
Mereka berdua lalu masuk ke kamar. Tanpa memikirkan dosa apa yang telah mereka perbuat, bagaimana perasaan pasangan masing-masing, mereka sibuk dengan kisah cinta terlarang.
"Sayang makasih ya, kamu udah buat aku bahagia hari ini." Ujar Danu kepada Laras.
"Kamu pinter deh mainnya, gak seperti Catrin istri aku." Imbuh Danu sambil mencium kening Larasa.
"Iya sayang, kamu puas kan?" Tanya Laras dengan nada merayu sembari tangannya mengelus dada Danu.
"Kamu emang paling pintar." Jawab Danu.
Ya, Laras memang jago diranjang sampai-sampai Danu dibuat tergila-gila oleh kemahiran Laras. Selesai olahraga Danu dan Laras pergi main. Setelah mandi mereka berbaring ditempat tidur.
"Sayang aku pengen tas ini." Pinta Laras kepada Danu sambil menunjukkan foto di HP yang dipegang Laras.
"Boleh, nanti kita beli ya." Tanpa berfikir panjang Danu mengiyakan permintaan Laras.
"Yang bener sayang?" Tanya Laras.
"Iya, apa sih yang gak buat princesku?" Ujar Danu dengan kata gombalnya.
"Ahh makasih sayang." (Sambil mencium bibir Danu)
Jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, Danu dan Laras segera beranjak pergi meninggalkan hotel. Mereka pergi menuju toko tas yang Laras inginkan. Di mobil Danu dan Laras kehilatan sangat bahagia, Mereka melupakan kelaurga kecil mereka di rumah yang menunggu kepulangan mereka.
"Sayang sudah sampai, yuk turun." Ajak Danu.
"Makasih ya, kamu benar-benar mengerti aku." Sahut Laras dengan wajah gembira.
__ADS_1
Mereka berdua segera turun dari mobil dan menuju toko tempat Laras ingin membeli tas. Ya, tas yang diinginkan Laras memang cukup mahal. Tas import yang hanya ada beberapa di Indonesia. Tak hera kalau Laras meminta tas itu kepada Danu. Dan ternyata Laras sudah memesan tas itu. Mungkin karena takut kehabisan kali ya.
"Mbak saya Laras, saya mau ambil tas pesanan saya tadi." Ujar Laras kepada mbak-mbak penjaga toko.
"Oh Ibu Laras ya, baik Bu ini tas yang Ibu pesan tadi sudah kami siapkan." Dengan ramah penjaga toko itu mengambilkan tas yang dipesan Laras.
"Wah bagus banget tasnya, lucu banget sayang." Laras kehilatan sangat menyukai tas itu.
"Kamu suka sayang, ya udah kita bayar ya." Sahut Danu.
"Untuk pembayaran bisa ke kasir ya pak." Kata penjaga toko.
Danu dan Laras menuju ke kasir untuk membayar tas.
"Mbak mau bayar." Kata Danu kepada penjaga kasir.
"Baik pak mau cash atau pakai debit?" Tanya penjaga kasir.
"Baik Bapak. Totalnya 35 juta rupiah." Kata penjaga kasir.
"Ini mbak sudah" Sembari memberikan pin ATM nya.
Selesai membeli tas Laras dan Danu segera pulang. Mereka telah menghabiskan waktu seharian untuk berdua.
Seperti biasa Laras turun di depan gang. Laras berjalan kaki menuju ke rumah.
"Assalamualaikum, Ayah pulang." Suara Reno memberikan salam.
__ADS_1
"Waalaikum salam, Ayah sudah pulang." Rina membukakan pintu untuk Ayahnya.
"Sudah nak, loh dimana Ibu kamu?" Tanya Reno.
"Ibu katanya pergi arisan Ayah." Jawab Rina.
"Bukannya kemarin sudah arisan ya?" Tanya Reno kebingungan.
"Rina gak tau Ayah." Sambil membawa gelas membuat kan minum Ayahnya.
"Ya sudah, kamu sama adik kamu sudah makan Rin?"
"Sudah Ayah, tadi Ibu sudah membuat telur goreng untuk makan Rina sama Adik." Ujar Rina.
Tak lama kemudian Laras datang.
"Assalamualaikum, eh Ayah sudah pulang." Sambil mencium tangan Reno.
"Kamu dari mana Bu?" Tanya Reno.
"Arisan Yah, sama temen-temen." Jwab Laras.
"Bukannya kemarin kamu sudah arisan? Kok hari ini arisan lagi?" Tanya Reno.
"Kamu kok curigaan gitu sih, udah aku bilang, aku arisan sama temen-temen. Kamu kok gak percaya." Suara Laras kesal karena ditanya Reno.
"Bukan gitu Bu, Ayah cuma bertanya." Reno dengan lembut menjelaskan kepada Laras.
__ADS_1
"Udah lah Yah, bilang aja kamu gak mau ngeluarin uang buat Ibu arisan." Laras lalu beranjak pergi meninggalkan Reno.
Mau adegan lebih hot lagi 🤠yuk batu author beri ranting 5, like, komen dan beri vote ya. Pasti akan ada adegan lebih hot lagi ditunggu ya teman-teman.