
Hari demi hari telah di lalui Bella bersama dengan Ibas, tidak ada yang berubah, Ibas dan Emi masih terus sama seperti biasa, namun tidak ada hubungan di antara mereka, hanya Emi yang terus menerus mendekati Ibas, namun sama sekali tidak ada penolakan dari Ibas sama sekali, dan itu yang membuat Emi semakin medekati dirinya.
" Bella kita ada kunjungan ke luar negeri untuk promosi brand terbaru kita, bagaimana menurut mu?.."
" Terima, aku akan pergi kesana untuk menghadiri promosi brand terbaru kita, kalian tetap disini saja.."
Sementara disisi lain Ibas masih sibuk dengan berkas berkas yang harus di tanda tangani nya.
" Kenapa sampai sekarang istri bapak belum hamil juga?, apa dia tidak bisa hamil?.." Pertanyaan yang sangat lancang dan sensitif yang di lontarkam Emi kepada Ibas begitu saja.
" Jaga bicara kamu, saya ini atasan kamu, jangan mencampuri apa yang bukan menjadi urusan kamu, cukup kamu mau tau lebih mengenai rumah tangga saya Emi!.." Baru kali ini nada bicara Ibas benar benar kasar pada Emi dan itu membuat Emi terdiam.
Bisa bisanya Ibas membentak ku, dia membentakku hanya karena wanita itu, dia selalu saja membela wanita itu, tentu saja aku akan bertanya kenapa sampai sekarang wanita itu belum mengandung, apa jangan jangan dia tidak bisa punya keturunan, jika begitu itu sangat bagus untuk ku.
Entah atas dasar apa Emi punya pemikiran seperti itu, bahkan itu sudah sangat berlebihan jika di ingat, Bella belum mengandung sama saat ini karena Bella dan Ibas sama sekali belum pernah melakukan hubungan badan, semenjak mereka menikah Bella tidak pernah berhubungan badan dengan Ibas sekalipun, bukan tidak mau, hanya saja Bella belum siap apabila nantinya dia akan mengandung anak Ibas di dalam rahim nya, Bella benar benar masih ragu, berkali kali Ibas memintanya dari Bella, namun Bella tidak pernah memberikan nya pada Ibas.
" Besok saya akan ke luar negeri untuk masalah pekerjaan, kamu tidak masalah bukan jika saya pergi?.."
" Terus saja urusi pekerjaan mu itu Bella, setiap hari kamu hanya bekerja bekerja dan bekerja, kamu anggap aku ini apa Bella?.."
__ADS_1
" Bagaimana maksud mu Ibas?.."
" Apa kamu tidak berpikir, kamu belum menjadi istri yang baik untuk ku, bahkan kamu tidak menjalankan kewajiban mu sebagai seorang istri untuk melayani ku sebagai suami mu!.."
" Saya sudah menjalankan tugas saya sebagai seorang istri, hanya saja kamu tidak mengetahui itu Ibas.."
" Apa yang tidak aku ketahui?, kamu hanya memasak dan menyiapkan pakaian ku, itu saja bukan?.."
" Terserah jika menurut mu seperti itu, saya tidak ingin berdebat.."
Bella sama sekali tidak ingin memperpanjang keributan yang terjadi antara dirinya dan Ibas, menurut Bella percuma saja jika dia melanjutkan nya, yang ada tidak akan ada habisnya bahkan sampai besok.
" Kenapa wajah bapak hari ini keliatan kusut sekali?.." Emi bertanya karena melihat wajah Ibas yang tampak murung.
" Kamu jangan banyak tanya, kepala saya sakit mendengarnya.."
" Yasudah, bagaimana jika saya berikan sedikit pijatan untuk bapak, biar bapak merasa tenang.." Tanpa menunggu persetujuan dari Ibas, Emi langsung mendekat pada Ibas, dia langsung memijat kepala Ibas, memijat pundak nya, dan tanpa penolakkan, Ibas terlihat sangat menikmati pijatan itu.
" Saya sudah lama tidak di pijat seperti ini, pijatan mu enak sekali Emi.." Puji Ibas
__ADS_1
" Tentu saja pak, saya bisa memijat bapak kapanpun itu, bahkan lebih dari sekedar itu saya juga bisa pak, bahkan dengan senang hati.." Tangan Emi mengelus dada Ibas dan berusaha menggodanya.
Ibas yang merasa dirinya tidak pernah di layani seperti ini oleh Bella pun tidak menolak setiap gerakkan yang di lakukan Emi pada tubuhnya. Sampai dimana Emi benar benar melakukan hal yang sudah di luar batasnya dengan Ibas, Emi sangat menikmati begitu juga Ibas.
Seementara disisi lain, Bella yang hanya sibuk dengan pekerjaanya tidak mengetahui bahwa suami nya telah benar benar mengkhianati nya, bagaimana perasaan Bella jika dia tahu Ibas sudah berhubungan badan dengan Emi, wanita yang memang selalu ingin menggoda suami nya.
" Awww, sakit sekalii, kenapa tangan ku tiba tiba bisa tergores?." Entah pertanda atau apa tapi tiba tiba saja perasaan Bella benar benar tidak nyaman, Bella ingin segera pulang, tapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya.
Disisi lain Ibas dan Emi masih terus melakukan kegiatan mereka, bahkan mereka melakukan itu dalam area kantor, Emi benar benar telah membuat Ibas begitu menikmati setiap bagian tubuhnya, sampai Ibas melupakan semuanya.
" Bagaimana pak?, apa bapak menyukainya?."
" Saya benar benar menikmatinya, kita akan bermain lagi lain waktu, saya akan terus bermain dengan kamu Emi.."
" Benarkah?, lain kali saya akan membuat bapak tidak berdaya di pelukan saya.."
Bella sama sekali tidak pernah berniat untuk mengkhianati Ibas sedikitpun, tapi nyata nya suami nya lah yang mengkhianati dirinya dengan begitu tega.
Sejujurnya Bella sudah menyayangi Ibas, Bella selalu menceritakan Ibas kepada teman baik nya, Bella selalu menceritakan bahwa Ibas adalah suami terbaik yang dia punya, namun justru laki laki yang Bella anggap sebagai suami terbaiknya adalah laki laki yang terbaik dalam hal mengkhianati dan menyakiti hatinya.
__ADS_1
Ibas sedang apa ya sekarang?, apa dia sudah makan?, mudah mudahan sudah, tidak mungkin untuk sekarang aku beritahu Ibas yang sebenarnya, aku akan biarkan saja sampai waktu nya nanti tiba..