
Pagi pagi sekali Bella sudah bangun dan ada di dapur untuk meyiapka sarapan Ibas, walaupun sejujurnya Bella masih sangat kesal dan jengkel tapi tetap dia menjalankan kewajiban nya. Hari ini Bella juga masih sangat sibuk, namun dia harus bisa mengantarkan makan siang untuk Ibas dan pulang ke rumah sebelum Ibas pulang, bukan karena takut akan sesuatu hanya saja Bella tidak mau rumahnya dimasuki oleh orang yang bahkan harum badan nya tidak sama dengan kualitas harum badan Bella.
" Morning Bella, kamu pagi pagi sekali sudah bangun, kenapa tidak membangunkan aku?."
" Jangan banyak bertanya, duduk dan makan, hari ini saya akan mengantarkan makan siang ke kantormu, jadi pastikan tidak ada wanita sampah berada di sekitar ruang kerja mu.."
" Jangan Bella, aku tidak mau kecantikkan mu di lihat oleh orang orang di kantorku, hanya aku yang boleh melihatnya.."
" Jangan bodoh Ibas, saya seorang model, foto saya tersebar dimana mana, bukan cuma kamu saja yang bisa melihat kecantikkan saya!.."
Mendengar jawaban dari Bella, Ibas seketika terdiam, karena memang benar yang dikatakan Bella, semua orang di dunia ini bisa melihat kecantikkan istrinya itu.
" Kalau begitu berhentilah bekerja sebagai model sayang, duduk di rumah dan temani aku, jadi cuma aku saja yang bisa melihat kecantikkan mu.."
" Mungkin orang lain bisa melihat kecantikkan saya, tapi kamu memiliki saya seluruhnya, kamu tidak perlu takut dengan hal semacam itu, saya paham posisi saya sebagai istri kamu.." Bella mengecup pipi Ibas lalu pergi meninggalkan nya di ruang makan.
Bella benar benar wanita yang cantik, bahkan aroma tubuhnya saja bisa masih tercium walaupun dia barusan pergi, bagaimana aku akan terus membiarkan istri ku yang sempurna seperti dia di lihat oleh orang lain, rasanya aku ingin egois untuk memaksa nya agar tetap tinggal di rumah.
Pernikahan Bella dan Ibas bahkan baru 3 hari berjalan, namun bagi Bella pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja, dia juga tidak pernah membicarakan mengenai suami nya kepada orang banyak, karena menurutnya itu tidak di perlukan. Beda hal nya dengan Ibas, dia ingin menyimpan Bella karena takut jika orang lain akan melihat kecantikkan istrinya itu.
"Ca, nanti sekitar jam makan siang kamu yang handle kantor ya, soalnya aku ada keperluan mendadak.."
" Tumben tumbenan Bell, biasanya juga sama hal apapun kerjaan tetap nomor 1 buat kamu.."
" Aku mau ke kantor suamiku, antar makan siang buat dia, sekalian nemenin dia makan sebentar.."
" Seriusan Bell?, gimana kalau ada yang liat nanti?.."
__ADS_1
" Ya mau gimana lagi, udah kewajiban aku sebagai istri kan, yaudah kamu tenang aja.."
Sementara di kantor Ibas, Emi masih saja menjalankan misi nya untuk merebut Ibas dari Bella, walaupun dia sudah melihat betapa cantik dan sempurnanya saingan dirinya.
" Pak, kayanya mulai sekarang saya harus satu ruangan sama bapak, karena banyak juga berkas berkas yang harus bapak pelajari, jadi agar lebih mudah aja pak.."
Mendengar itu Ibas sama sekali tidak bereaksi atau memberi pendapat sedikitpun.
Semenjak selesai dari hari pernikahan, Ibas dan Bella sama sekali belum sempat berbulan madu, di karenakan keduanya yang terus sibuk bekerja setiap saat.
" Pak, mau makan siang bareng saya?." ajak Emi yang sama sekali tidak mempunyai rasa malu
" Boleh, ayo kita makan siang bersama.."
Dan ya Ibas rupanya lupa bahwa istri nya yang sangat cantik itu akan datang ke kantor nya untuk mengantarkan makan siang dan berencana untuk menemani nya makan. Lagi lagi itu semua karena ulah Emi yang terus saja mendekati Ibas tanpa henti.
" Maaf bu, ini sedang jam makan siang, terlebih lagi apa ibu sudah membuat janji temu dengan pak Ibas?."
" Saya rasa istrinya tidak perlu bukan membuat janji temu dengan suami nya sendiri?, anda pasti paham dong?."
" Ibu istri dari bapak Ibas?."
" Yasudah tunjukan dimana ruangan suami saya!.."
Pegawai kantor itu pun membawa Bella menuju ruangan kerja suami nya, namun setelah sampai disana Bella tidak mendapati dimana suami nya berada.
" Tunjukkan saja saya dimana kantin kantor ini, bisa?.."
__ADS_1
" Baik bu?."
Kantin kantor milik Ibas di jam makan siang seperti ini semestinya sangat ramai dengan para pegawai, tidak tahu bagaimana reaksi Bella ketika melihat Ibas untuk kedua kalinya bersama dengan Emi.
" Kamu boleh pergi, terimakasih.." Bella dari jauh bahkan sudah melihat saat ini suami nya sedang makan dan duduk bersama siapa, Bella hanya tersenyum tipis dan melangkah mendekati Emi dan Ibas suami nya. Semua pegawai yang ada disana tidak berkedip dan memalingkan wajah dari Bella, tentu mereka pasti terkejut kenapa tiba tiba ada wanita secantik Bella berada di tempat kerja mereka.
" Saya rasa sudah memberikan peringatan kepada kalian berdua, dan kamu perempuan recehan?, kamu hilang rasa malu or kamu memang tidak punya rasa malu?." dengan senyum sinis Bella memandangi keduannya, terkejut bukan main itulah reaksi Emi dan Ibas tentunya.
" Sayang, kamu kenapa gak bilang kalau mau ke kantor?.." Semua mata memandang mereka, semua cukup terkejut ketika Ibas memanggil Bella dengan sebutan sayang.
" Saya mau tanya dong ke kalian semua, apa tabiat wanita ini memang seperti ini?, dari malam tadi dia terus bersama dengan suami saya.." Lagi lagi mereka semua terkejut karena ternyata wanita yang sangat cantik itu adalah istri dari bos mereka.
" Bella ayolah jangan seperti itu, kami hanya sekedar makan siang sayang, lagipula aku tidak tahu kamu akan datang?." Bella mendekat dan berbisik kepada Ibas.
" Tidak tahu kamu bilang?, kamu tuli?, tadi malam saya sudah bilang saya akan mengantarkan makan siang untuk mu.."
" Kalian semua kenapa berdiri melihat seperti itu, sudah sana bubar!!." Tiba tiba Emi berteriak
" Lancang!!, tahu diri kamu, siapa kamu bisa memerintah mereka?, kamu pikir derajat kamu tinggi karena dekat dengan Ibas?, bahkan harga diri kamu masih jauh di bawah telapak kaki saya.." dengan nada penuh penekanan Bella membalas teriakkan Emi pada para pegawai suami nya.
Malu setengah mati itulah yang sedanh Emi rasakan saat Bella menghina dirinya habis habisan di depan semua orang bahkan di depan Ibas.
" Kalian jangan pernah mendengarkan perintah dari wanita ini, dia sama dengan kalian, derajat kalian sama, dia tidak ada hak sama sekali memerintah kalian, kalian boleh membantah setiap omongan nya dan setiap perintah nya, sekarang kalian tahu saya istri dari bos kalian, jadi jika kalian kira dia dekat dengan bos kalian dan kalian merasa segan dengan nya, secepatnya kalian hapus itu dari otak kalian!.."
Setelah mengatakan semua hinaan nya kepada Emi, Bella pergi lalu membuang kotal makan yang dia bawa ke tempat sampah. Ibas berusaha mengejar Bella dan mengambil kembali tempat makan yang tadi Bella buang di tempat sampah.
Manusia dua itu benar benar sialan, mereka kira mereka sepenting apa sampai membuang buang waktuku seperti ini!!.
__ADS_1