuju kamar Dias
Dias hanya mengangguk dan menyetujui ucapan Bella tadi.
Ibas yang melihat itu langsung merasa frustasi, kenapa jadi seperti ini, seharusnya dia tidak berbicara seperti itu pada Bella tadi, rumah tangga nya belum begitu baik tapi sekarang dia membuat nya semakin menjadi tidak baik.
" Bell, segitu marahnya kamu sama Ibas kaya nya ya?."
" Bayangin aja kalau kamu jadi saya Di, kamu gak melakukan apapun, tapi sudah di hujani dengan tuduhan seperti itu."
" Aku ngerti kok Bell, tapi gak biasanya kamu marah sampai segitunya, makanya aku sedikit heran."
" Mungkin sekarang kamu belum mengerti Di, tapi cepat atau lambat kamu akan mengerti kenapa saya bisa sampai semarah itu tadi."
__ADS_1
Kemarahan dan kebencian di hati Bella sudah hampir di puncak nya, namun Bella belum bisa meledakan nya sekarang, Bella belum punya waktu yang tepat, Bella masih harus mengurus karier nya terlebih dahulu di bandingkan urusan rumah tangga nya yang sudah lama hancur ini.
Ibas tidak sadar kalau dialah penyebab dari hancur nya rumah tangga mereka, Ibas selalu menuduh Bella yang tidak tidak, bahkan tanpa dia sadari, dia juga tidak pernah meluangkan waktu nya untuk Bella, setiap hari nya Ibas hanya sibuk bekerja dan bekerja.
" Yaudah Bell, sekarang kamu tidur ya, besok kita harus kerja, biar hati kamu juga lebih tenang oke?."
" Selamat malam Di."
Dias tidak ingin bertanya terlalu jauh pada Bella, karena dia tau pasti suasana hati Bella benar benar tidak baik saat ini, jadi lebih baik jika Bella istirahat sekarang, karena juga mereka berdua harus bekerja lagi besok pagi.
Pagi ini tidak ada acara makan pagi bersama di meja makan, Bella hanya menyiapkan sarapan untuk Ibas lalu pergi dengan Dias ke kantor nya.
Kenapa sepi sekali?, apa Bella belum bangun?, coba aku lihat ke kamar Dias saja.
Setelah mengecek kamar tamu yang di tempati Dias, Ibas tidak menemukan Bella maupun Dias disana, keduanya sudah tidak ada di kamar, mereka juga tidak ada di rumah.
Kemana lagi sih mereka?, ini bahkan sangat pagi jika mereka ingin pergi, kenapa Bella ini terus terusan menjadi seperti ini, dia tidak bisa di atur dan tidak mau mendengarkan ucapan suami nya sendiri.
Ibas tampak sangat kesal karena Bella sudah tidak ada di rumah sejak pagi tadi, dan Bella juga sama sekali tidak berpamitan pada Ibas kemana dia akan pergi hari ini.
Sementara Bella dan Dias sudah sampai di kantor mereka, tapi lebih mengejutkan nya di depan kantor sudah ada Arkan yang sepertinya menunggu Bella.
" Eh, itu bukan nya CEO yang kemarin itu ya Bell?."
" Iya Di, ngapain ya dia kesini pagi pagi begini?."
" Arkan?, pagi pagi sekali ada apa?."
" Morning Bella, sangat cantik seperti biasanya."
" Berhenti terus memuji saya Arkan, ada apa kamu kesini pagi pagi begini?."
" Saya kesini karena mau mengajak kamu untuk melihat design untuk bangunan brand baru yang akan kita berdua luncurkan, kamu mau kan?."
" Oh iya benar, tentu saja, kita tidak boleh melewatkan hal itu."
Bella dan Arkan kali ini akan meluncurkan brand pertama mereka berdua, ini pertama kali nya bagi Bella dan juga Arkan, karena perusahaan mereka berdua sangat besar dan juga terkenal, mungkin saja peluncuran pertama ini akan sangat di tunggu tunggu oleh para investor dan pelanggan setia brand mereka.
" Kamu ingin design yang bagaimana Bella?."
" Saya ingin design yang tidak terlalu mencolok, design yang simple namun terlihat mewah yang menggambarkan kita dan perusahaan kita berdua, bagaimana menurut mu Arkan?."
" Setuju, saya juga tidak suka sesuatu yang terlihat mencolok."
__ADS_1
Pengerjaan brand dan design bangunan mereka menghabiskan biaya yang sangat besar, bahkan bisa di perkirakan mencapai 3,5 triliun.
Pembangunan yang di rencanakan Arkan dan Bella ini benar benar sudah matang, karena mereka menggabungkan ide mereka ke dalam nya, ide yang sudah lama mereka simpan dan akan mereka tuangkan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai jual tinggi.
Loh ini kan jalan menuju kantor nya Ibas, kenapa lewat sini ya, apa tempat pembangunan nya ada di sekitar sini?.
Mereka melewati jalan menuju kantor Ibas, Bella sedikit bingung kenapa mereka melewati jalan ini, tapi Bella mencoba untuk tetap santai.
" Kenapa kita lewat jalan ini?."
" Iya, ini jalan menuju kantor Ibas suami mu kan Bella?, tenang aja, kita bukan akan ke kantor dia, memang lokasi pembangunan kita ada di sekitar sini jug."
" Kamu tahu kalau saya sudah menikah?."
" Saya tahu apapun mengenai kamu Bella, jadi jangan terkejut begitu."
Bagaimana bisa Arkan tahu kalau aku sudah menikah?, bahkan pernikahan aku dan Ibas sangat tertutup, tidak banyak orang yang mengrtahui nya, tapi kenapa Arkan bisa tahu mengenai ini?.
Tampak wajah bingung di tunjukkan Bella, pernikahn Bella dan Ibas memang benar benar sangat tertutup, bahkan hanya kerabat saja yang tahu, tapi bagaimana Arkan bisa mengetahui itu, dia bilang dia tahu semuanya mengenai Bella, apa maksud dari ucapan nya itu?.
Sekita 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di lokasi.
" Ayo Bella, kamu bisa lihat dan berikan masukan mu nanti." Arkan membuka kan pintu mobil untuk Bella
Lokasi pembangunan nya memang sangat dekat dengan kantor Ibas, bahkan besebrangan dengan kantor suami nya, Arkan benar benar memilih lokasi yang sangat membingungkan untuk Bella.
" Saya sengaja memilih lokasi ini Bella, karena kamu bisa lihat kan, disini dekat dengan jalan raya, jadi akan lebih mudah bagi kita untuk mempromosikan brand terbaru kita nanti."
" Ya benar, tempat ini memang stratgis, saya juga pernah memperhatikan lokasi ini beberapa kali, kamu memilih lokasi yang tepat Arkan."
" Saya memilih lokasi ini bukan karena dekat dengan kantor suami mu Bella, kamu jangan salah paham."
" Tidak, saya bahkan tidak pernah berpikiran begitu Arkan, santai saja."
Ibas melihat Bella dan Arkan dari ruang kerja nya, awalnya Ibas tidak yakin kalau itu Bella istri nya, namun dia yakin karena Bella memakai tas kesukaan nya.
Bella, itu Bella dengan laki laki, sedang apa dia disana, siapa laki laki itu, kenapa mereka bersama, apa sebenarnya yang mereka lakukan, disana sedang ada pembangunan proyek, mereka melihat itu sepertinya, apa jangan jangan itu proyek milik Bella?, tapi tidak mungkin, Bella hanya seorang model, mana mungkin dia punya proyek sebesar itu, dan laki laki itu, kenapa Bella bisa bersama dengan dia?, aku akan benar benar menanyakan hal ini dengan Bella nanti di rumah.
" Pak!, bapak sedang apa?." Nasya memecahkan perhatian Ibas.
" Nasya?, tidak, saya hanya sedang melihat proyek di sebrang sana."
" Oh, itu proyek pak Arkan pak, pemilik perusahaan terbesar saat ini, itu yang ada disana pak Arkan, dia bekerja sama dengan perusahaan yang sama besar nya dengan perusahaan dia, katanya mereka akan meluncurkan brand terbaru yang di koloborasikan oleh ide mereka."
__ADS_1
" Jadi itu Arkan?."
Mendengar apa yang Nasya katakan barusan, kecurigaan Ibas benar benar semakin meningkat, kenapa istri nya Bella bisa bersama dengan Arkan, apa yang sebenarnya terjadi?, apa hubungan antars Arkan dan Bella?.