STUPID PELAKOR

STUPID PELAKOR
Mulai Acuh


__ADS_3

Tidak mau berlarut dengan kejadian tidak mengenakkan yang Bella lihat, Bella sekarang tidak pulang ke rumah nya, melainkan tinggal di apart, Bella belum mau untuk pulang, lebih baik untuk sekarang Bella tidak kembali ke rumahnya dulu. Untuk sekarang Bella akan lebih mementingkan pekerjaan ny di bandingkan masalah rumah tangga nya, semakin dia berhasil maka akan semakin mudah baginya untuk mengatasi masalah yang ada di hidupnya.


Sebaiknya aku gak perlu menceritakan mengenai hal ini pada siapapun, kalau pun aku menceritakan nya itu justru akan memperumit keadaan, lebih baik hal ini untuk sekarang aku simpan rapat rapat, aku akan terus mempermainkan mereka berdua, aku mau lihat sampai dimana wanita itu ingin bermain main dengan ku.


Bella menelpon salah satu perusahaan dan memesan salah satu tas dari brand termahal yang mereka punya, ternyata bukan salah satu melainkan hampir semua tas dari brand termahal dari perusahan tersebut, Bella memesan semuanya dan memasukkan tagihan itu kedalam tagihan debit milik Ibas, Bella melakukan itu karena dia berpikiran santai, dia akan menghabiskan seluruh harta yang Ibas punya tanpa tersisa, bukan tanpa alasan Bella melakukan semua itu, ada hal yang memang sudah Bella rencanakan.


Disisi lain Ibas yang tidak mengetahui sama sekali bahwa istri nya sudah sejak kemarin pulang dari luar negeri, Ibas hanya sibuk bercinta dengan wanita nya yaitu Emi.


" Sayang, apa kita mau bermain lagi hari ini?.."


" Tidak untuk hari ini, seharusnya Bella sudah pulang sejak kemarin tapi sampai sekarang Bella belum kembali juga.."


" Biarkan saja dia, dia memang tidak perduli denganmu, dia sibuk dengan dunianya sendiri tanpa memikirkan bagaimana keadaan mu, sementara aku selalu memperhatikan semua tentang mu bukan, jadi untuk apa lagi pernikahan itu kalian pertahankan?.."


" Sampai kapan pun saya tidak akan mengakhiri pernikahan saya dengan Bella, saya tidak bodoh memilih untuk berpisah dengan Bella.."


Lucu memang, bahkan setelah berkhianat Ibas bahkan tidak mau berpisah dengan Bella, Ibas benar benar laki laki yang serakah.


Bella terus menyibukkan hari harinya dengan bekerja dan bekerja, Ibas bukan lagi prioritas baginya. Namun rupanya sudah berkali kali Ibas menelpon Bella dan Bella sama sekali tidak menjawabnya, apa perlu nya Bella menjawab telpon dari seorang pengkhianat, sampai kapan pun Bella hanya akan tetap membiarkan Ibas menelpon dirinya berkali kali.

__ADS_1


" Kenapa Bella ini?, dari tadi aku telpon dia gak pernah angkat, sebenarnya dia dimana?, sudah seminggu lebih dia tidak juga pulang, apa maunya sebenarnya."


Tentu saja Ibas tidak tahu bahwa Bella sudah pulang dan bahkan datang ke kantor nya waktu itu, Bella meminta agar semua pegawai tidak memberitahu Ibas ataupun Emi bahwasannya dia sudah kembali.


" Saya minta kamu cari tahu bu Bella berada di tangan perusahaan mana, saya mau informasi nya segera!." Karena telpon yang tak kunjung di jawab oleh Bella, akhirnya Ibas nekat mencari di perusahaan mana sebenarnya Bella bekerja.


Bella tidak tahu mengenai ini, dia tidak tahu kalau Ibas akan mencari tahu dimana Bella bekerja. Sampai tiba tiba Sonya datang memberitahu Bella kalau barusan staf suaminya menelpon ke kantor mereka dan bertanya apakah Bella berada di dalam naungan perusahaan mereka, mendengar itu Bella hanya tersenyum tipis.


Ternyata kamu mencariku, bagus, permainan ini akan segera kita mulai, kamu harus tau siapa aku yang sebenarnya suamiku tersayang, Bella ini sangat suka bermain, dan sekarang aku punya dua mainan yaitu kamu dan wanita simpanan mu.


" Katakan padanya bahwa memang benar aku berada di naungan perusahaan ini, dan sampai sekarang aku masih belum pulang karena terlalu sibuk dengan semua pemotretan ku.." Bella sengaja memberikan alasan seperti itu, karena dia ingin melihat lebih jauh lagi permainan antara Ibas dan wanita simpanan nya.


Selama Bella dan Ibas menikah, Ibas sama sekali tidak pernah berkunjung ke rumah orang tua Bella, bahkan hanya untuk melihat mereka, namun entah kenapa orang tua Bella sangat menyukai Ibas. Orang tua Ibas tidak memberitahu kalau Bella sudah pulang karena mereka berpikir bahwa anaknya pasti tahu kapan istri nya akan pulang, dan di tambah lagi, Ibas tidak pernah bertanya kepada orang tua nya mengenai Bella.


Bella Bella, kamu itu wanita macam apa?, apa tidak cukup uang yang selama ini sudah aku berikan?, kenapa harus mementingkan semua pekerjaan seperti itu, bahkan uang yang aku berikan jauh lebih banyak jika di bandingkan dengan pendapatan mu, apa sebenarnya yang ada di dalam jalan pikirannya?, kenapa wanita itu tidak mudah di atur, kenapa dia tidak bisa seperti Emi yang selalu menuruti setiap ucapan ku?!!..


Tentu saja Emi akan menuruti semua ucapan yang Ibas katakan, karena Ibas adalah sumber uang Emi, sedangkan Bella, tanpa uang dari Ibas pun dia tetap hidup dan menjadi wanita sukses dan mandiri seperti dulu dan saat ini.


" Bella, sebenarnya kamu ada masalah apa dengan suami mu?, kenapa kamu tidak mau cerita?.."

__ADS_1


" Tidak ada, cuma ada masalah kecil, nanti juga selesai, jangan di pikirin.."


" Jangan di simpan sendiri Bell, kalau ada apa apa cerita ya.." Ucap Sonya yang khawatir dengan keadaan Bella.


Bella dan Sonya sebenarnya hanyalah rekan bisnis biasa, namun seiring berjalan nya waktu mereka menjadi dekat, bahkan sangat dekat, mereka selalu bertukar cerita satu sama lain, maka pantas jika Sonya khawatir dengan keadaan Bella sekarang, di tambah lagi Bella jarang sekali menceritakan masalah rumah tangga nya.


" Sepertinya saya akan menjemput Bella ke luar negeri, saya tidak bisa seperti ini, saya butuh Bella di hidup saya, bagaimana pun saya akan pergi hari ini juga.."


" Untuk apa sayang?, biarkan saja dia disana, bagus bukan jika dia tidak kembali, tidak akan ada yang bisa menghalangi hubungan kita lagi, biarkan saja dia, sudahlah.."


" Tidak, saya akan tetap pergi menjemput Bella, kamu tidak bisa mengubah itu.."


Benar saja, bahkan tanpa melakukan apapun Bella tetap menjadi pemenang nya, Bella tidak perlu repot repot untuk menjadi rendah hanya karena lelaki, tapi lelaki yang akan merendah di hadapan Bella.


" Bu Bella, hari ini pak Ibas akan berangkat menjemput ibu ke luar negeri." Sewaktu Bella datang ke kantor Ibas, Bella meminta seorang karyawan untuk menginformasikan apa yang Ibas lakukan di dalam kantor, agar Bella selalu tau akan bergerak bagaimana.


" Begitu?, baiklah terimakasih." Bella benar benar tersenyum licik mendengar informasi barusan, dengan segera Bella akan kembali ke luar negeri dan bertemu dengan Ibas suami pengkhianat nya disana.


So aku tidak perlu repot repot untuk banyak bergerak, aku tetap diam saja wanita itu sudah kalah telak, aku tidak mau bersaing dengan dia, hanya saja ingin memberinya pengertian tentang siapa dirinya itu, lihatlah Ibas, Bella mu yang cantik ini akan segera menemui mu disana sayang.

__ADS_1


Hari ini juga Bella berangkat satu jam lebih awal sebelum keberangkatan Ibas, Bella sengaja karena dia harus sampai lebih dulu disana sebelum Ibas.


Sementara Emi menjadi sangat frustasi dan takut karena Ibas benar benar pergi menemui Bella, Emi sudah tidak bisa berfikir jernih, semua kecemasan sudah memenuhi kepala nya, rasanya ingin sekali dia benar benar menghentikan Ibas, tapi kali ini dia benar benar tidak bisa berbuat apapun.


__ADS_2