Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain

Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain
Episode 7 perdebatan Reno dan Laras


__ADS_3

Hubungan Danu dan Laras telah berjalan selama 4 bulan. Dan selama itu pula Laras selalu menolak berhubungan badan dengan Reno. Tepat di hari ini pernikahan Reno dan Laras menginjak usia 12 tahun. Reno yang ingin memberikan kejutan untuk istrinya menyempatkan libur.


Reno berencana untuk mengajak Laras dan anak-anak liburan ke pantai. Yang menurut Reno tidak terlalu mahal, tetapi bisa membuat senang keluarga kecilnya.


"Ibu hari ini 12 tahun tepat usia pernikahan kita." Kata Reno.


"Ayah ingin mengajak Ibu sama anak-anak pergi ke pantai." Imbuh Reno.


"Ibu ingin kita ke puncak Ayah". Pinta Laras.


"Maaf Ibu uang Ayah takut gak cukup kalau kita ke sana." Jawab Reno


"Hmm udah tau, pasti kamu bilang seperti itu." Kata Laras kecewa


Laras sengaja mengajak Reno ke puncak karena tau uang suaminya pas-pasan. Laras berharapa mereka tidak jadi liburan bersama, karena Laras sebenarnya sudah tidak ada rasa sama Reno.


Tapi ternyata Reno meminjam uang kepada temannya untuk memenuhi keinginan Laras. Reno yang tidak pernah ingin membuat Laras kecewa, dengan berbagai cara ingin mewujudkan semua permintaan Laras.


"Ibu, tadi Ayah pinjam uang ke teman." Kata Reno.


"Kamu ngapain sih pinjam uang segala." Tanya Laras


"Gapapa Ibu, besok Ayah lembur beberapa hari agar gaji Ayah besok bisa buat balikin uang temen Ayah." Jawab Reno.


"Terserah kamu lah." Kata Laras pergi meninggalkan Reno.


Reno langsung rmngikuti Laras dari belakang. Mengajak Laras berangkat ke puncak. Tidak lupa Reno menyuruh Rani untuk bersiap-siap. Dengan sabar Reno juga menyiapkan semua baranh yang diperlukan Sasa.


Setelah semua siap, mereka berangkat bersama-sama ke puncak. Diperjalanan Laras kelihatan kesal. Entah apa yang ada dipikiran Laras. Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di puncak.


Reno sudah menyewa villa untuk 1 hari. Reno berharap hubungannya dengan Laras akan kembali harmonis seperti dulu.


"Kita udah sampai." Kata Reno.


"Hore, kita menginap di sini Ayah?" Tanya Rani.


"Iya sayang." Jawab Reno.


"Ayah aku mau berenang" Kata Rani.

__ADS_1


"Boleh. Tapi hati-hati ya."


Rani langsung bergegas menuju kolam renang di belakang villa. Laras yang duduk diam di dalam kamar sambil memegangi HP nya. Reno yang baru saja menidurkan Sasa langsung menyusul Laras di ranjang.


"Sayang, kamu suka kita menginap disini?" Tanya Reno.


"Hmm, ya". Jawab Laras singkat.


"Aku berharap kita bisa memperbaiki hubungan kita yang beberapa bulan terakhir sempat tidak harmonis" Kata Reno sambil memeluk Laras.


Tiba-tiba Laras merasakan mual-mual yang tidak bisa ditahan. Laras segera berlari ke toilet, Laras merasa pusing dan lemas.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Reno khawatir dengan keadaan Laras.


"Gapapa, mungkin cuma masuk angin." Jawab Laras.


"Kamu istirahan aja dulu. Biar anak-anak aku yang jaga." Sembari menuntun Laras ke tempat tidur.


Setelah Laras tertidur Reno menjaga Rina dan Sasa. Seharusnya hari ini Reno bisa memperbaiki hubungannya dengan Laras. Tapi ternyata Laras hanya menghabiskan hari di kamar karena sakit.


"Ayah, Ibu kemana?" Tanya Rina.


"Ibu sedang tidak enak badan sayang. Kamu main sama Ayah dan Sasa ya." Jawab Reno.


"Iya Ayah."


"Boleh, tapi kita bilang ke Ibu dulu ya. Takutnya nanti Ibu bangun terus bingung nyari kita." Ucap Reno.


"Iya Ayah."


Akhirnya Reno mengajak Rani dan Sasa pergi keluar. Rani yang ingin menikmati indahnya pemandangan puncak sangat senang karena bisa jalan-jalan keluar villa.


"Ayah, aku mau beli jagung bakar." Sambil menunjuk penjual jagung bakar


"Oke, kita kesana ya." Ucap Reno.


"Habis beli jagung bakar kita pulang ke villa ya, kasihan Ibu sendirian di sana." Kata Reno mengajak Rani


"Iya Ayah." Ucap Rani.

__ADS_1


Setelah beberapa saat menunggu jagung bakar, akhirnya mereka pulang ke villa.


Reno yang khawatir dengan keadaan Laras segera memeriksa Laras ke kamar. Laras benar-benar sakit, Laras terlihat sangat pucat. Liburan yang diharap akan membuat hubungan Reno dan Laras kembali harmonis sia-sia.


"Kita pulang aja ya." Kata Laras.


"Kamu masih sakit kita ke dokter dulu aja ya." Ucap Reno.


"Gak usah. Mungkin cuma masuk angin biasa." Laras menolak ajakan Reno untuk periksa ke dokter.


Laras yang berniat bangun dari tempat tidur ingin mengambil air minum malah jatuh pingsan. Akhirnya Reno membawa Laras ke rumah sakit. Reno juga menelfon Ibu mertuanya untuk menjaga anak-anak.


Didepan ruang IGD Reno tidak berhenti berdoa, berharap Laras tidak apa-apa.


"Gimana keadaan istri saya dok?" Tanya Reno kepada dokter yang keluar dari ruang IGD


"Istri bapak tidak apa-apa." Jawab Dokter


"Lalu kenapa istri saya pingsan dok?"


"(sambil tersenyum) selamat ya pak, istri bapak hamil".


"Hamil dok?!" Tanya Reno kaget.


"Iya pak." Jawab Dokter.


Reno bergegas masuk ke dalam ruang IGD menghampiri Laras. Laras yang sudah sadar dari pingsan menangis melihat Reno. Laras sudah tau apa yang telah terjadi kepada dirinya. Reno yang sudah mengetahui, dengan mata berkaca-kaca mendekati Laras.


"Kamu tega sama aku. Apa salah aku." Tanya Reno dengan mata merah menahan tangis.


"Ma-maafkan aku." Ucap Laras terbata-bata.


"Kamu hamil anak siapa? Kita udah 4 bulan tidak berhubungan badan." Tanya Reno marah.


"Aku, aku hamil anak Danu mas."


"Maaf, aku sudah tidak cinta lagi sama kamu. Aku sudah berhubungan sama Danu selama 4." Jawab Laras sambil menangis.


"Kamu benar-benar tega."

__ADS_1


Reno pergi meninggalkan Laras sendirian di rumah sakit. Reno yang kecewa dengan semua kenyataan yang ada. Reno tidak percaya orang yang selama ini dia sayang, orang yang selama ini dia cintai tega mengkhianati kepercayaannya. Reno tidak bisa berkata apapun, yang Reno tau hatinya sangat sakit.


Akhirnya Reno mengajak anak-anak dan Ibu mertuanya pulang ke rumah. Ibu mertua Reno bingung dengan keadaan rumah tangga anaknya. Laras yang mengetahui Reno sudah pulang meninggalkannya mengikuti Reno pulang.


__ADS_2