
Nasya dan Ibas saat ini sedang makan siang di kantin kantor, Ibas tidak berani lagi untuk mengajak Nasya makan di luar kantor, karena dia takut jika akan bertemu dengan Dias untuk yang kedua kalinya.
Sementara Bella dan Arkan juga makan siang, beda nya Bella dan Arkan makan siang di restoran sebrang kantor Ibas yang pernah Ibas dan Nasya datangi kala itu. Bella dan Arkan perlahan lahan mulai akrab satu sama lain, pembicaraan mereka tidak terlihat canggung seperti awak perjumpaan mereka.
" Pak, istri bapak gak pernah keliatan datang ke kantor ya sepertinya."
" Dia dulu sering datang ke kantor ini, sekarang sepertinya dia sedang sibuk."
" Begitu, istri bapak kerja ya?, makanya dia jarang datang ke kantor bapak?."
" Dia seorang model terkenal, dia memang sangat sibuk setiap hari nya."
" Oh iya pak?, kalau saya boleh tau siapa nama istri bapak?, siapa tahu saya juga mengenalnya."
" Bella, nama nya Bella, dia sangat cantik dan baik hati."
" Ohhh Bella, saya tahu, saya juga menyukai nya, bahkan saya mengikuti dia di media sosial dia pak, dia memang cantik, dia juga sexy, saya kira dia belum menikah pak."
" Pernikahan kami memang tidak di publikasikan, hanya beberapa orang terdekat saja yang tahu."
Bella mempunyai banyak pengikut di media sosial miliknya, tidak heran karena Bella memang terkenal, bukan hanya karena parasnya yang cantik, tapi juga karena kecerdasan dan kebijakan Bella.
" Kamu boleh menemui suami mu jika kamu mau Bella." Ucap Arkan tiba tiba
" Untuk apa?, tidak perlu, saya bertemu dengan nya setiap hari di rumah, jadi tidak perlu melakukan itu saat jam kerja Arkan."
" Saya hanya menawarkan, karena kantor suami kamu juga dekat kan."
Tentu Bella menolak, karena memang dia dan Ibas sedang berkelahi, dan juga Bella malas datang ke kantor Ibas untuk urusan yang tidak begitu penting, Bella bisa bertemu dengan Ibas setiap hari di rumah, jadi untuk apa melakukan itu.
" Oh iya pak, saya pernah dengar kalau dulu bu Bella punya pacar, dan bu Bella sangat mencintai pacar nya itu, makanya saya terkejut mendengar bapak menikah dengan bu Bella."
" Saya tidak tahu mengenai hal itu Nasya, yang saya tahu, sekarang Bella sudah menjadi milik saya."
Karena Nasya adalah pengikut Bella jadi dia tahu banyak mengenai Bella, benar memang dulu Bella mempunyai pacar dan Bella sangat mencintai pacar nya itu, mereka bahkan sudah mempunyai rencana untuk menjalin hubungan yang lebih serius, mereka berdua selalu mempiblikasikan hubungan mereka kepada publik, mereka terlihat serasi, namun sayang nya takdir berkata lain, pacar Bella meninggal dunia karena penyakit jantung yang di derita nya. Sejak saat itu Bella sangat terpuruk, Bella memutuskan untuk tidak berpacaran lagi, namun kedua orang tua nya malah menjodohkan nya dengan Ibas saat itu.
Setelah mereka masing masing selesai makan siang kedua nya kembali menjalankan pekerjaan mereka.
" Bella, sepertinya hari ini sudah cukup, kita kembali saja bagaimana?, hari juga semakin panas, nanti kulit putihmu bisa terbakar."
" Tidak, tenang saja, saya tidak setakut itu dengan sinar matahari Arkan, kamu kira saya ini perempuan manja ya?."
" Tidak, kamu bukan perempuan manja Bella, tadi itu cuma bercanda.'
__ADS_1
Ibas masih memantau Bella dari ruangan nya, dia melihat Bella dan Arkan pergi masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi pembangunan proyek, Ibas bergegas pergi mengejar Bella dan Arkan.
" Pak, bapak mau kemana pak?, ini masih banyak yang harus di tanda tangani." Ujar Nasya ketika melihat Ibas terburu buru pergi
Nasya mengikuti Ibas sampai ke parkiran mobil.
" Pak, bapak mau kemana pak?, saya ikut pak, ini berkas nya harus selesai hari ini juga." Nasya masuk ke dalam mobil Ibas begitu saja dan Ibas langsung melajukan mobil nya mengikuti kemana Bella dan Arkan pergi.
Bella tidak tahu kalau dia sedang di ikuti oleh Ibas dan Nasya, sementara Arkan, dia tahu kalau mereka sedang di ikuti dari belakang.
" Bella, kita mau langsung pulang atau bagaimana?."
" Gimana kalau kita ke tempat properti saja, kita bisa sambil membeli mana yang akan kita beli untuk gedung baru itu nanti."
" Good idea."
Arkan menuruti permintaan Bella dan menuju sebuah toko untuk membeli properti yang akan mereka gunakan untuk mengisi gedung baru mereka nanti.
Mau apa mereka ke toko properti itu, apa sebenarnya yang di lakukan Bella dan Arkan itu?.
Ibas terus mengikuti Bella dan Arkan, bahkan sekarang Nasya juga tahu kalau Ibas sedang mengikuti Bella.
Arkan turun dan membuka kan pintu mobil untuk Bella, sekilas Arkan melirik siapa sebenarnya yang dari tadi mengikuti mereka, sampai Arkan tahu kalau itu adalah Ibas suami Bella.
" Iya kamu bisa sendiri, tapi kamu sangat suka jika seseorang membuka kan pintu mobil untuk mu bukan?." Bella lumayan terkejut dengan perkataan Arkan barusan, karena hanya seseorang saja yang tahu kalau Bella sangat suka di bukakan pintu mobil ketika dia ingin turun.
Bella tidak pernah tersenyum seperti itu dengan ku, kenapa sekarang dia tersenyum seperti itu kepada Arkan, Bella juga tidak pernah terlihat akrab dengan ku yang bahkan suami nya sendiri, tapi dengan laki laki itu kenapa dia seperti itu?.
" Bu Bella tampak akrab sekali dengan pak Arkan." Di tambah mendengar omongan Nasya barusan hati Ibas semakin menjadi panas.
Di dalam para pegawai menyambut kedatangan Bella dan Arkan, karena memang mereka mengenal kedua nya, siapa yang tidak mengenal Bella dan Arkan, pemilik perusahaan terbesar saat ini.
" Selamat sore pak, bu, ada yang bisa kami bantu?." pegawai menawarkan dengan lembut dan sopan
" Iya terimakasih mbak, kami akan melihat lihat lebi dulu, nanti jika ada yang mau kami tanyakan kami akan memanggil kalian ya." Ucap Bella dengan ramah kepada para pegawai
Ibas dan Nasya turun dari mobil dan masuk ke dalam toko dimana ada Arkan dan Bella disana.
Sementara Bella dan Arkan masih asyik melihat dan memilih barang mana yang cocok untuk mengisi gedung baru mereka nanti. Arkan tampak sibuk menawari Bella barang barang yang unik dan lucu, Bella yang melihat tingkah Arkan pun tertawa kecil.
" Bella!!, jadi begini yang kamu lakukan di belakang ku?!!." Ibas tiba tiba datang menghampiri Bella dan menggenggam pergelangan tangan Bella dengan kasar
" Ibas?, lepaskan dulu ini sakit!!." Pinta Bella sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Ibas yang sangat kuat di pergelangan tangan nya.
__ADS_1
" Apa apaan ini!, lepaskan tangan mu dari Bella!." Arkan menarik Bella dan melepaskan tangan Ibas dari pergelangan tangan Bella
" Jadi begini Bella, kamu pergi pagi, pulang sampai tengah malam, ternyata kamu pergi dengan laki laki lain begitu?, aku kurang apa Bella?, apa uang yang aku berikan masih kurang iya?, sampai sampai kamu berselingkuh dengan lelaki yang lebih kaya!."
Ibas benar benar bertubi tubi menuduh dan memojokkan Bella, bahkan Ibas membentak Bella.
" Hentikan Ibas, hentikan omong kosong ini, tidak ada yang berselingkuh disini, jangan mencoba untuk menuduh saya!." Tegas Bella
" Tidak kamu bilang?, jangan munafik Bella, kamu pergunakan wajah cantik kamu itu untuk menggoda laki laki kaya kan?, kamu gunakan tubuh mu yang mulus itu untuk semua itu?."
" Ibas!!, cukup!, jangan sampai kamu menyesali perkataan kamu barusan!."
Arkan yang melihat pertengkaran antara Bella dan Ibas ikut geram, dia geram melihat Ibas yang tidak bisa menjaga kehormatan dan harga diri Bella di depan orang banyak, rasanya ingin sekali Arkan menghajar Ibas sekarang juga.
Sementara Nasya, dia tampak menikmati pertengkaran antar Ibas dan Bella ini, Nasya tersenyum di belakang mereka, dia sangat senang karena Bella di permalukan oleh suami nya sendiri.
" Kenapa aku harus menyesali ucapan ku?, kenapa?, Bella aku tidak menyangka ternyata kamu serendah ini Bella."
" Hentikan Ibas, jangan sampai saya habisi kamu disini!, jaga ucapan mu pada Bella!." Arkan memotong pembicaraan Bella dan Ibas
Mendengar itu orang orang yang ada disana benar benar sangar memperhatikan mereka, sekarang mereka menjadi pusat perhatian disana.
" Jangan ikut campur, kau tidak malu berselingkuh dengan istri orang?."
" Untuk apa saya malu?, saya dan Bella tidak berselingkuh, untuk apa malu?."
" Jangan berkelak lagi, kalian sudah tertangkap basah sekarang, dan kamu Bella, ternyata kamu memang serendah ini."
Bummm!!!!
Arkan meninju bibir Ibas, saat ini kesabaran nya benar benar habis, Arkan tidak bisa melihat seorang wanita di rendahkan seperti itu di hadapan orang ramai, dia sudah memperingatkan Ibas dari awal, namun Ibas tidak mau mendengarkan.
Ibas terjatuh sewaktu menerima tinjuan dari Arkan, bibir Ibas sobek dan mengeluarkan banyak darah.
" Pak Ibas!!." Nasya langsung memegangi Ibas saat itu, Nasya tampak sangat perduli dengan Ibas dan itu membuat Bella melirik mereka dengan tatapan yang sinis
Sementara Arkan hanya melihat Bella saja.
" Jangan takut Bella, tidak ada yang boleh melukai harga dirimu seperti ini."
" Arkan, jangan seperti ini ya, biarkan saja dia, biarkan mereka, ayo kita pergi saja Arkan."
Bella dan Arkan meninggalkan Ibas bersama dengan Nasya, Bella benar benar tidak mau lagi mengenal Ibas atau berhubungan dengan nya, Ibas sudah membuat kebencian Bella menjadi lengkap sekarang, sudah tidak ada lagi alasan bagi Bella untuk tidak membenci Ibas.
__ADS_1