STUPID PELAKOR

STUPID PELAKOR
Insting Yang Benar


__ADS_3

Hampir seminggu sudah Bella berada di luar negeri, sedikitpun Bella tidak pernah lupa untuk selalu menelpon Ibas suaminya, pagi, siang, malam Bella selalu memastikan Ibas dalam kondisi yang baik, tanpa Bella ketahui orang yang selalu mau dia pastikan baik baik saja ternyata sudah mengkhianati Bella.


" Rasanya disini lama sekali ya, aku rindu suami ku, aku rindu memasak untuk nya, menyiapkan pakaian nya, jauh dari suami itu ternyata tidak menyenangkan.."


" Kamu sudah mulai bisa menerima suami mu Bella?.."


" Mau bagaimanapun aku paksakan untuk tidak menerima nya itu juga akan percuma, setiap waktu kami berada dalam rumah yang sama bahkan ranjang yang sama, bohong kalau aku tidak menyayangi suami ku, walaupun hati ini belum sepenuhnya bisa, tapi aku harus, karena ada seseorang yang sedang aku perjuangkan.."


" Maksud mu sesorang itu siapa Bella?.."


" Seseorang yang kehadiran nya pasti akan sangat aku tunggu.."


" Aku tidak paham maksudmu Bella, lagipula sudah lah, besok kita juga akan pulang kan, jadi tenang lah.."


Ibas mencintai Bella namun bisa di bilang juga tidak mencintai Bella, karena jika Ibas benar benar mencintai Bella, sekecil apapun dia pasti tidak akan melukai ataupun mengkhianati Bella seperti itu, berbulan bulan Ibas berusaha mendapatkan hati Bella, namun setelah Bella mulai menyayangi nya, Ibas malah mengkhianati Bella dengan sangat tega.


Dari awal Bella sudah berkomitmen untuk tidak akan mencintai Ibas, karena dia tau bahwa cepat atau lambat Ibas akan membuat dirinya kecewa, dari awal Bella sudah merasakan itu dan Bella berkomitmen pada dirinya sendiri. Bella sama sekali tidak memiliki kekurangan sebagai seorang wanita, banyak wanita di luar sana yang ingin menjadi Bella, banyak juga laki laki di luar sana yang ingin menjadi pendamping hidup Bella, namun Bella lebih memilih hidup bersama Ibas pilihan orang tuanya, yang tanpa sepengetahuan siapapun telah berkhianat dengan sekretaris pribadi nya.


" Aku sering sekali melihat Emi masuk ke ruangan pak bos, kenapa dia senang sekali mencari muka?."


" Aku takut kalau antara dia dan pak Ibas memiliki suatu hubungan, aku tidak bisa bayangkan kalau itu sampai terjadi.."


" Kalau memang itu terjadi berarti pak bos benar benar orang yang tidak bersyukur, bu Bella sangat cantik dan sempurna, bahkan bu Bella adalah wanita yang mandiri, beda jauh dengan si caper itu yang bisanya ngikut pak Ibas sana sini.."


" Setuju, kalau benar pak Ibas bermain api dengan si caper itu, aku akan resign dari kantor ini, aku gak sudi kalau nanti dia menggantika posisi bu Bella.."

__ADS_1


Bella sangat ramah dan baik, bahkan dengan para pegawai di kantor Ibas sekalipun, ketika Bella datang mengantarkan makan siang untuk Ibas terkadang Bella juga membawakan makanan untuk mereka semua, bahkan tidak jarang Bella mengobrol bersama dengan mereka semua, jadi wajar jika mereka begitu menyayangi Bella di bandingkan bos mereka sendiri. Terkadang mempunyai wajah cantik itu juga tidak cukup, cantik tidak akan terlihat jika tidak mempunyai attitude yang baik dan terdidik.


Malam ini Bella dan Sonya akan sampai kembali di Indonesia, perjalanan bisnis mereka sudah selesai. Sebelum kembali ke rumah Bella pergi ke rumah orang tua Ibas terlebih dahulu.


" Mama, apa kabar ma?.."


" Bella, ya ampun kamu darimana sayang, kata Ibas kamu pergi ke luar negeri, kamu kenapa gak bilang sama mama sih Bella?.."


" Maaf dong ma, Bella buru buru banget jadi Bella gak sempat kabarin mama, maaf ya mama, sebagai gantinya Bella bawain mama sama papa hadiah.." Bella mengunjungi rumah mertuanya karena Bella akan memberikan oleh oleh untuk kedua orang tua Ibas.


Sebenarnya kehidupan Bella sangatlah sempurna, dia punya segalanya, dia punya orang tua yang baik, dia juga punya mertua yang baik dan sangat menyayangi nya, banyak wanita yang ingin punya kehidupan seperti Bella tapi tidak dengan pengkhianatan yang Bella dapatkan.


Setelah pulang dari rumah orang tua Ibas, Bella berencana memberikan Ibas surprise karena kepulangan dirinya. Bella segera menuju ke kantor milik Ibas untuk memberikan surprise untuk suami nya itu.


" Septian, ada apa?, kamu buat aku kaget saja, ada apa memangnya?."


" Bella, aku cuma ingin tanya, siapa wanita yang sering bersama dengan suami mu?.."


" Wanita?, oh mungkin sekretaris pribadi nya."


" Kamu yakin?, tapi mereka tidak terlihat seperti itu, aku sering memperhatikan mereka berdua.."


" Tidak, itu hanya perasaan mu saja, tidak ada apa apa.."


Septian pernah melihat Ibas dan Emi di sebuah tempat makan dan dia teringat dengan foto suami Bella yang pernah tidak sengaja dia lihat di ponsel milik Bella, semenjak kejadian itu Septian suka memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


" Bu Bella selamat siangg.." Sapa para pegawai yang sangat senang melihat Bella datang lagi ke kantor Ibas.


" Selamat siang, bapak ada di ruangan nya?."


" Oh iya ada bu.."


Bella tidak sabar ingin bertemu dengan suami nya itu, seminggu adalah waktu yang cukup lama bagi Bella karena harus berpisah dari ibas.


Bella berjalan mendekati pintu ruangan Ibas, namun ketika Bella membuka sedikit pintu ruangan itu, Bella mendengar suara bahkan melihat adegan yang seharusnya tidak pernah dia lihat, Bella terdiam melihat pemandangam itu, Bella menutup kembali pintu, Bella tersenyum secara tiba tiba.


Baiklah, ternyata benar, cepat atau lambat kalian akan menyesali hal menjijikan yang telah kalian lakukan di belakangku.


Bella keluar dengan tatapan yang sinis, seakan tidak ada lagi senyum di wajah cantik nya, Bella tidak menangis sama sekali, Bella justru memastikan bahwa keduanya akan menerima akibat dari perbuatan mereka.


" Kenapa bu Bella cepat sekali, bu Bella seperti sedang marah besar.."


" Benar, aku tidak pernah melihat bu Bella semarah itu, bahkan dia berjalan sangat cepat.."


" Kalian lihat kan, bu Bella seperti itu saja masih terlihat sangat cantik, sudah jelas sekali dia itu peri bukan manusia.."


Bella saat ini benar benar marah, kecewa tentu, dia sudah mulai menyayangi Ibas namun hal sehina inilah yang dia dapatkan, istri mana yang tidak hancur hatinya melihat suami nya bersetubuh dengan wanita lain, tidak terbayangkan bagaimana sakit dan hancur nya hati Bella, namu bahkan Bella sanggup untuk tetap tersenyum dan tidak meneteskan air mata nya.


Ma, pa, menantu yang kalian pilihkan untuk Bella bukanlah seseorang yang baik, Bella sedih bukan karena dia mengkhianati Bella, tapi karena sudah mengkhianati kepercayaan papa , mama dan kedua orang tuanya.


Sekarang Bella hanya duduk di tepi pantai menikmati angin dan ombak yang deras, Bella berpikir bagaimana perasaan orang tua mereka kalau tahu Ibas melakukan hal yang serendah itu, Bella tidak berpikir kenapa Ibas bisa melakukan hal itu, Bella sama sekali tidak memikirkan mengenai itu. Mau apapun alasan Ibas kepada Bella kenapa dia melakukan hal itu Bella sama sekali tidak akan perduli, kepercayaan Bella sudah hancur bersamaan saat dia melihat Ibas dan Emi berhubungan badan di ruangan Ibas tadi, rasa sayang yang tadinya Bella punya untuk Ibas sekarang benar benar sudah tidak ada lagi, semua rasa sayang itu telah berubah menjadi benci yang teramat dalam.

__ADS_1


__ADS_2