
"Ibu, Laras pamit pulang dulu ya." Ucap Laras keluar dari kamar sambil mengajak Rina dan Sasa.
"Iya, kamu hati-hati ya." Jawab Ibu Laras.
"Reno pulang dulu ya Bu." Reno juga berpamitan krpada Ibu mertuanya.
"Nenek, Rina dan Sasa pulang dulu ya. Rina janji besok bakal main ke sini lagi." Ucap Rina berpamitan dengan neneknya.
"Iya sayang, kalian hati-hati ya dijalan." Ucap Ibu Laras sambil mencium Rina.
Reno dan keluarga segera pulang ke rumah. Letak rumah Laras dan ibunya tidak terlalu jauh, hanya berjarak 7 kilometer. Tidak heran kalau Laras dan Reno sering bolak balik ke rumah Ibunya.
Reno dan Laras memutuskan untuk tinggal sendiri karena ingin belajar mandiri, tidak terlalu bergantung kepada orang tuanya. Ayah Laras sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Sebenarnya Ibu menginginkan Laras dan Reno tinggal bersamanya, namun Laras dan Reno belum mau. Namun Laras berjanji kepada Ibu nya untuk sesering mungkin mengunjungi Ibu nya.
Kedua orang tua Reno sudah meninggal. Ayah Reno meninggal sejak Reno kecil, dan Ibu Reno meninggal setelah 1 tahun pernikahan Reno dan Laras. Ibu Reno mempunyai riwayat penyakit jantung. Reno sudah berjanji kepada almarhumah ibunya untuk menjaga dan menuntun Laras ke jalan yang benar kalau Laras melakukan kesalahan.
Sesampainya di depan rumah Laras turun dari motor dan membuka pintu untuk masuk ke dalam. Reno menggendong Sasa yang tidur menyusul masuk ke dalam rumah bersama Rina.
Reno menidurkan Sasa ditempat tidur kamar Rina. Ya, Sasa dan Rina tidur dalam 1 kamar.
"Rina udah malam, kamu bobok ya." Ucap Reno kepada Rina.
"Iya Ayah. Selamat malam Ayah." Jawab Rina.
"Selamat malam sayang." Ucap Reno sambil mencium kening Rina dan Sasa.
Reno lantas keluar kamar dan mdnutup pintu kamar Rina. Reno segera menyusul Laras ke kamarnya.
"Ibu sudah tidur?" Tanya Reno mendekati Laras.
"Belum. Ada apa?" Jawab Laras.
"Gapapa Bu, Ayah kira Ibu sudah tidur." Reno berbaring di samping Laras.
"Oh ya udah, aku tidur dulu." Ucap Laras.
"Iya Bu, semoga mimpi indah sayang." Reno mencium pipi Laras.
Laras ternyata hanya pura-pura tidur. Setelah melihat Reno yang sudah tertidur Laras mengambil HP nya untuk menelfon Danu.
kring....kring.....kring....kring.....
Suara HP Danu berbunyi.
"Siapa sih yang menelfon malam-malam seperti ini?" Tanya Danu geram.
__ADS_1
"Ini pasti Laras, nomor yang sama yang menelfon aku kemarin." Ucap Danu dalam hati.
Danu langsung mematikan ponselnya. Danu tidak ingin Catrin mengetahui semuanya.
Laras merasa kesal karena telfonnya diabaikan oleh Danu. Laras merasa dicampakkan oleh Danu.
Pagi hari seperti biasa Reno berangkat kerja. Rina dan Sasa pergi ke sekolah dan Laras dirumah sendirian.
Laras masih terus mencoba menghubungi Danu dengan menggunakan nomor baru. Tetapi Danu mssih saja tetap mengabaikannya. Danu tidak ingin berhubungan lagi dengan Laras. Danu yang kebetulan belum berangkat bekerja berbincang-bincang dengan Catrin.
kring.....krin.....kring.....kring
Tiba-tiba HP Catrin berbunyi. Catrin segera mengangkat telfonya.
"Hallo, selamat pagi?". Ucap Catrin
"Oh maaf mungkin salah sambung." Entah siapa yang menelfon Catrin
"Iya. Sama-sama." Catrin pun menutup telfonnya.
"Siapa sayang?" Tanya Danu penasaran.
"Gak tau mas. Mungkin salah sambung." Jawab Catrin.
"Oh ya udah." Ucap Danu.
Danu langsung kaget mendengar nama Laras.
"La-Laras siapa?" Tanya Danu gugup.
"Gak tau. Yang telfon tadi namanya Laras gitu. Dia cari suaminya, kata dia suaminya susah dihubungi." Jawab Catrin dengan santai.
"Kamu gak usah angkat telfon dari nomor yang gak di kenal. Takutnya dia punya niat yang gak baik sama kamu sayang." Ucap Danu.
"Iya mas." Catrin meletakkan HP nya di meja.
Danu berpamitan kepada Catrin untuk berangkat kerja. Di perjalanan Danu ditelfon nomor yang sama yang menelfon dia semalam. Danu sudah tau bahwa itu Laras. Sebenarnya Danu tidak mau mengangkat telfonnya, tetapi Danu takut Laras akan lebih nekat lagi.
"Apa sih mau kamu?" Ucap Danu mengangkat telfonnya.
"Kamu tau sendiri kan apa akibat kamu mengabaikan aku." Jawab Laras.
"Cepat atau lambat Catrin akan tau hubungan kita sayang. Jadi mending kamu ceraikan Catrin sekarang." Imbuh Laras.
"Jangan bodoh kamu. Aku gak mungkin menceraikan Catrin." Ucap Danu.
__ADS_1
"Baiklah, kalau gitu aku mau kamu transfer uang 10 juta." Kata Laras.
"Dasar perempuan matre kamu ya. Aku gak akan beri uang itu." Danu merasa marah karena di peras habis-habisan oleh Laras.
"Kalau gitu aku akan mengirim foto ini ke Catrin."
"Jangan, jangan kirim foto itu. Iya aku transfer kamu sekarang." Danu mengiyakan kemauan Laras.
"Makasih sayang. Love you". Laras menutup telfonnya.
"Dasar perempuan licik. Aku harus cari cara agar segera bebas dari dia". Ucap Danu kesal.
Danu segera mentransfer uang yang diinginkan Laras.
Laras tidak benar-benar mencintai Danu, dia hanya ingin menguasai seluruh harta Danu. Laras merasa senang karena mendapat uang dari Danu.
Tiba-tiba perut Laras terasa sangat sakit. Ada darah yang keluar. Laras segera menelfon Reno. Reno yang panik segera pulang ke rumah untuk melihat kondisi Laras. Reno segera membawa Laras ke rumah sakit.
"Gimana dok keadaan istri saya? Kandungannya baik-baik aja kan dok?" Tanya Reno panik kepada dokter yang keluar dari IGD.
"Maaf Pak, kandungan Ibu Laras tidak bisa diselamatkan. Ibu Laras keguguran Pak". Kata dokter yang menangani Laras.
"Keguguran dok? Terus sekarang gimana keadaan istri saya?" Tanya Reno yang khawatir dengan keadaan Laras.
"Istri Bapak masih pingsan belum sadarkan diri karena pengaruh bius Pak. Janin dalam kandungan Ibu Laras sudah berhasil kami keluarkan." Ucap Dokter.
"Baik, terimakasih Dok." Reno merasa sedih karena janin dalam kandungan Laras tidak bisa diselamatkan.
"Sayang, kamu yang kuat ya. Kamu yang ikhlas." Ucap Reno memegangi tangan Laras.
Laras yang baru sadar dari pengaruh bius bertanya apa yang terjadi kepada Reno.
"Apa yang terjadi? Kenapa perut aku sakit banget?" Tanya Laras memegangi perutnya.
"Kamu yang sabar ya sayang, kamu harus iklhas." Jawab Reno.
"Apa yang terjadi. Kenapa kamu menangis. Janin aku gapapa kan?!"
"Kamu keguguran sayang. Kandungan kamu sangat lemah." Ucap Reno mengelus rambut Laras.
"Gak, gak mungkin. Aku gak mungkin keguguran." Ucap Laras tidak percaya.
"Kamu yang sabar ya. Mungkin Allah belum mempercayakan anak itu kepada kita." Reno menenangkan Laras.
"Aku tadi udah telfon Ibu untuk mengurus Rina dan Sasa. Kamu gak boleh stres. Kamu harus banyak istirahat." Imbuh Reno.
__ADS_1
Laras hanya bisa menangis melihat apa yang tengah terjadi pada dirinya. Reno dengan sabar merawat Laras. Akhirnya setelah 3 hari di rumah sakit Laras dibolehkan pulang oleh dokter. Laras berfikir bahwa Laras keguguran karena Danu. Danu yang membuat Laras keguguran, Danu yang membuat Laras stres. Laras tidak terima atas apa yang dilakukan Danu.