Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain

Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain
Episode 23 Laras membohongi Reno (lagi)


__ADS_3

Reno dan Laras masuk ke dalam kamar. Sesampainya di dalam kamar Reno bertanya kepada Laras tentang baju yang dia gunakan.


"Sayang?" Reno memanggil Laras yang sedang membersihkan wajah di depan kaca.


"Iya mas." Jawab Laras.


"Bukannya kamu tadi berangkat gak pakai baju ini ya? Ini baju siapa?" Tanya Reno curiga.


"Oh i-ini, ini tadi aku gak sengaja ketumpahan minuman mas. Terus aku minta temen aku untuk beliin baju ganti. Aku mau pulang gak enak sama atasan aku mas, terus aku beli baju deh." Jawab Laras gugup.


"Oh, kamu kok ada uang?" Reno masih tidak percaya dengan jawaban Laras.


"Tadi customer nya minta maaf sambil ngasih uang. Tadi aku udah nolak tapi dia maksa karena gak enak udah numpahin minuman ke baju aku." Jawab Laras meyakinkan Reno.


" Oh ya udah, tapi kamu gak papa kan?" Reno mulai percaya dengan ucapan Laras.


"Gapapa kok mas." Laras menghela nafas lega karena Reno sudah tidak curiga.


"Ya udah mandi dulu sana." Perintah Reno.


"Kan aku udah mandi mas." Laras hampir keceplosan.


"Mandi? Mandi dimana?" Tanya Reno heran.


"Ah tadi kan... tadi kan baju aku ketumpahan nah aku langsung sekalian aja mandi." Jawab Laras


"Oh ya udah, sini." Reno menyuruh Laras mendekat dengannya.


Laras pun mendekat dan menghampiri Reno yang berbaring di ranjang.


Reno menarik tangan Laras untuk berbaring di samping nya.


"I miss you." Ucap Reno berbisik di telinga Laras.


"Sebenarnya aku capek, tapi kalau aku menolak mas Reno dia bakal curiga." Gumam Laras dalam hati.


"I miss you too." Jawab Laras.


Reno mulai mencium bibir Laras. Perlahan tangan Reno meremas gunung kembar Laras.


"Sshhh Ahhh". Desah Laras.


"Kamu jangan pernah tinggalin aku sayang." Ucap Reno berbisik.


Laras hanya terdiam mendengar ucapan Reno.


Reno melanjutkan permainannya. Setelah 1 jam berlalu Laras dan Reno menyudahi permainannya.


"Mas aku mandi dulu." Ucap Laras.


"Iya sayang." Reno ketiduran menunggu Laras yang tengah mandi.


Pukul 02.00 suara HP Laras berbunyi di atas meja.


Kring...kring....kring.... kring....


"Siapa sih yang telfon malam-malam seperti ini." Gumam Laras.


Ternyata yang menelfon adalah Aldi.


"Aldi tumben dia telfon jam segini." Ucap Laras.


Laras pun keluar dari kamar untuk msngangkat telfon Aldi, karena takut akan di dengar oleh Reno.


"Halo Al, ada apa kamu telfon jam segini?" Tanya Laras.


"Kamu udah tidur sayang?" Suara Aldi dari sebrang telepon.


"Belum." Jawab Laras.


"Oh kamu habis bercinta ya sama suami kamu." Ucap Aldi.

__ADS_1


"Emang kenapa sih Al, Reno kan suami sah aku." Ujar Laras.


"Aku merasa cemburu aja, dia bisa setiap saat sama kamu, bahkan semalam full. Tapi aku..." Aldi tidak meneruskan pembicaraan nya.


" Kamu apa-apaan sih Al. Kenapa kamu jadi seperti ini." Laras mulai merasa aneh dengan Aldi.


"Eh maaf sayang, kamu gak suka ya." Aldi mulai menyadari kesalahannya


"Aku gak suka ya, kamu jangan pernah seperti ini lagi." Ucap Laras.


"Iya deh maaf." Aldi meminta maaf kepada Laras.


"Ya udah aku mau tidur." Laras hendak mematikan telfonnya.


"Tapi aku masih kangen." Sahut Aldi.


"Besok kan kita ketemu." Laras mulai kesal dengan sikap Aldi.


"Iya deh iya. Ya udah good night sayang." Aldi mengiyakan perkataan Laras.


Tanpa menjawab ucapan Aldi Laras menutup telfonnya. Laras segera masuk ke dalam kamar. Ternyata Reno sudah terbangun dari tidurnya.


"Siapa yang telfon malam-malam seperti ini?" Tanya Reno curiga.


"Ah itu mas orang salah sambung." Laras menjawab pertanyaan Reno dengan panik.


"Oh ya udah, lain kali kalau nomor yang gak dikenal gak usah diangkat." Ucap Reno.


"Iya mas."


Reno dan Laras tidak pernah saling melihat HP pasangan. Karena buat mereka menjaga privasi pasangan masing-masing itu sangat penting. Reno hanya bisa mempercayai ucapan Laras dan hanya juga harus bisa mempercayai ucapan Reno.


Malam hari berlalu, seperti biasa Reno mengantar Laras untuk pergi bekerja. Dan kebetulan hari ini Reno libur kerja.


"Sayang hari ini aku libur, aku mau ajak anak-anak untuk pergi jalan-jalan." Ucap Reno di jalan.


"Oh ya udah kamu hati-hati ya mas. Tapi apa kamu bisa bawa anak-anak sendiri?" Tanya Laras.


"Aku gak bisa libur mas, karyawan lain ada yang izin libur hari ini." Ucap Laras.


"Oh ya udah gapapa." Ucap Reno sedikit kecewa.


Akhirnya mereka sampai di cafe. Laras segera turun dari motor dan bergegas masuk ke dalam cafe.


"Aku masuk dulu ya mas." Laras mencium tangan Reno.


"Iya kamu hati-hati ya kerjanya."


Laras hanya mengangguk dan tersenyum lalu masuk ke dalam cafe. Reno bergegas menuju rumah Ibu untuk mengajak Rina, Sasa dan Ibu mertua nya pergi jalan-jalan.


Sesampainya di cafe Laras tidak melihat Aldi. Laras bergegas menuju kasir untuk bekerja.


Di rumah Ibu


"Ayah..." Teriak Rina dan Sasa menyambut ayahnya.


"Iya sayang." Reno memeluk Rina dan Sasa.


"Ibu." Reno mencium tangan Ibu mertuanya.


"Masuk Ren." Ibu mengajak Reno dan anak-anak masuk ke rumah.


Reno duduk di sofa di temani dengan kedua anaknya.


"Oh iya Bu, kebetulan hari ini Reno libur, kita jalan-jalan ya Bu." Ucap Reno.


"Laras mana Ren?" Tanya Ibu bingung.


"Laras gak bisa izin libur Bu, soalnya baru beberapa hari masuk kerja." Jawab Reno.


"Hore kita jalan-jalan" Teriak Sasa.

__ADS_1


"Ibu mau kan Bu?" Tanya Reno.


"Ayo nek kita pergi jalan-jalan" Ucap Sasa.


"Ya udah nenek siap-siap dulu ya." Ucap Ibu.


"Hore kita pergi jalan-jalan sama Nenek." Ucap Sasa senang.


" Ya udah Reno pesan taxi ya Bu." Reno mengambil HP nya di saku celana.


"Iya Ren."


Akhirnya Reno, Sasa, Rina dan neneknya pergi jalan-jalan. Reno sedikit kecewa karena Laras tidak ikut, tapi Reno kuga bahagia karena melihat anak-anak senang.


Hari berjalan begitu cepat sudah pukul 14.00 tapi Laras belum juga melihat Aldi. Laras mengirimkan pesan ke Aldi.


"Kamu dimana Al?" Isi pesan Laras.


"Aku masih di jalan ini." Aldi membalas pesan Laras.


"Kok tumben kamu gak ada di cafe?" Tanya Laras.


"Iya, aku tadi ke rumah temen dulu." jawab Aldi.


"Oh oke." Laras mengirim balasan ke Aldi.


30 menit kemudian Aldi sampai di cafe.


"Ngapain chat cantik, kangen ya?"


Aldi yang baru sampai langsung menemui Laras.


"Nggak kok, PD banget kamu." Ucap Laras.


"Bilang aja kangen." Aldi mengedipkan satu matanya.


"Gak lah." Laras mulai salah tingkah.


Kebetulan ada karyawan lain yang lewat depan mereka berdua.


"Ras kamu ke ruangan saya sekarang." Ucap Aldi.


"Baik Pak." Ucap Laras menunduk mengerti.


"Sa kamu jaga kasir bentar ya, ada yang mau saya bicarakan dengan Laras." Aldi memerintah karyawan yang lewat di depannya.


"Baik Pak."


Akhirnya Laras mengikuti Aldi naik ke atas. Sesampainya di dalam ruangan Aldi Laras bingung.


"Ada apa Al?" Tanya Laras.


"Gapapa, aku cuma kangen aja sama kamu." Jawab Aldi yang duduk di sofa.


"Ih kamu, aku kira ada apa." Laras mengikuti Aldi dan duduk di sebelah Aldi .


"Aku cuma gak enak aja kalau bicara bebas di bawah, makanya aku ajak kamu kesini." Aldi merangkul Laras.


"Kamu nih bisa aja." Laras tersenyum.


Aldi mencium bibir Laras. Lidah Aldi mulai masuk ke dalam mulut Laras.


Laras hanya bisa menikmati ciuman hangat Aldi.


"Aku kangen sama kamu." Ucap Aldi menghentikan ciumannya.


"Tapi kan kemarin kita udah seharian bersama, masa udah kangen aja." Jawab Laras.


"Kamu gak peka banget sih." Aldi cemberut.


"Iya deh, utututu sayang nya aku." Laras menggoda Aldi.

__ADS_1


Aldi yang tidak bisa menahan godaan Laras lalu tersenyum.


__ADS_2