
Sampai hari ini sudah 2 hari Dias menginap di rumah Bella dan Ibas, bahkan hampir setiap saat Dias selalu mengikuti kemanapun Bella pergi, dia seperti prangko yang terus menempel pada Bella, bahkan Ibas yang suami Bella saja tidak seperti itu pada Bella.
Ketika Dias memutuskan untuk membeli makan yang tempat nya lumayan jauh dari kantor Bella, dia tidak sengaja melihat Ibas dengan Nasya yang sedang bersama saat itu.
Loh itu kan si Ibas, dia sama siapa coba?, kok dia sama cewe?, aduh gak bisa di biarin ini sih, liatin ya aku datangi kalian berdua.
Benar saja begitu dia melihat Ibas dengan wanita lain, Dias langsung menghampiri mereka dengan cepat.
" Ibas!, makan di luar sama cewe ni ceritanya?." Ibas dan Nasya menoleh kaget menatap Dias yang tiba tiba datang ke depan mereka berdua.
" Kamu siapa?." Ucap Nasya
" Astaga, lo tanya gue siapa?, Ibas perlu aku yang jelasin atau kamu ini?." mendengar perkataan Dias barusan Ibas langsung menjelaskan nya pada Nasya.
" Kenalkan, ini kerabat saya Nasya."
" Oh no, lebih tepatnya kerabat dari istri Ibas, benar Ibas!?." Dias mengatakan itu dengan nada penuh penekanan.
" Loh, bapak udah punya istri ternyata?." Nasya tampak sangat kaget mendengar kalau Ibas sudah mempunyai istri
" Bapak?, dia siapa sih Ibas?."
" Dia Sekretaris pribadi baru saya."
" Cuma Sekretaris kok berani nanya gue siapa, haduhh, udah deh ya, kalian lebih baik balik aja ke kantor, makan siang di kantin kantor, ngapain pake acara makan siang di luar kantor, mana masih Sekretaris baru lagi."
" Kita cuma makan aja Dias, gak ada yang lebih." jawab Ibas
" Cuma?, gila aja, balik deh, apa aku telpon Bella kesini ya??."
" Gak perlu, jangan merepotkan Bella." Mereka langsung berlalu pergi meninggalkan Dias.
Bella memang membutuhkan sosok seperti Dias di samping nya, karena dengan Dias akan lebih mudah untuk Bella membalaskan perbuatan Ibas padanya.
Gila aja itu perempuan, pake nanya siapa lagi, belum aja dia ketemu Bella, langsung mundur teratur dia.
Ibas tidak mau kalau Bella tahu dia makan siang bersama dengan Nasya tadi, karena Ibas tidak mau kalau Bella bersifat seperti dulu lagi kepada dirinya.
__ADS_1
Bella tidak di beritahu oleh Dias kalau Ibas tadi makan siang bersama dengan Nasya, dia sengaja tidak memberitahu nya, karena dia tidak mau kalau hal hal seperti itu mengganggu pikiran Bella nanti.
" Kamu darimana Di?."
" Tadi rencana nya cari makan, tapi gak jadi keburu bad mood."
" Lagian ngapain cari makan jauh jauh?, di kantin banyak makanan enak."
" Sekalian jalan jalan Bell."
Hari ini Bella punya kesempatan untuk mengurus perusahaan nya, karena alasan dia sedang menemani Dias, Bella dari tadi mulai memperhatikan apa yang salah di perusahaan nya sejak Bella tidak pernah datang ke kantor lagi.
" Sonya, ini kita punya kerja sama dengan perusahaan yang lumayan ternama itu kan?."
" Iya Bell,cuma aku belum berani terima karena gak ada kamu, jadi aku nunggu kamu aja gimana."
" Yaudah, kita terima ini, ini bakal jadi investor yang besar untuk perusahaan."
Ketika Bella membuka E-mail, Bella tidak sengaja menemukan pesan dari satu perusahaan yang benar benar Bella sukai, perusahaan tersebut mengajak perusahaan Bella untuk bekerja sama dan menjadi investor besar untuk perusahaan Bella.
" Kenapa sih Bell, keliatan nya happy banget kamu?."
" Kamu tahu perusahaan yang dulu pernah saya bilang kan, perusahaan yang selalu saya impikan?."
" Iya kenapa memangnya?."
" Sekarang peusahaan itu mengajak kerja sama dan mau menjadi investor untuk perusahaan ini."
" Wah gila, itu perusahaan benar benar besar Bell, hebat kamu Bell."
Hari itu suasana hati Bella benar benar sangat baik, dia bahagia, dan juga terharu. Bella sudah mengkonfirmasi bahwa dia menerima tawaran kerja sama tersebut, dan Bella langsung menghubungi perusahaan tersebut tadi.
Sore ini Bella dan Dias berencana untuk berbelanja pakaian, karena Bella benar benar ingin tampil sempurna besok, dia harus benar benar terlihat sangat sempurna di hadapan semua orang disana.
" Asyik bener begini haha, shooping every day, kalau begini aku mana mau pulang lagi Bell."
" Dasar, kalau nanti kamu bisa kerja dengan baik Di, saya akan kasih kamu sesuatu yang benar benar kamu suka, bagaimana?."
__ADS_1
" Setuju!!, sangat setuju, tidak ad penolakan sama sekali nyonya Bella!!." Dias sangat bersemangat.
Bella tidak memikirkan Ibas sama sekali hari ini, bahkan Ibas tidak ada di pikiran Bella sedikitpun, berniat untuk menelpon Ibas saja pun Bella tidak lakukan.
Ini benar benar kesempatan besar untuk Bella, dia akan menyempurnakan perusahaan nya dan menjadi wanita karir yang benar sangat sukses dan sempurna, Bella sangat terobsesi dengan hal semacam itu.
" Bell, kaya nya kamu harus pake warna yang santai deh, tapi kelihatan sexy fomal gitu, ngerti kan?."
" Coba kamu pilihkan untuk saya, kali ini saya percaya dengan pilihan kamu."
Mendengar itu barusan, Dias benar benar sangat bersemangat, jarang jarang Bella mau memakai pilihan dari nya.
" Tunggu disini Bella, aku akan memilihkan sesuatu yang benar benar sempurna untuk mu, percayalah, kali ini aku benar benar tidak mengecewakan." Dengan buru buru dan teliti Dias memilihkan dress yang cocok untuk Bella gunakan besok.
Dias, kamu itu lucu sekali, kenapa begitu exited aku suruh untuk memilihkan dress yang cocok untuk ku, dari dulu aku tidak pernah mau memakai apa yang kamu pilihkan karena kamu sangat rusuh Di, tapi sekarang kita berdua sama sama sudah dewasa, tapi kamu masih seperti adik kecil untuk ku.
Bella memperhatikan Dias dari kejauhan, sambil tersenyum Bella melihat tingkaj Dias yang sangat lucu menurut nya, tapi tidak bisa di hindari, Dias memang sangat meyebalkan.
**Telpon Bella Berdering!!!!!!
" Dimana Bella?, kamu dirumah?."
" Oh Ibas?, saya tidak dirumah sekarang, saya sedang bersama dengan Dias."
" Belum pulang juga sayang?, ini sudah hampir malam."
" Setengah jam lagi mungkin, kamu sudah pulang?."
" Belum, aku ada lembur malam ini, mungkin akan pulang terlambat."
" Baiklah, jangan lupa makan malam, pulang lah jika sudah lelah, jangan terlalu di paksa."
" I love you Bella."
" Yaa, saya tutup telpon nya Ibas**."
Bella tidak menjawab ucapan dari Ibas, karena memang Ibas tidak pantas mendapatkan nya menurut Bella, akan ada laki laki hebat yang akan mendapatkan ucapan itu dari Bella suatu saat nanti.
__ADS_1