STUPID PELAKOR

STUPID PELAKOR
Puas


__ADS_3

Kepala Bella masih di penuhi dengan rasa bingung yang luar biasa atas kasus pembunuhan yang terjadi pada Emi, dia tidak bisa berpikir bagaimana bisa terjadi secepat itu, Bella terus menerus berpikir namun tidak kunjung mendapatkan jawaban dari kebingungan nya itu. Rasanya Bella ingin mencari tahu bagaimana bisa Emi di bunuh secara tiba tiba, karena menurut Bella ini sangat mendadak, namun disisi lain Bella juga berpikir bisa saja ini memang sudah musibah untuk Emi atas perbuatan nya.


" Kamu menelpon siapa Ibas?, kenapa harus menjauh?."


" Tidak Bella, aku tadi menerima telpon dari pihak kepolisian, mereka bertanya mau di lanjut atau di tutup kasus ini."


" Lalu kamu bilang apa?, kamu mau tutup kasus nya?."


" Tentu saja Bella, kalau terus berlanjut ini bisa berdampak buruk untuk perusahaan ku, nama perusahaan ku akan tercemar." Bella menatap bingung Ibas, Bella bingung atas sikap Ibas yang terlihat netral dan bahkan tidak memperlihatkan kalau dia sedang berduka, padahal Emi adalah wanita simpanan dirinya.


Ibas benar benar sangat rapih mengerjakan rencana besar ini, dengan waktu yang terbilang sangat singkat Ibas bisa menghabisi Emi dengan begitu kejam, tidak ada satu pun orang yang mengetahui asal usul pembunuhan yang terjadi pada Emi, karena memang keadaan di malam itu sangat sepi, hanya ada beberapa pengguna jalan saja.


Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa mengancam rumah tangga kita Bella, kamu akan tetap menjadi milikku, bahkan jika kau tidak mau pun aku akan tetap menjadikan mu sebagai milikku, satu penghalang yang berusaha menghancurkan rumah tangga kita sudah aku lenyapkan Bella, sekarang yang tersisa hanya kita berdua, dan tidak akan ada lagi penghalang di antara kita.


Hampir setengah jam Bella, Ibas, dan lainnya berada di tempat kejadian dimana Emi terbunuh, Bella masih memandangi bekas dimana Emi mengeluarkan banyak darah, Bella cukup prihatin atas kematian Emi ini, walaupun Emi sudah menyakiti hatinya namun tetap saja Bella juga tetap seorang manusia dan wanita yang mempunyai hati.


" Bella, kamu yang bernama Bella bukan?.." Seorang wanita paruh baya berlari mendekati Bella dan menarik narik tangan Bella sehingga membuat Bella terkejut termasuk semua orang yang ada disana.


" Bella, kamu harus tau sesuatu Bella, kamu harus tau kalau...." Belum sempat melanjutkan omongan, Ibas sudah memotongnya


" Siapa kau ini?, lepaskan tangan mu dari istriku, lancang sekali, kalian kenapa bisa kalian membiarkan dia menyentuh Bella ku!!."


" Bella tolong dengarkan aku, aku akan memberitahu mu sesuatu Bella, kau harus tau.."

__ADS_1


" Cepat bawa wanita ini menjauh dari bu Bella, bawa pergi dia, jangan biarkan dia datang kembali!.." perintah Ibas


" Tunggu dulu Ibas, ada apa?, kenapa kamu menarik narik tangan saya seperti ini?, kamu mau menyampaikan apa?.." Bella menghentikan Ibas agar tidak dulu mengusir wanita paruh baya itu


" Bella!!, kau harus bertanggung jawab atas kematian anak ku Bella!!, anak ku tiada karena kau, ini semua karena kau Bella!!."


" Apa maksudmu?, anak mu tiada karena saya?, apa yang saya lakukan dengan anak mu?.." Bella terkejut mendengar perkataan wanita itu padanya barusan


" Emi di bunuh karena kau, kau benar benar perempuan tidak tahu diri Bella, perempuan rendahan!!!."


" Sudah cukup!, berani nya kau berkata seperti itu pada istriku dasar wanita gila!, seret dia pergi dari sini, dan pastikan kasus ini di tutup hari ini juga, kasus ini tidak ada hubungan nya dengan perusahaan kita, mengerti kalian semua!." Ibas menarik tangan Bella lalu kemudian pergi meninggalkan tempat kejadian.


" Kenapa wanita tadi berbicara seperti itu pada saya?."


" Matanya seperti dia menaruh dendam dan kemarahan yang dalam untuk saya."


" Sudah Bella, dia hanya frustasi karena anak nya telah di bunuh, jadi dia sembarang melampiaskan semua itu kepadamu."


Tidak mungkin bagi Bella jika wanita tadi hanya sembarang melakukan hal itu, dia adalah ibu Emi, tidak mungkin jika ibu nya tidak mengetahui hubungan antara Ibas dan Emi, bahkan Bella berpikir, darimana wanita itu bisa mengenal Bella kalau bukan dari Emi anak nya, mungkin Emi pernah bercerita mengenai Bella pada ibu nya.


Sepanjang jalan Bella masih terus memikirkan perkataan ibu Emi tadi, Bella bukan takut, hanya saja Bella tidak mau jika ada orang yang menganggap kematian Emi adalah sebab dirinya. Sementara Ibas hanya memandangi Bella sesekali karena dia sedang mengemudi.


" Bella sudahlah, kita ke rumah orang tua ku sekarang ya, agar pikiran mu juga tenang."

__ADS_1


Ibas dan Bella pergi menuju kediaman orang tua Ibas, sudah lama juga Bella tidak berkunjung ke rumah mertua nya, apalagi Ibas, dia bahkan lebih jarang mengunjungi kediaman orang tuanya sendiri di bandingkan dengan Bella.


" Bella, Ibas!!, ya ampun kalian datang, kenapa kalian tidak telpon dulu."


" Mama, apa kabar ma?, Bella dan Ibas sengaja tidak menelpon mama.."


" Mama baik sayang, Ibas kamu jarang sekali datang mengunjungi mama, bahkan lebih sering Bella mengunjungi rumah ini di bandingkan dengan kamu."


" Ibas sibuk kerja ma, lagi pula sudah di wakilkan oleh Bella bukan?.."


" Kapan kalian akan pergi berbulan madu?, semenjak kalian menikah kalian bahkan belum pernah berbulan madu."


" Tidak usah ma, lagi pula Ibas kan juga sangat sibuk bekerja."


" Jika kamu mau kita akan pergi sayang, masalah pekerjaan aku bisa menghandle semuanya, apapun yang kamu mau, jika kamu ingin kita pergi maka kita akan pergi."


" Nah, seperti itu baru namanya suami yang mengerti istrinya."


Ma, asal mama tahu kalau anak mama ini sudah mengkhianati Bella ma, dia sudah benar benar menghancurkan kepercayaan Bella, ma Bella benar benar tidak sanggup jika mama sampai mengetahui hal itu, Bella tau pasti hati mama akan hancur seperti Bella ma, mama begitu menyayangi Bella seperti anak mama sendiri, tapi Bella harus membalas semua pengkhianatan itu ma, maafkan Bella jika suatu hari nanti Bella akan menyakiti hati putra mama.


Melihat kasih sayang mertua nya yang begitu tulus dengan nya dan Ibas benar benar membuat Bella merasa tidak enak hati untuk melukai perasaan anak nya, namun Bella juga tidak mau membiarkan begitu saja pengkhianatan yang telah Ibas lakukan padanya, Bella tidak akan luluh, Bella tidak akan kalah, Bella tetap lah Bella, yang harus membalas setiap perbuatan tidak mengenakan yang orang lakukan kepadanya.


Setelah berbincang bincang dengan orang tua nya, Ibas memutuskan untuk mengajak Bella pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


Sementara Ibas yang saat ini merasa tenang dan bahagia karena sudah tidak ada lagi penghalang untuk nya dan Bella, dan Bella yang selalu merasa benci dengan Ibas karena selalu teringat akan perbuatan nya dan Emi kala itu. Setelah kematian Emi tidak tahu apa lagi perbuatan yang akan di lakukan oleh Ibas yang akan menyakiti hati Bella lagi, akankah Ibas akan berubah dan hanya mencintai Bella saja atau malah kembali mengkhianati Bella seperti sebelumnya.


__ADS_2