STUPID PELAKOR

STUPID PELAKOR
Mama


__ADS_3

" Pernikahan kamu dengam Ibas baik baik aja kan Bella?.."


" Baik ma, mama gak perlu khawatir, sekalipun ada masalah Bella akan hadapi sendiri, mama kan tau dari dulu Bella selalu bisa menyelesaikan setiap masalah Bella.."


" Mama percaya sayang, mama cuma gak mau anak mama satu satunya dapat kesulitan.."


" Makasih karena udah selalu sayang dan perhatian sama Bella ma.."


Sehabis dari kantor Ibas, Bella pergi ke rumah mama dan papa nya, Bella rasa jika bertemu dengan mama dan papa nya, emosi nya akan segera mereda.


Setelah kejadian tadi semua orang di kantor terus membicarakan Emi dan memandangi nya dengan tatapan yang benar benar sinis, setelah mendengarkan apa yang Bella katakan tadi, mereka sadar kenapa mereka harus mendengarkan Emi yang bahkan bukanlah siapa siapa.


" Kalian bisa diam tidak?, ini kantor bukan pasar, kalian gak perlu bersikap begitu dengan saya, atau saya laporin kalian ke pak Ibas!.."


" Laporin!, kamu kira kita kita takut, sekarang kita pada tau kalau kamu ternyata berusaha cari perhatian pak Ibas selama ini, tapi kasihan ya, pak Ibas malah sudah menikah, istri nya juga haduh di luar nalar cantik nya, kalau di banding sama kamu ya bagaikan langit dan bumi, hahaha.."


Semua orang tertawa mendengarkan omongan salah satu pegawai yang sekarang sudah berani membantah Emi, mereka sadar karena ucapan Bella.


" Ma, dulu mama sama papa pernah bertengkar gak sih?.."

__ADS_1


" Pernah Bella, tapi papa kamu selalu mengalah dan selalu minta maaf ke mama, walaupun kadang mama yang salah, papa kamu tetap minta maaf.."


" Ma, apa yang mama lakuin kalau dulu sewaktu papa bersama mama, papa di dekati oleh wanita lain?.."


" Tentu mama tidak akan marah, tapi mama akan menyikapi itu dengan tenang, mama akan buat keduannya merasa malu dan menyesal.."


Berarti aku memang benar benar anak mama, aku dan mama punya pemikiran yang sama, untuk apa ambil pusing, aku kaya, cantik, bahkan kehidupan ku sempurna, lelaki mana yang tidak menginginkan aku.


" Kenapa kamu tanya begitu Bella?.."


" Cuma tanya ma, Bella pernah dengar aja dari teman Bella, jadi Bella tanya aja ke mama.."


Sebenarnya Bella sudah mulai mempunyai insting bahwa Ibas dan Emi suatu saat nanti akan mempunyai hubungan, tapi Bella bukan wanita yang bisa di permainkan seperti itu, jadi Bella memutuskan untuk ikut ke dalam permainan antara Ibas dan Emi.


" Belum ma, Bella terlalu sibuk dengan pekerjaan Bella, ini juga Bella harus kembali ke kantor karena akan ada rapat untuk membuat brand terbaru yang akan di launching bulan depan.."


" Jangan lupa dengan suami mu walaupun sesibuk apapun kamu Bella, suami yang utama.."


" Mama gak perlu khawatir, Bella selalu ngutamain Ibas kok, yasudah ma, Bella pamit dulu, mama jaga diri baik baik, nanti Bella datang kesini lagi yaa.."

__ADS_1


Apapun yang mama nya katakan, Bella pasti selalu mendengarkan nya, Bella menyayangi mama nya melebihi apapun di dunia ini, jadi walaupun dia harus di paksa menikah dengan orang yang tidak di cintai nya, Bella tidak apa, asalkan dia bisa melihat senyum bahagia di wajah mama nya.


Di tengah perjalanan Bella tidak sengaja berhenti karena berniat ingin membeli bunga untuk menghiasa ruang kantor milikknya, namun tiba tiba..


" Bella, ini benar kamu Bella kan?.."


" Septian?, kamu disini?, bukannya kamu di luar negeri?.."


" Iya, tapi kemarin aku balik ke indonesia karena kata ayah aku ada kerjaan mendadak.."


" Aku kirain kamu gak bakal balik lagi malah, soalnya lumayan lama banget kamu gak pulang.."


Di toko bunga tadi Bella tidak sengaja bertemu dengan Septian, teman Bella semasa Bella sekolah dan kuliah dulu. Septian tidak pernah terlihat karena dia memutuskan untuk tinggal dan belajar di luar negeri.


" Jadi kamu sudah menikah Bella?.."


" Iya begitu, tenang, suami aku baik, bukan sembarang orang juga.."


Bukan merasa tidak senang, hanya saja Septian terkejut dengan berita yang tiba tiba itu, Septian merasa bahwa tidak mungkin Bella menikah tidak memberitahu dirinya terlebih dahulu, pasti ada satu hal yang terjadi menurutnya.

__ADS_1


Tidak lama pertemuan antara Bella dan Septian, mereka hanya sekedar menyapa dan berbincang sebentar, karena keduanya juga sama sama sibuk.


Malam ini sebenarnya Bella berencana untuk menginap di apart miliknya, Bella malas pulang ke rumah untuk melihat wajah Ibas suaminya. Rasa kesal dan benci masih ada di hati Bella, tapi apa yang akan mama katakan kalau Bella tidak pulang ke rumah semalaman.


__ADS_2