
Bella sampai terlebih dahulu, satu jam sebelum Ibas, Bella langsung menuju tempat dimana yang Sonya informasikan pada Ibas.
Tanpa persiapan, Bella akan melakukan semua ini hanya seorang diri saja, tidak butuh bantuan dari siapapun.
Baiklah jadi sekarang aku cuma perlu menunggu Ibas menemuiku disini, aku akan bersifat seolah aku tidak tau apapun tentang kebusukan nya, baiklah Bella, kali ini kamu akan berperan menjadi orang yang tidak tahu apapun, kamu hanya perlu tenang dan mencoba menikmati setiap alur dari permainan ini.
" Bella!, jadi benar kamu belum juga pulang ke rumah, Bella kamu tahu ini sudah lebih dari perjanjian kita, sudah hampir seminggu lebih kamu tidak kembali, apa sebenarnya ini Bella?.."
" Ibas, kamu disini?, kenapa kamu bisa ada disini?." Bella yang berakting sangat terkejut karena kedatangan Ibas yang tiba tiba.
" Kenapa?, kamu terkejut bukan melihat aku bisa ada disini?, kamu pikir aku tidak tahu kamu ada dimana, aku bisa tahu semuanya Bella, jadi kamu jangan seperti ini.."
Lelucon murahan macam apa yang di bicarakan laki laki ini, kamu tahu segalanya?, kamu kira aku gak tahu kamu cari tahu informasi tentang keberadaanku, dasar laki laki payah.
" Ibas, saya benar benar tidak menyangka kalau kamu bisa sampai disini, saya sangat sibuk, itulah alasan nya kenapa saya belum bisa pulang untuk saat ini."
" Kamu lupa kamu punya suami Bella?, kamu jangan lupa kalau kamu punya kewajiban, sekarang aku mau kita pulang Bella, kalau perlu kamu tidak usah bekerja seperti ini lagi!."
Ah rupanya dia memintaku untuk berhenti dari pekerjaan ku dan hanya duduk dirumah untuk melayani nya, baiklah Ibas, aku akana menuruti permintaan mu, lagi pula aku adalah pemilik perusahaan nya, jadi mau aku bekerja atau tidak uang terus akan mengalir kepadaku.
" Tapi jika saya tidak bekerja lagi saya tidak bisa membeli apa yang saya inginkan."
" Bella, gunakan semua uang yang aku punya, kamu bisa menggunakan semua itu, kamu boleh memakai semua yang aku punya, jadi berhentilah bekerja dan kembali bersamaku sore nanti." Sekarang Ibas telah masuk dalam permainan yang Bella mainkan, tentu saja, sekarang semua keuangan Ibas akan di ambil alih oleh Bella.
Setelah drama yang terjadi barusan, sekarang Bella dan Ibas sedang makan bersama di sebuah restoran ternama di negara itu. Sama sekali tidak ada ketegangan diantara Bella dan Ibas saat ini, keduanya tampak santai, Bella juga sangat menikmati peran nya sekarang.
Bagimana laki laki ini bisa dengan santai menutupi semua kebusukan nya, bahkan dengan rasa tidak bersalah sama sekali dia memandangiku bahkan menyentuhku, lakukan apapun yang kamu mau Ibas, lakukan sebelum permainan ini akan kita akhiri nanti.
Bella terus saja memandangi Ibas dengan tatapan yang sulit di artikan, dan itu membuat Ibas merasa tidak nyaman.
" Bella, ada apa?, kenapa kamu menatap ku seperti itu?."
" Kamu tidak ingin memberitahu saya sesuatu?."
" Sesuatu apa Bella?, apa yang kamu maksud?."
" Sesuatu yang mungkin kamu tutupi dari saya, atau sesuatu yang kamu sedang rahasiakan?."
Mendengar pertanyaan Bella barusan membuat Ibas benar benar kikuk, Ibas mulai cemas dengan situasi ini, Ibas berpikir apa mungkin Bella sudah mengetahui hubungan nya dengan Emi selama ini, di saat itu Ibas benar benar terdiam sambil menatap Bella bingung, dan membuat Bella semakin yakin bahwa pertanyaa nya barusan berhasil mengintimidasi Ibas.
__ADS_1
" Saya hanya bercanda Ibas, tidak perlu teganh seperti itu." Bella memecahkan suasana canggung di antara mereka.
" Bella, aku.. aku pikir ada apa tadii, kamu membuat ku bingung saja.."
Kamu bukan bingung Ibas, tapi kamu takut, kamu takut jika istrimu ini mengetahui kelakuan bejat mu di belakang dirinya, aku tahu Ibas, kecemasan mu sudah menggambarkan betapa murahan nya kamu.
" Saya sudah memikirkan tawaran kamu tadi Ibas, dan saya memutuskan untuk menyetujui itu, saya akan tetap di rumah dan menjadi nyonya di rumah itu, saya tidak akan bekerja dan hanya akan melayani dirimu."
" Kamu benar akan menyetujui nya Bella?, aku sangat senang mendengarnya, aku harap dengan begitu hubungan kita akan menjadi lebih baik."
Lebih baik katamu, baiklah, dan sebaliknya, aku akan membuat hubungan mu dengan wanita simpanan mu itu segera hancur, dan setalah itu baru aku akan meninggalkan dirimu.
Ibas begitu terlihat bahagia mendengar untuk pertama kalinya Bella mau mendengarkan ucapan nya dan menerima itu. Sementara Bella, benci nya terhadap Ibas bahka sudah hampir berada di puncak nya, Bella hanya tinggal menetapkan waktu yang tepat untuk meluapkan semuanya.
Sore ini mereka berdua akan kembali ke Indonesia, dan Bella akan memulai hidupnya sebagai nyonya Ibas, dan menjadi wanita yang hanya akan melayani seorang suami.
" Kita jangan langsung pulang Ibas, kita pergi ke tempat makan dulu, saya lapar." Bella mengajak Ibas karena Bella sudah mendapatkan informasi bahwa Emi sedang makan disana juga bersama dengan teman teman nya.
Tanpa penolakkan sedikitpun, Ibas langsung menyetujui ajakan istri nya itu.
" Ayo Bella." Ibas membukakan pintu mobil untuk Bella dan menggandeng tangan Bella sepanjang mereka berjalan." Biasanya Bella selalu melepas jika Ibas ingin menggandeng tangan nya, namun kali dia akan menuruti apapun yang Ibas mau lakukan.
" Bohong jika aku berkata tidak Bella."
Pembohong besar, kamu bilang kamu merindukan ku, sepertinya kamu lebih meeindukan tubuh wanita simpanan mu itu.
Dari kejauhan Bella sudah melihat wanita simpanan suami nya itu berada tepat di tempat makan yang akan dia dan Ibas datangi saat ini. Bella dan Ibas pun masuk ke dalam satu restoran yang sudah Bella rencanakan sejak awal.
" Bu Bella selamat datang, senang ibu bisa datang kembali mengunjungi restoran kami."
Mendengar kata Bella yang sangat tidak asing di telinganya, Emi langsung mengalihkan pandangan nya menuju Bella dan Ibas, Emi benar benar terkejut melihat Bella dan Ibas bersama di tempat makan yang sama dengan nya.
Bella, dia disini dengan Ibas, kenapa dia harus datang dengan Ibas?, aku benar benar tidak suka melihat ini, seharusnya Ibas bersamaku sekarang, bukan bersama dengan Bella!!.
" Sayang, dimana kita akan duduk?." Tanya Ibas
" Disini Ibas, sepertinya disini cukup nyaman."
Bella memilih tempat duduk yang persis berhadapan dengan Emi, dan disitulah Ibas baru menyadari kalau Emi juga berada di tempat makan yang dengan mereka. Ibas terlihat terpaku sejenak, namun setelah itu dia tidak memperdulikan hal itu.
__ADS_1
" Kamu mau makan apa Ibas, apa mau saya pesankan saja?."
" Aku tidak tahu makanan apa yang enak disini, jadi kamu boleh memesankan nya untukku sayang."
Bella berjalan melewati Emi dan teman teman nya untuk mengantarkan pesanan yang sudah dia tulis.
" Harum banget, perempuan itu harum banget, badan nya juga bagus banget, putih, mulus, nah ternyata cantik banget juga." Celetuk teman Emi ketika melihat Bella barusan
" Itu orang mana ya?, dia kok bisa cantik kaya begitu sih?, coba aja aku jadi dia." Semua pandangan teman Emi tidak luput dari Bella dan itu membuat Emi semakin kesal saja, dia terus menatap Ibas, namun Ibas hanya memandangi istrinya dari kejauhan.
" Sudah, kita tinggal tunggu pesanan kita datang."
" Dari tadi kamu terus di lirik semua orang yang ada disini Bella, aku tidak suka.."
" Ibas berhenti seperti itu, mereka punya mata jadi wajar kalau mereka melihat, lagi pula mereka hanya bisa melihat tapi kamu bisa memiliki saya, jadi berhenti seperti itu." Bella mencium bibir Ibas secara tiba tiba dan membuat Emi beserta teman teman nya terkejut, bukan hanya itu bahkan Ibas sendiri pun ikut terkejut.
Sialan, aku gak bisa biarin Bella seenaknya begitu dengan Ibas, dia tidak tahu kalau Ibas sudah menjadi milikku.
" Berlebihan banget perempuan itu."
" Lah, lo kenapa Mi?, sirik lo?."
" Apasih?, ya gak mungkin lah."
" Kalau lo gak sirik lo gak akan bilang begitu, norak lo Mi, sirik ngeliat orang bahagia."
" Kalian kok jadi bilangin gua norak, gak jelas banget."
" Lo emang norak, kalau lo gak suka lo simpan aja komentar lo sendiri, mereka ciuman juga gak ngerugiin lo kan hahaha.."
Semua teman teman Emi malah meledek nya habis habisan, mereka malah sangat senang melihat adegan Bella mencium Ibas tadi, Emi mungkin sudah mengeluarkan asap dari kepalanya karena terlalu panasnya melihat Ibas bermesraan dengan Bella.
Tiba tiba saja Emi mengirimi Ibas sebuah pesan melalui ponsel nya.
Emi ; Apa ini Ibas, kenapa dia mencium mu barusan?
Ibas ; Dia adalah istriku, jangan coba coba membuat keributan!.
Bella mengetahui bahwa suami nya sedang membalas pesan dari wanita yang tepat ada di sebrang nya. Bella melirik Emi dan tersenyum licik kepadanya.
__ADS_1
Bella benar benar sungguh sungguh ingin memainkan perannya, bahkan hal hal yang biasannya tidak mau Bella lakukan dengan Ibas sekarang dia akan melakukan nya.