Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain

Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain
Episode 16


__ADS_3

Laras merasa senang karena bisa bekerja di cafe milik Aldi. Di dalam taxi Laras mendapat telfon dari Danu. Danu yang dibuat hancur rumah tangganya oleh Laras mempunyai dendam tersendiri.


"Mau apa kamu menelfon aku?" Tanya Laras kepada Danu.


"Aku kangen sama kamu sayang." Ucap Danu.


"Bukannya kamu kemarin bilang aku gak boleh hubungi kamu lagi?" Ujar Laras.


"Gak kok aku berubah pikiran."


"Oh aku tau. Kamu udah diceraikan sama Catrin ya. Akhirnya kamu merasakan apa yang aku rasakan kemarin."


"Aku gak akan tinggal diam, kamu harus merasakan apa yang aku rasakan baby."


"Jangan harap kamu bisa memanggilku baby lagi. Kita udah gak ada hubungan. Lagian aku juga udah dapat pengganti kamu jauh lebih tajir daripada kamu."


Laras langsung menutup telfonnya, tidak lupa Laras memblokir nomor Danu. Danu merasa sangat marah kepada Laras. Laras merasa senang karena Danu telah dicampakkan oleh Catrin. Danu merasakan apa yang dirasakan Laras saat Danu mencampakkannya.


"Aku sengaja mengirim foto itu ke Catrin agar kamu tau rasanya dicampakkan. Biar kamu merasakan apa yang kemarin aku rasakan Danu." Ucap Laras dalam hati.


Danu sangat marah. Danu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Tunggu kamu Laras. Kamu gak akan hidup tenang. Aku akan membalas semua perbuatan yang kamu lakukan terhadap aku. Aku akan mengingat ini selamanya." Ujar Danu.


Setelah 30 menit Laras sampai di rumah. Laras bingung karena di rumah tidak ada orang. Laras menelfon Ibunya.


"Halo assalamualaikum Bu." Ucap Laras.


"Waalaikum salam Ras." Jawab Ibu.


"Ibu sama anak-anak kemana?" Tanya Laras.


"Ini Rina sama Sasa pengen tinggal di rumah Ibu, mungkin Ibu dan anak-anak menginap di rumah Ibu satu mingguan ya Ras." Jawab Ibu.


"Kok gak bilang dulu Bu?"


"Iya ini tadi Sasa udah nangis minta kesini. Katanya di sini banyak temannya." Ujar Ibu.


Memang di tempat neneknya Rina dan Sasa mempunyai banyak teman sebayanya.


"Oh ya udah nanti aku bilang ke mas Reno Bu." Ucap Laras.


"Iya maaf ya Ibu nggak ngasih tau kamu dulu."


"Iya Bu gapapa. Ya udah Assalamualaikum."


"Iya waalaikum salam Ras."


Tidak lama Reno pulang dari kerja.


tok tok tok


"Assalamualaikum Bu."


"Waalaikum salam, eh tumben kamu jam segini udah pulang?" Laras membukakan pintu untuk Reno.


"Iya sayang, kebetulan kerjaan aku udah selesai jadi aku bisa pulang cepat."

__ADS_1


"Ibu dan anak-anak kemana?" Tanya Reno.


"Oh iya, Ibu tadi bilang katanya Rina dan Sasa pengen menginap di rumah neneknya." Jawab Laras


"Kok gak bilang dulu?"


"Iya tadi Sasa udah nangis minta kesana, katanya gak punya teman main kalau di rumah."


"Oh ya udah. Aku mau mandi dulu."


"Iya."


Selesai mandi Reno duduk di kursi ruang tamu. Laras membawakan secangkir teh hangat untuk Reno.


"Ini tehnya." Menaruh teh di meja.


"Iya makasih sayang." Ucap Reno sembari mengambil teh dan meminumnya.


"Mas aku mau bicara sesuatu sama kamu." Laras duduk mendekati Reno.


"Kamu mau bicara apa sayang?" Jawab Reno sembari menaruh gelas di meja.


"Aku pengen kerja mas." Ucap Laras pelan.


"Kerja dimana? Nanti kamu kecapean lagi." Jawab Reno.


"Gak mas aku janji. Aku bosen banget dirumah, apalagi anak-anak sekarang di rumah Ibu." Laras merayu Reno.


"Emang kamu mau kerja dimana sih?" Tanya Reno.


"Cafe Capricorn? Emang ada lowongan kerja di sana?"


"Kebetulan temen aku pemilik cafe nya mas."


"Ya udah terserah kamu, tapi kamu harus janji kamu gak boleh kecapekan ya."


"Yang bener mas? Iya aku janji aku akan jaga diri aku gak akan kecapekan."


"Iya." Ucap Reno.


"Ahh makasih mas." Laras mencium pipi Reno.


"Ya udah aku mandi dulu ya mas." Ujar Laras


Reno mengangguk sembari melihat HP nya.


Di dalam kamar Laras menelfon Aldi.


"Halo Aldi."


"Iya, gimana Ras."


"Aku dibolehin kerja sama suami aku. Besok aku kesitu ya." Ujar Laras.


"Yang bener? Ya udah besok kamu datang ke sini jangan terlambat ya cantik." Jawab Aldi.


"Hehe iya ganteng, makasih ya." Laras menutup telfonnya.

__ADS_1


Laras bergegas untuk mandi. Selesai mandi Reno sudah menunggu Laras di ranjang.


"Ih kamu bikin kaget aja mas." Ucap Laras.


"Aku kangen sama kamu. Boleh nggak aku minta hari ini." Tanya Reno kepada Laras.


"Boleh kok. Kan kamu udah ngizinin aku buat kerja di cafe."


"Makasih sayang."


Laras berbaring di samping Reno. Tanpa basa basi Reno langsung melepas daster yang Laras pakai.


Bermula dari ciuman bibir lalu turun ke leher Laras. Laras menikmatinya, tangan Laras pun menggenggam sosis Reno. Keluarga yang menurut Reno sudah kembali hangat tanpa ada nya orang ketiga. Tetapi buat Laras Reno hanya dijadikan status dan pelampiasan.


"Ahhh kok kamu sekarang pintar banget sih mainnya." Tanya Laras.


"Aku gak mau kamu pergi ninggalin aku lagi. Aku berusaha mencukupi kebutuhan kamu, aku juga gak mau kamu merasa gak puas sama aku." Jawab Reno.


Semakin ke bawah jari tengah Reno masuk ke dalam goa Laras. Rintihan Laras membuat Reno semakin kencang menghisap gunung kembar Laras.


"Ssh ahh mass....." Laras semakin menjadi-jadi.


Reno yang tidak kuat mendengar suara Laras segera merebus sosisnya.


"Ahhhh " Laras pun berteriak menikmati.


Laras yang pintar bermain *** memutar balikan kepemimpinan Reno, sekarang Laras yang memimpin. Laras berada tepat di atas sosis Reno. Sebelum memasukkan sosis Reno ke dalam goa Laras menjilati sosisnya.


"Ahh baby. shhh" Reno merintih keenakkan


Goa Laras mulai banjir Laras yang sudah tidak tahan lagi langsung menancapkan gas membuat sosis Reno berlumuran mayonaise.


"Ahhhh 💦💦 kamu benar-benar pintar sayang." Ucap Reno yang tergeletak lemas.


"Sshhh ahhh aku capek tau." Unar Laras berbaring di samping Reno.


Mereka berdua tertidur tanpa menggunakan pakaian. Setelah Reno bangun Reno sadar bahwa Laras sama sekali belum menggunakan pakaian tanpa berfikir panjang Reno kembali menggocek goa Laras.


Laras yang masih tertidur belum merasakan kenikmatan duniawi.


"Bangun sayang." Ucap Reno yang push up diatas Laras.


"Ahhhh sakit sayang ahhh." Laras mulai terbangun


"Kamu nakal banget, ahhh." Laras pun tersadar bahwa goa nya sudah di buat becek.


"Ahh sa ahh sakit." Laras menjerit kesakitan.


"Kita keluarin bareng-bareng ya." Ucap Reno


"Ahh 💦"


"ahhh 💦"


"Ya udah aku mandi dulu sayang." Ucap Reno.


"Iya sana. Aku masih capek"

__ADS_1


__ADS_2