Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain

Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain
Episode 9 Laras yang masih berharap dengan Danu


__ADS_3

Reno dan Laras memeriksakan kandungan Laras ke dokter. Walaupun Reno tahu itu bukan darah dagingnya tapi Reno tetap menyanyanginya sepenuh hati. Reno tidak pernah menuntut apa pun kepada Laras.


"Dok gimana kandungan istri saya?" Tanya Reno.


"Sebaiknya Bu Laras tidak boleh terlalu capek Pak. Kandungan Bu Laras sangat lemah." Ucap Dokter.


"Baik Dok." Jawab Reno.


"Ini ada resep obat untuk menguatkan kandungan Ibu Laras. Obat ini harus dimimum setiap hari ya Pak."


"Baik Dok. Terimakasih".


Laras dan Reno menebus obat di apotik. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mereka mendapatkan obatnya. Mereka segera pulang ke rumah Ibu Laras untuk menjemput anak-anak.


"Assalamualaikum Bu." Ucap Laras.


"Waalaikum salam. Masuk." Suara Ibu sambil membukakan pintu.


Laras dan Reno lalu duduk di ruang tamu.


"Gimana kandungan kamu Ras?" Tanya Ibu kepada Laras


"Kandungan aku lemah Bu. Aku harus menjaga benar-benar kandungan ini." Jawab Laras.


"Kok bisa Ras? Kamu harus berhati-hati menjaga kandungan kamu." Tegur Ibu.


"Iya Bu." Jawab Laras.


"Anak-anak dimana Bu?" Tanya Laras.


"Mereka ada di kamar. Mereka mau menginapa di sini untuk malam ini."


"Loh bukannya mereka sekolah Bu?"


"Tadi Rina bilang besok libur"


"Oh ya udah bu aku titip anak-anak ya."


Laras dan Reno pulang kerumah. Sesampainya di rumah Reno menyiapkan makanan untuk Laras. Reno merasa senang mungkin dengan anak-anak menginap di rumah neneknya Reno dapat memperbaiki hubungannya dengan Laras yang sempat tidak baik.


"Sayang makan dulu. Terus nanti minum obatnya." Reno membawakan Laras makanan ke kamar.


"Makasih." Ucap Laras kepada Reno.


Reno sangat perhatian kepada Laras. Reno tidak ingin Laras pergi meninggalkannya. Namun Laras tidak bisa membalas cinta Reno. Laras masih berharap dengan Danu, laki-laki yang telah menghamilinya.


"Udah? Nih obatnya diminum." Memberikan obat ke Laras.

__ADS_1


"Makasih. Kamu udah makan? Tanya Laras setelah meminum obatnya.


"Udah sayang." Jawab Reno.


Reno meletakkan piring ke dapur. Reno yang merasa senang karena Laras sudah tidak berhubungan lagi dengan Danu berniat untuk memperbaiki hubungannya dengan Laras.


Reno berbaring di samping Laras. Sambil merangkul Laras Reno ingin memanjakan Laras.


"Ibu, Ayah kangen sama Ibu. Ayah pengen hubungan kita seperti dulu lagi." Kata Reno.


"Maafin aku ya. Selama ini aku khilaf, aku udah ngecewain kamu." Ujar Laras.


"Iya udah Ayah maafin sebelum Ibu minta maaf sama Ayah." Ucap Reno lembut.


"Ayah pengen ..."


Kring......kringg....kring.....


Suara Handphone Reno berbunyi. Reno segera mengangkat telfonnya.


"Halo, selamat malam Pak?" Suara Reno berbicara dengan seseorang di telfon.


"Oh baik Pak. Saya segera kesana." Imbuh Reno.


"Siapa yang telfon?" Tanya Laras.


"Loh bukannya tadi udah izin ya?" Tanya Laras.


"Iya ini kebetulan yang harusnya hari ini masuk malam dia sakit. Jadi aku harus gantiin masuk malam, karena tadi izin setengah hari kerja." Ucap Reno


"Oh ya udah." Kata Laras singkat.


"Ibu gak papa di rumah sendirian? Atau Ayah anterin ke rumah Ibu?" Tanya Reno.


"Gak usah aku capek mau istirahat. Aku istirahat di rumah sendirian gak papa." Jawab Laras.


"Oh ya udah kalau gitu Ayah berangkat dulu ya. Ibu hati-hati dirumah, kalau ada apa-apa segera hubungi Ayah ya." Reno berpamitan kepada Laras.


Reno pergi meninggalkan Laras sendiria. di rumah. Reno yang harus berangkat kerja khawatir dengan kondisi Laras. Tapi Reno tidak bisa menolak perintah atasannya untuk berangkat lembur malam ini.


Laras yang belum melupakan Danu mencoba menghubungi Danu. Ya, Laras nekat untuk menghubungi Danu dengan harapan Danu akan kembali ke pelukan Laras.


"Halo selamat malam." Ucap Laras menelfon Danu.


"Malam, maaf dengan siapa?" Jawab Danu belum mengetahui siapa yang menelfon nya.


"Kamu udah lupa dengan suara orang yang kamu cintai." Tanya Laras.

__ADS_1


"Laras?! Untuk apa kamu hubungi aku lagi?" Tanya Danu.


"Untuk apa?! Kamu benar-benar pengecut Danu. Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan." Jawab Laras membentak Danu.


"Aku tidak bisa. Aku juga tidak yakin itu anak aku. Kamu mau berapa dari aku biar aku transfer sekarang." Ujar Danu


"Bangs*t kamu Danu. Kamu laki-laki paling jahat yang pernah aku kenal. Jangan harap kamu bisa melepaskan akau begitu aja." Ancam Laras


"Apa yang akan kamu lakukan. Kamu tidak punya bukti apapun." Ujar Danu.


"Tunggu sampai istri kamu tau kelakuan bejat suaminya." Jawab Laras.


Danu yang tidak ingin istrinya mendengar telfon itu segera mematikan telfonnya. Danu tidak tenang dengan semua ancama Laras.


"Laras hanya mengancamku. Dia tidak punya bukti apapun." Ucap Danu dalam hati.


Danu tidak ingin membebani pikirannya. Danu menganggap ancaman Laras hanya sekedar untuk membuatnya takut.


Tiba-tiba HP Danu berbunyi. Ada chat masuk di WhatsApp Danu. Nomor yang sama yang menelfon dia tadi mengirim sebuah foto.


"Foto apa ini?" Danu membuka chat masuk di HPnya.


"Gak, gak mungkin. Dari mana dia dapat foto ini?" Ucap Danu dalam hati.


Ternyata Laras mengirim foto mereka berdua yang sedang bermesraan di dalam kamar hotel. Danu yang merasa ancaman Laras benar adanya mulai panik. Danu takut istrinya mengetahui semua kelakuannya.


"Kamu gak akan bisa lari dari aku Danu. Kamu kira aku main-main dengan ancaman aku. Kalau kamu tidak menuruti semua keinginanku aku akan mengirim semua bukti foto ini ke Catrin, istri tercinta kamu."


Isi chat dari Laras yang diterima Danu.


Danu sangat takut. Danu tidak bisa menolak semua keinginan Laras. Danu tidak mau istrinya tau. Danu tidak mau kehilangan semua hartanya. Ya, harta yang diperoleh Danu adalah harta warisan dari Ayah Catrin. Danu menjadi bos karena menggatikan Ayah Catrin yang telah meninggal. Perusahaan yang dipimpin Danu saat ini adalah perusahaan keluarga Catrin.


"Apa yang kamu inginkan?" Danu membalas chat dari Laras.


"Sudah aku bilang, kamu gak bisa ninggalin aku. Besok temui aku di taman jam 10." Laras mebalas chat Danu.


"Aku tadi dengar kamu telfon siapa sayang?" Terdengar suara dari belakang Danu.


"Ah sayang, kamu bikin kaget aja." Jawab Danu langsung mamasukkan HP di saku celananya.


Ternyata suara itu adalah suara Catrin.


"E-enggak itu tadi investor yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita sayang." Jawab Danu gugup.


"Oh ya udah kirain siapa. Yuk tidur udah malam." Kata Catrin.


"Iya sayang, aku juga udah ngantuk." Ucap Danu.

__ADS_1


Laras merasa senang karena Danu sudah tidak bisa meninggalkan nya. Laras yang mempunyai sifat nekat dan licik dapat menghalalkan segala cara untuk mewujudkan semua keinginan nya. Termasuk membuat Danu kembali ke pelukannya. Laras yang masih ingin memiliki harta Danu seutuhnya tidak rela melepaskan Danu begitu saja.


__ADS_2