
Arkan mengajak Bella pergi ke pantai untuk menenangkan suasan hati Bella, Arkan tahu benar kalau saat ini Bella sedang tidak baik baik saja.
" Maaf Bella, karena saya ini terjadi."
" Arkan, jangan begitu, saya tidak mau dengar kamu menyalahkan diri kamu lagi oke?."
" Kalau saja saya tidak membeli tanah di dekat kantor suami kamu, pasti ini tidak akan terjadi kan?."
" Siapa bilang?, Ibas memang seperti itu Arkan, dia selalu begitu, dia merasa kalau dia paling benar."
Arkan terlihat sangat prihatin dengan apa yang Bella alami, bagaimana wanita seperti Bella bisa mendapatkan laki laki sebejat Ibas. Banyak laki laki yang ingin menjadi pendamping Bella, tapi Ibas, dia tidak bersyukur sama sekali sudah mendapatkan Bella.
" Berpisah saja Bella, jangan pertahankan rumah tangga yang seperti itu."
__ADS_1
" Saya juga ingin begitu Arkan, tapi saya masih memikirkan kedua orang tua saya."
" Beritahu mereka kalau kamu tidak bahagia bersama dengan Ibas, jangan paksakan hal hal seperti ini."
Bella sudah lama ingin berpisah dari Ibas, namun Bella belum bisa, karena Bella tahu jika dia berpisah dari Ibas orang tua mereka akan bertanya apa penyebabnya, Bella belum siap memberitahukan kalau Ibas sudah berkhianat bahkan sudah berhubungan badan dengan wanita lain. Bella tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tua Ibas nantinya.
Walaupun Ibas sangat menyakiti Bella, tapi tetap saja, Bella menyayangi orang tua Ibas seperti orang tua nya sendiri, Bella tidak mau menyakiti perasaan mereka.
" Jangan pulang dulu kalau kamu masih marah Bella, jangan paksakan hati mu."
" Kalau kamu mau, kamu boleh tinggal di rumah saya, disana ada Ibu saya, dia hanya tinggal dengan saya di rumah, kamu bisa menjadi teman nya."
" Boleh?, nanti kalau ibu kamu tanya bagaimana?."
__ADS_1
" Bilang saja yang sebenarnya Bella, ibu akan mengerti keadaan mu."
Arkan hanya hidup berdua dengan ibu nya, ayah Arkan sudah lama meninggal dunia karena penyakit, Arkan sangat menyayangi ibu nya, tidak ada lagi siapapun yang Arkan punya kecuali ibu nya.
Sementara Ibas dan Nasya masih berada di dalam mobil karena masih mengobati luka yang Ibas dapatkan dari tinjuan Arkan tadi.
" Pak, kenapa bapak tidak meninggalkan bu Bella saja, dia sudah bersama laki laki lain pak."
" Saya tidak akan meninggalkan nya, saya hanya akan mempermainkan nya kali ini, saya benar benar kecewa pada nya."
Mendengar itu Nasya benar benar bahagia, karena ini dia punya kesempatan untuk masuk ke dalam hidup Ibas, ketika Bella pergi maka dengan secepat mungkin dia yang akan menggantikan posisi itu.
" Bapak cari saja wanita lain pak, biarkan saja bu Bella, bapak jangan mau kalah." timpal Nasya
__ADS_1
" Pasti, saya akan melakukan itu, biar Bella tahu dia sedang bermain main dengan siapa saat ini."
Benar benar tidak tahu diri, itulah yang pantas di juluki pada Ibas, dia hanya tahu cara memojokkan Bella, tapi dia tidak tahu bagaimana cara untuk sadar diri selama ini, sudah berkhianat dan sekarang mau berkhianat lagi, Ibas memang laki laki tidak tahu malu, merasa kalau Bella lah yang salah karena sudah pergi dengan laki laki lain, padahal dirinya lah yang lebih salah dari semua itu.