
Tidak ada hal apapun yang terjadi antara Bella dan Ibas setalah makan malam,keduannya lelah dan langsung tidur.
" Bangun, hari ini harus bekerja kan, jadi ayo bangun.." Bella membangunkan suami nya yang masih tertidur lelap.
Bella hari ini juga akan bekerja sama seperti suami nya, dari Bella masih gadis dia sudah terbiasa untuk bekerja, jika diam saja dirumah itu malah membuat Bella merasa bosan.
" Bangun Ibas, saya hanya membangunkan mu 2 kali tidak ada untuk yang ke 3 kalinya, saya tunggu kamu di bawah, kalau kamu tidak bangun juga itu terserah kamu, baju dan semua perlengkapan mu sudah saya siapkan, jadi cepat bangun.."
Entah bagaimana perjalanan pernikahan antara Bella dan Ibas untuk kedepannya, mereka berdua bahkan juga tidak mengetahui nya. Bella yang memiliki sifat dingin namun penuh dengan perhatian, sementara Ibas yang memiliki sifat humble dan penyayang.
" Kamu belum pergi ternyata Bella?.."
" Ayo cepat duduklah, saya akan menunggu sampai kamu menyelesaikan sarapan mu.."
Bukan nya berangkat sedari tadi, namun ternyata Bella masih menunggu suami nya yang tak kunjung bangun itu.
" Kalau nanti saya pulang terlambat saya akan beritahu kamu, saya pasti akan siapkan makanan untuk kamu jadi jangan khawatir.."
" Kalau kamu sibuk kamu tidak perlu menyiapkan segalanya Bella, aku bisa mengerti.."
" Jangan melarang saya yang sudah menjadi tugas saya.."
Setelah ketegangan kecil yang terjadi di ruang makan tadi, Bella dan Ibas berangkat masing masing ke kantor mereka, Ibas berniat untuk mengantar Bella namun Bella menolak dan memilih mengendarai mobil miliknya sendiri.
" Pak Ibas, boleh saya masuk?.."
" Silahkan masuk.."
" Saya terkejut sekali mendengar berita bahwasan nya bapak sudah menikah dari rekan disini.."
Emi adalah sekretaris di perusahaan Ibas, Emi sudah sejak lama mengagumi Ibas atasan nya itu. Namun tidak sedikitpun Ibas pernah memandang dirinya.
" Ah memang pernikahan saya kemarin sangat tertutup, hanya kerabat dekat saja yang hadir, dan juga belum banyak yang mengetahui nya.."
" Selamat ya pak, semoga saja istri bapak itu bisa melayani bapak dengan baik, juga dia tidak menuntut ini itu dari bapak.."
Emi mengatakan hal tersebut dengan nada penekanan dan raut muka yang terlihat sangat sinis.
__ADS_1
Enak aja, dari dulu aku yang selalu perhatian, aku yang selalu mengurus apapun tentang Ibas, tapi sekarang dia menikah dengan wanita lain?, jangan harap wanita itu akan tenang menjalani kehidupan pernikahan nya dengan Ibas, aku akan membuat dia sadar dimana posisi nya.
Ibas terlihat bukan seperti lelaki yang gampang di goda oleh wanita lain, karena menurut nya dia sudah memiliki Bella yang benar benar sempurna dan itu sudah lebih dari cukup.
" Bella, kamu beneran yakin mau tetap lanjut pernikahan kamu ini?.."
" Yakin, mungkin awalnya sulit tapi tidak ada salahnya di coba.."
" Bell, tapi jujur aja kamu terlalu sempurna untuk di miliki seseorang Bell!."
" Kamu belum melihat suami ku, dan belum pernah bertemu dengan nya, suami ku adalah laki laki idaman semua wanita, dia mapan dan tampan, hanya saja sekarang aku belum bisa menerima dia sepenuhnya.."
" Kenapa kamu gak kasih tau kita siapa suami kamu Bell?, jadi kalau dia macam macam kita gampang kenalin nya.."
" Sudah, urusan rumah tangga ku biar kan aku yang atasi, kalian hanya perlu lihat dan perhatikan.."
Bella bekerja sebagai Designer, CEO, dan juga pengusaha, banyak brand brand ternama yang telah di keluarkan oleh Bella, Ibas bahkan tidak mengetahui bahwa Bella bekerja di banyak bidang, yang Ibas ketahui adalah Bella hanya bekerja sebagai Model di sebuah perusahaan.
Telpon Ibas berdering!!!!
" Sayang, aku baru selesai meeting dan belum sempat makan siang."
" Saya sudah mengirimkan makanan untuk kamu makan, lihat di bawah, makan dan habiskan, lalu minum juga vitamin itu.."
" Kenapa kamu harus repot repot seperti ini Bella?, aku bisa makan di kantin perusahaan.."
" Makan dan habisi, semoga hari mu menyenangkan Ibas.."
Terkesan kaku dan dingin, namun perlakuan Bella pada Ibas benar benar sangat manis. Bella tidak membiarkan suami nya kekurangan perhatian dari dirinya, sebaik mungkin dia akan melayani Ibas.
" Pak, boleh saya makan di sini pak?."
" Silahkan saja.."
" Bapak kenapa gak bilang saya kalau mau pesan makanan pak?."
" Ini dari istri saya, dia memberi saya semua ini.."
__ADS_1
Mendengar jawaban Ibas barusan benar benar membuat hati Emi terasa panas.
" Seharusnya istri bapak sendiri yang mengantarkan makanan ini pak, bukan malah menyuruh orang lain yang mengantarkan nya.."
" Omongan kamu ada benarnya juga, ya tapi sudahlah.."
" Kalau saya jadi istri bapak, sudah setiap hari saya akan mengantarkan makanan untuk bapak.."
Segala cara terus dilakukan Emi untuk mendapatkan hati Ibas, bahkan nampaknya pelan pelan Emi selalu ingin menjelekkan Bella di depan Ibas.
Hari ini Bella berencana untuk pulang lebih cepat dari suami nya, Bella berniat memasak untuk Ibas malam ini, namun ternyata lagi lagi Bella harus lembur.
Telpon Ibas Berdering!!!!
" Ibas malam ini saya sepertinya akan lembur, jadi saya tidak bisa memasak makan malam untuk kamu.."
" Kamu lembur?, yasudah aku akan beli makan di luar saja nanti.."
Tanpa disadari dari tadi Emi mendengarkan pembicaraan antara Ibas dan Bella.
" Pak, tadi saya gak sengaja dengar, hari ini istri bapak lembur ya?.."
" Oh iya benar, kenapa?."
" Kalau bapak gak keberatan saya bisa memasak untuk bapak malam ini, bagaimana pak?."
" Kamu yakin?, kamu gak akan repot?."
" Tentu aja gak pak.."
Tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Ibas, kenapa dia menerima tawaran dari Emi yang hanya perempuan lain.
Selang beberapa menit perjalanan, Ibas dan Emi pun sampai di kediaman Bella dan Ibas. Mata Emi tidak berkedip melihat rumah besar dan megah itu, belum lagi di tambah koleksi tas, sepatu Bella yang sengaja dia letak sebagian di area luar kamar.
Ini pasti barang barang yang di belikan Ibas untuk wanita itu, tidak lama lagi semua akan menjadi milikku, tas dan semua sepatu mewah ini pasti akan aku milikki.
Emi mengira bahwa semua itu adalah pemberian dari Ibas, namun dia salah, itu semua adalah milik Bella yang Bella beli dengan uang miliknya sendiri.
__ADS_1