STUPID PELAKOR

STUPID PELAKOR
Rencana


__ADS_3

Setelah kejadian memalukan yang pernah Emi alami karena Bella, sekarang dia ingin membalaskan semua rasa malu itu, berminggu minggu sudah Emi memikirkan rencana bagaimana untuk membuat Bella merasakan hal yang sama seperti yang sudah dia rasakan.


" Mi, mami liat kan, bagaimana aku mau rebut Ibas kalau semua orang terus mengagung agungkan istri nya itu, gimana kita akan jadi orang kaya kalau begini caranya?."


" Jangan terbawa emosi sayang, pelan pelan saja, kita pikirkan bagaimana caranya untuk menjatuhkan harga diri wanita sombong itu."


Bukan hanya Emi saja disini yang mempunyai hati yang busuk, Mami nya juga sama seperti dia, mereka berdua ingin Ibas, mami Emi ingin agar Ibas menjadi menantu nya, karena jika begitu mereka akan hidup dalam kemewahan, jadi dengan kehadiran Bella yang tiba tiba itu sangat mengancam kehidupan mereka berdua.


" Mami punya rencana sayang, kalau kamu setuju kita akan segera menjalankan nya."


" Apapun itu mami, aku setuju dengan rencana yang sudah mami pikirkan."


Tidak tahu apa rencana jahat yang sudah mereka siapkan untuk Bella nanti, apa Bella bisa menghadapinya atau tidak.


" Bella hari ini kamu ikut ke kantor tidak?."


" Hari ini sepertinya saya tidak ikut, saya mau membeli beberapa kebutuhan rumah dan kebutuhan saya Ibas.."


" Begitu?, yasudah tidak masalah, biar supir yang antar kamu nanti ya."


" Jangan jangan, saya bisa sendiri, jangan merepotkan orang lain, ini cuma sebentar, saya bisa kok.."


" Yasudah, berjanjilah pulang cepat Bella, dan berjanjilah untuk tidak terluka.."


" Im promise, jangan cemas.."


Bukan, jika di pikir Bella telah melupakan perbuatan Emi dan Ibas kepadanya, itu salah, hanya saja perlahan lahan Bella akan membalas semua nya, Bella tidak mau terburu buru dan merusak semua rencana nya.

__ADS_1


Hari ini sepertinya hari yang bagus untuk me time, tidak ada pekerjaan, tidak ada suami, tidak ada siapa pun, lagi pula aku tidak akan repot repot mengeluarkan uang ku, Ibas sudah menyerahkan semua miliknya padaku.


Sebagai wanita berkelas tentu saja Bella selalu menjaga penampilan dan tubuhnya, Bella selalu menyempatkan diri untuk perawatan setiap minggu nya, biaya yang di keluarkan Bella pun tidak sedikit, bahkan bisa di bilang sangat banyak.


Bella berencana untuk meninggalkan Ibas dalam beberapa minggu ini, rasanya Bella sudah muak terus terusan berada di dalam drama ini, sedikit lagi Bella akan terbebas dari drama antara dirinya, Ibas dan juga wanita simpanan nya.


Telpon Sonya berdering!!!!


" Sonya, hari ini ayo kita bertemu, hari ini aku akan ke salon langgananku, mungkin kita bisa mengobrol sedikit, sudah lama bukan?."


" Tentu, beberapa minggu ini kamu sibuk dengan suami mu itu, sampai sampai kamu lupa dengan teman mu ini.."


" Bukan lupa, mana mungkin aku lupa Sonya, hanya saja beberapa minggu ini ada sesuatu yang harus aku kerjakan, yasudah aku akan berangkat sekarang, sampai jumpa disana nanti Sonya.."


Sudah lama semenjak Bella memutuskan untuk tetap tinggal dirumah merawat Ibas, Bella tidak pernah berjumpa dengan Sonya, kali ini Bella sudah mulai merasa jenuh, Bella akan berbagi cerita dengan Sonya, lagi pula siapa yang tau jika dia memberitahu Sonya, permainan ini akan jauh lebih menarik.


" Selamat pagi, kelihatan nya hari ini bapak tidak di temani bu Bella ya, momen langkah sekali.."


" Ada apa kamu ke ruangan saya?."


" Ibas Ibas, bisa bisanya kamu tergoda dengan perhatian Bella yang secara tiba tiba, kamu tidak curiga?, bagaimana istrimu yang tadinya sangat acuh tiba tiba menjadi begitu perhatian dalam waktu yang cepat."


" Untuk apa saya curiga?, bagus kalau Bella sudah bisa berubah menjadi istri yang baik, itu hal yang memang saya inginkan dari awal pernikahan kami.."


" Oh ya?, jangan menjadi orang yang bodoh Ibas, jangan terbodohi oleh kecantikan dan rayuan wanita itu, wanita itu bisa saja berbisa dan akan melukai mu."


" Sudah cukup Emi, bersikaplah dengan sopan, jangan membicarakan hal hal yang tidak sepantasnya kamu bicarakan, ini kantor, kalau kamu ingin membahas itu kamu boleh keluar dari ruangan saya sekarang.."

__ADS_1


" Jangan kamu pikir saya akan membiarkan apa yang sudah kamu lakukan dengan saya begitu saja Ibas, saya akan membuat kamu menyesali ini.."


" Berapa uang yang kamu butuhkan?, saya akan beri kamu berapapun untuk melupakan semuanya."


" Uang?, tidak akan cukup, saya mau kamu, karena kalau saya mendapatkan kamu, saya akan mendapatkan segalanya bapak Ibas."


Emi pergi meninggalkan ruangan Ibas setelah mengatakan semua itu, kali ini Emi terlihat sangat serius dan kesal karena perbincangan nya tadi dengan Ibas yang tidak berjalan lancar, Ibas terus membantah semua ucapan Emi, bahkan Ibas sudah tidak memandang Emi lagi seperti dulu, tapi tetap saja, bagaimanapun Emi tidak akan membiarkan apa yang sudah dia dan Ibas lakukan sia sia begitu saja.


Mungkin sekarang kamu bisa memperlakukan aku seperti itu Ibas, tapi lihatlah nanti, apa yang ku lakukan pada istri kesayangan mu Bella itu, bahkan untuk menatap wajah Bella saja kamu tidak akan ingin, aku akan membuat semuanya menjadi mudah Ibas.


Sementara Ibas ternyata memikirkan apa yang barusan Emi katakan pada dirinya, pikiran Ibas begitu kalut, ada rasa takut dan cemas, di saat rumah tangga nya sudah membaik dan di saat Bella mulai bisa menerima nya, Ibas takut semua pengkhianatan nya akan di ketahui oleh Bella.


Aku tidak akan sanggup jika Bella sampai mengetahui semua itu, aku selalu berharap bisa hidup bahagia dengan Bella, kalau sampai Emi memberitahu hal ini pada Bella bagaimana?, apa yang harus aku lakukan?, aku harus singkirkan wanita itu agar tidak menghalangi kebahagian ku dengan Bella.


Tidak di sangka, Ibas benar benar hanya melampiaskan nafsu sesaat nya bersama Emi, bahkan berfikiran punya perasaan kepada Emi saja tidak pernah ada di benak Ibas, Bella dan Emi memang bagaikan langit dan bumi, tidak heran jika Ibas mati matian mempertahankan Bella yang begitu sempurna itu, tidak perduli apa yang sudah di lakukan nya, tapi bagi Ibas, rumah tangga nya harus baik baik saja, Bella tidak boleh mengetahui itu sedikitpun, Ibas akan melenyapkan siapapun itu yang berusaha mencoba mengusik rumah tangga nya bersama Bella.


" Bella, omg i miss u Bell, lama banget kita ga meet begini.."


" Aku juga rindu sama kamu Sonya, yaudah lah ya, sekarang kita juga udah ketemu kan."


" Btw, kamu gak di temani Ibas kan Bell?."


" Engga, tadi aku udah izin sama dia untuk me time sebenernya, tapi berhubung aku pengen ketemu kamu yaudah jadi quality time deh sama kamu.."


" Hahaha, oh iya Bell, kapan ni kamu mau balik kerja lagi?, gak bosen apa di rumah mulu ngurusin suami?."


" Bosen bangen Sonya, biasanya aku tuh selalu sibuk sana sini, sekalinya dirumah cuma duduk anteng, makan, tidur, mainin hp, masak, ngurusin suami, nungguin suami pulang kerja, aduh berasa pegel banget begitu, nanti coba aku minta sama Ibas agar aku bisa kerja lagi.."

__ADS_1


Bella tidak menceritakan sedikit pun keburukan Ibas pada Sonya, Bella masih belum bisa memberitahu itu pada Sonya, bagaimanapun Ibas masih menjadi suami nya, menjaga martabat Ibas adalah kewajiban Bella sebagai seorang istri, walaupun sudah di khianati Bella masih berusaha tetap menjaga harga diri Ibas.


__ADS_2