
Selesai mandi Reno mendapat telfon dari temannya. Dia diajak pergi bersama teman-temannya. Reno pun mengajak Laras untuk pergi bersama.
"Sayang, ini temen-temen pabrik mau ngadain acara. Kamu mau ikut gak?" Tanya Reno.
Laras yang baru selesai mandi dan duduk di depan cermin.
"Kapan acaranya mas?" Tanya Laras.
"Malam ini, kebetulan Rina dan Sasa kan dirumah Ibu, kita pergi yuk." Ajak Reno.
"Gak ah aku capek. Aku mau istirahat aja dirumah." Jawab Laras.
"Kamu beneran gak mau ikut?" Tanya Reno memastikan.
"Iya mas." Ucap Laras sembari menyisir rambutnya.
"Nanti kalau aku digangguin cewek lain kamu iklhas." Tanya Reno menggoda Laras.
"Ih apaan sih kamu mas." Laras terdenyum mendengar perkataan Reno.
"Ya udah kalau kamu gak mau ikut, aku berangkat sendiri aja. Siapa tau nanti ada cewek cantik yang mau nemenin aku." Ucap Reno
"Kamu tu ya. Awas aja berani macam-macam." Laras mencubit perut Reno.
"Hehe iya-iya aku cuma bercanda sayang." Reno mencium pipi Laras.
"Ya udah aku siap-siap dulu. Udah ditunggu sama temen aku." Imbuh Reno.
" Aku berangkat ya. Mungkin nanti pulangnya agak malam." Reno berpamitan kepada Laras.
" Iya kamu hati-hati." Laras berbaring ditempat tidur sembari mainan HP.
Setelah Reno pergi Laras menelfon Aldi.
"Halo Aldi?" Ucap Laras.
"Iya Ras ada apa? Tumben telfon?" Tanya Aldi.
xf ag9
"Aku ganggu kamu gak?" Tanya Laras.
"Gak kok. Ini aku baru aja sampai rumah, pulang dari cafe. Ada apa cantik?" Jawab Aldi.
"Oh hehe, gak ada apa-apa sih cuma pengen telfon aja." Jawab Laras.
"Emang suami kamu gak marah istrinya telfon sama laki-laki lain?" Tanya Aldi.
"Suami aku pergi sama temen-temen nya."
"Loh kok kamu gak ikut?"
"Gak ah males."
__ADS_1
"Pasti kangen ya sama aku?" Aldi menggoda Laras.
"Ih kamu apaan sih." Jawab Laras tersipu malu.
"Gak kok bercanda."
Setelah mengobrol lama Aldi izin untuk pergi mandi.
"Ya udah aku mandi dulu ya. Gerah banget badan udah bau asem ini." Ucap Aldi.
"Mau aku temenin?" Tanya Laras.
"Emang kamu mau nemenin aku mandi?" Aldi menegaskan ucapan Laras.
"Emang kamu mau sama istri orang?" Tanya Laras sembari tertawa kecil.
"Gak lah aku takut suami kamu nanti gigit." Jawab Aldi.
"Kamu bisa aja. Ya udah mandi dulu gih sana." Ucap Laras.
"Iya sayang. Cium dulu dong." Aldi kembali menggoda Laras
"Ih kamu nanti pacar kamu marah lho." Ucap Laras.
"Aku gak punya pacar, beneran deh." Jawab Aldi.
"Ya udah mandi sana." Laras menyuruh Aldi untuk menutup telfonnya.
"Iya iya. Ya udah ya sampai ketemu besok di cafe." Ucap Aldi
"Bye cantik." Aldi menutup telfon Laras.
Dirumah Aldi.
Aldi yang kepikiran dengan Laras menjadi tidak bisa tidur. Entah apa yang dilakukan Laras sehingga membuat Aldi jatuh cinta kepada Laras. Aldi tau bahwa Laras sudah memiliki suami, tapi entah mengapa Aldi tidak bisa menyembunyikan perasaan nya kepada Laras.
"Kamu itu cantik, sexy, baik lagi. Entah kenapa aku tidak bisa menahan rasa ini. Aku ingin memiliki kamu Ras. Tapi aku sadar kamu gak mungkin mau sama aku. Kamu udah punya suami, kamu udah punya anak. Tapi kamu pernah bilang kalau suami kamu gak bisa bahagiain kamu, mungkin aku bisa bahagiain kamu sayang." Ucap Aldi sembari memandangi foto Laras di handphone nya.
"Aku akan membahagiakan kamu Ras. Kali ini aku tidak akan melepaskan kamu Ras." Aldi nekat mencintai istri orang.
Keesokan harinya Laras bersiap-siap untuk hari pertamanya pergi bekerja di cafe Aldi. Reno yang sudah siap menunggu di ruang makan.
"Pagi sayang." Ucap Reno.
"Pagi mas." Jawab Laras.
"Kamu cantik banget hari ini sayang." Reno memuji kecantikan Laras.
"Makasih, ini hari pertama aku kerja. Aku gak sabar buat kerja di cafe temenku mas." Ucap Laras sembari mengambilkan sarapan untuk Reno.
"Tapi pakaian kamu terlalu sexy, aku takut kamu dilirik laki-laki lain. Kamu jangan berpakaian seperti ini ya." Reno mengkritik pakaian yang dikenakan Laras.
"Ah nggak lah mas ini biasa aja kok." Jawab Laras.
__ADS_1
Laras yang menggunakan kaos putih polos, celana pensil yang ketat membuat lekuk tubuh indah Laras terlihat sangat sexy. Tidak heran kalau Reno mengkoreksi pakaian Laras hari ini. Lelaki mana yang menolak memandangi tubuh indah Laras.
Selesai sarapan Reno dan Laras pergi berangkat kerja. Reno sengaja mengantar Laras terlebih dahulu karene kebetulan tempat kerja mereka satu arah. Reno tidak mengizinkan Laras untuk naik taxi karena takut akan terjadi sesuatu pada Laras. Pulang kerja pun Laras dijemput oleh Reno.
Sesampainyan di depan cafe Laras masuk perkahan. Ternyata Aldi sudah menunggu Laras.
"Kamu udah datang?" Sapa Aldi.
"Maaf ya, aku kesiangan ya?" Tanya Laras gugup.
"Eh nggak kok. Aku aja yang sengaja berangkat pagi, biar bisa ketemu kamu." Ucap Aldi.
"Ah kamu bisa aja." Jawab Laras.
"Ya udah, yuk masuk." Aldi mengajak Laras masuk ke dalam cafe.
"Iya." Laras mengikuti Aldi dari belakang.
Aldi mengenalkan Laras kepada semua karyawan cafe.
"Pagi semua. Ini ada anggota baru di cafe kita, namanya Laras. Mulai hari ini dia bekerja di cafe ini sebagai kasir ya." Ucap Aldi kepada semua karyawannya.
"Pagi pak Aldi. Baik pak, salam kenal Laras." Ucap salah satu karyawan Aldi.
Semua karyawan berkenalan dengan Laras. Selesai perkenalan semua karyawan menuju tempat kerjanya masing-masing. Laras yang masih disamping Aldi izin untuk pergi ke tempat kerjanya.
"Kalau gitu saya kerja dulu ya pak." Ucap Laras kepada Aldi.
"Heh kok panggil pak sih? Tua banget dong aku." Ucap Aldi yang tidak ingin di panggil Bapak oleh Laras.
"Gak enak tau semua karyawan disini panggil kamu pak, masa aku nggak." Jawab Laras.
"Gapapa lah, semua juga udah tau kalau kamu temen aku." Aldi membantah perkataan Laras.
"Iya deh, ya udah aku kerja dulu ya. Oh iya seragam aku mana?" Tanya Laras meminta seragam nya.
"Kamu cantikkan pakai baju ini. Kamu gak usah pakai seragam deh." Kata Aldi.
"Lah kok gitu?" Tanya Laras hera.
"Iya, abisnya kamu kelihatan sexy. Aku suka liatnya." Jawab Aldi melihat gunung kembar Laras.
"Kamu nih dari dulu gak berubah. Nakal ya kamu." Laras mencubit perut Aldi.
Laras pun pergi menuju kasir meinggalkan Aldi. Di dapur Laras menjadi bahan perbincangan para karyawan cafe.
"Itu bukannya yang sering kesini sama laki-laki itu ya." Tanya salah seorang karyawan.
"Iya, aku pernah denger dia minta uang sama laki-laki yang sering dia ajak kesini. Itu bukan suaminya mungkin selingkuhan nya." Jawab karyawan lain.
"Jangan-jangan dia juga mau manfaatin Pak Aldi. Dia mau morotin harta Pak Aldi." Sahut karyawan yang ikut membicarakan Laras.
Laras yang sudah sering ke cafe itu dengan Danu membuat semua karyawan di cafe itu tidak asing dengan Laras. Tidak heran beberapa karyawan sudah mengetahui kelakuan Laras.
__ADS_1
Biar author makin semangat yuk like, komen, dan beri vote. Untuk yang udah suport sampai sekarang makasih ya, semoga bisa memberikan yang terbaik untuk kedepannya. 🥰