
Sebelum tidur Reno mengajak Laras mengobrol sembari berbaring di ranjang.
Reno merasa Laras bersifat dingin dengannya. Laras yang Reno kenal sekarang berbeda dengan Laras yang Reno kenal dulu.
"Sayang kamu udah tidur?" Tanya Reno.
"Belum, ada apa?" Jawab Laras.
"Apa kamu masih sayang sama aku?" Tiba-tiba Reno bertanya tentang perasaan Laras.
"Kenapa kamu tanya seperti itu?. Laras menjawab pertanyaan Reno dengan pertanyaan.
"Aku merasa kamu dingin sama aku. Kamu gak seperti dulu lagi." Jawab Reno.
"Aku masih sayang sama kamu." Laras berbohong kepada Reno dan dirinya sendiri.
Entah apa yang ada dipikiran Laras. Laras sudah tidak ada rasa dengan Reno tapi kenapa Laras berbohong tentang perasaan nya.
"Beneran kamu masih sayang sama aku?"
"Iya, aku masih sayang sama kamu."
Reno mencium bibir Laras dengan lembut. Reno ingin bermain kuda-kudaan dengan Laras.
Tangan Reno meraba bawah pusar Laras. Laras sempat menolak namun dipaksa Reno, akhirnya Laras mengikuti permainan Reno.
"Sayang kamu mau kan?" Tanya Reno.
Tanpa memberi jawaban, Laras hanya mengangguk menikmati belaian Reno.
Perlahan ciuman Reno semakin turun kebawah sampai di gunung kembarnya Laras.
"Hemm" Desah Laras
Tangan nakal Reno dengan lihainya masuk ke goa yang sama sekali tidak ada rumput liarnya (Karena Laras sering memotong rumput liar).
Tangan Laras mulai memegang sossiss yang di bawa Reno kemana pun dia pergi.
Akhirnya mereka berdua hanyut dalam permainan kuda-kuda an yang telah lama Reno inginkan.
"Ssttt"
Reno langsung menembak Laras. Reno dengan cepat melakukan tembak dalam di goa Laras.
"Ahhhhh sa sakit." Ucap Laras
"Sst ahh"
Sosis bakar Reno semakin mengeras. Laras pun semakin menjerit-jerit (keenakan).
"Sstt hemm" Laras tidak tahan dengan push up Reno.
__ADS_1
"Ahh" Ucap Reno
Skip 20 menit berlalu (Kalau diterusin di tolak author bingung gak bisa update ðŸ¤)
"Makasih sayang, kamu udah bisa kembali sayang sama aku." Ucap Reno yang masih berada tepat diatas Laras.
"Iya mas." Jawab Laras.
Mereka berdua tidur dengan sosis yang masih berada di dalam goa sampai pagi. Jam menunjukkan pukul 06.00. Ibu membangunkan Laras dan Reno (Wah Ibu mengganggu saja).
"Laras Reno bangun nak udah pagi." Ibu mengetuk pintu kamar Laras.
"Iya Bu." Ucap Laras dari dalam kamar.
"Sshhh ahhh." Laras kesakitan karena semalaman goa sempitnya di buat nyimpan sosis.
"Ma maaf sayang aku semalam ketiduran. Kamu sih gak bangunin aku." Ucap Reno.
"Iya gapapa. Tapi aku gak bisa jalan sakit banget. Kamu sih punya sosis aja yang size jumbo." Ucap Laras.
"Hehe iya iya maaf. Sini aku gendong mandi bareng ya." Ucap Reno
Untung kamar mandi mereka ada di dalam kamar, coba kalau di luar kamar gimana reaksi Ibunya Laras. Pasti bakal senyum-senyum geli melihat kelakuan anak dan menantunya.
" Gak usah aku mandi sendiri."
" Kamu jangan bandel deh. Sini biar aku tanggung jawab."
"Ya udah terserah kamu."
"Tumben kamu Ren bangun kesiangan. Kalau Laras udah biasa bangun siang" Tanya Ibu ke Reno.
"Hehe iya bu, Reno kecapean." Ucap Reno.
"Ya udah sarapan dulu Ibu udah nyiapin sarapan".
"Iya Bu makasih."
Selesai sarapan seperti biasa Reno bekerja, anak-anak pergi ke sekolah. Tinggal Ibu dan Laras berdua di rumah.
Laras yang tidak terima perlakuan Danu semalam ingin membalas Danu.
Laras nekat mengirim foto Danu dan Laras yang berduaan di kamar apartemen Danu ke Catrin. Entah dari mana Laras mendapat nomor Catrin.
DIRUMAH DANU
"Pagi sayang." Ucapan Danu yang turun dari lantai atas menghampiri Catrin yang duduk di sofa depan TV.
"Pagi juga sayang" Ucap Catrin
Tiba-tiba mata Catrin berbinar-binar melihat chat dari seseorang.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Danu.
"Kamu tega mas. Kamu benar-benar tega sama aku." Ucap Catrin
"Apa maksud kamu?" Tanya Danu bingung.
"Ini apa?" Catrin menunjukkan foto di HP nya.
"Aku bisa jelasin sayang." Ucap Danu bersujud di kaki Catrin
"Aku gak butuh penjelasan dari kamu. Ini semua udah cukup jelas." Ucap Catrin.
"A-Aku aku aku minta maaf sayang. Ini semua salah aku. Aku khilaf." Ucap Danu menangis.
"Aku gak habis pikir. Apa kurang aku?" Tanya Catrin
"Aku menyesal sayang." Ucap Danu.
"Maafin aku." Imbuh Danu.
"Aku gak bisa percaya lagi sama kamu. Setelah aku lahiran aku akan minta cerai mas." Ucap Catrin
"Aku gak mau pisah dari kamu sayang. Aku gak bisa jauh dari Farel. Aku gak bisa kehilangan kamu." Jawab Danu.
"Mulai hari ini kamu pergi dari rumah aku. Kembalikan semua aset yang ada di tangan kamu." Ujar Catrin
"Aku gak mau sayang. Maafkan aku." Danu memohon kepada Catrin.
"Gak bisa mas, pergi sekarang." Catrin meninggalkan Danu sendirian.
Danu merasa marah kepada Laras. Danu juga menyesal telah berkhianat kepada Catrin. Mau tidak mau Danu harus meninggalkan rumah Catrin dan meninggalkan semua fasilitas yang dia pergunakan selama ini. Danu menjadi miskin dan kembali ke rumah orangtuanya. Tapi Danu tidak akan melupukan begitu saja apa yang telah Laras perbuat kepadanya. Danu akan balas dendam karena Laras yang telah membuat hidup nya hancur.
"Awas kamu Laras. Kamu harus membayar semuanya. Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Ucap Danu dalam hati.
Di perjalanan pulang Danu menelfon Laras.
"Halo wanita pelac*r." Ucap Danu kepada Laras.
"Apa maksud kamu?" Laras membentak Danu.
"Kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Kamu gak akan hidup tenang, kamu gak akan bahagia." Ancam Danu.
"Oh kamu udah diusir ya dari rumah Catrin. Selamat ya." Ucap Laras bahagia.
"Sekarang kamu tau kan akibatnya karena sudah mencampakkan aku sayang." Imbuh Laras.
"Kamu tunggu aja karma yang akan datang ke kamu." Ucap Danu lalu menutup telfonnya.
Laras merasa senang karena Danu sudah di usir dari rumah Catrin, Laras yang merasa di campakkan oleh Danu merasa senang karena sekarang Danu sudah menderita. Namun Laras bingung dengan siapa dia mau minta uang. Dia sudah tidak punya pria tampan yang kaya.
"Reno gak akan mungkin bisa mencukupi semua kebutuhan aku. Aku harus cari pengganti Danu. Tapi siapa". Ucap Laras dalam hati.
__ADS_1
"Oh iya aku kemarin ketemu Aldi pemilik cafe Capricorn, aku pura-pura minta kerjaan aja biar bisa deket sama dia." Imbuh Laras.
Laras yang pintar menggoda laki-laki berfikir untuk mendekati Aldi. Apalagi kemarin Aldi sempat bilang kalau masih berharap dengan Laras.