
Di depan Laras karyawan lain tidak berani menegur atau membicarakannya karena tahu bahwa Laras adalah teman Bosnya.
"Gimana kerjanya cantik?" Tanya Aldi menghampiri Laras.
"Aman kok, karyawan yang lain juga baik sama aku. Aku senang bisa kerja di sini." Jawab Laras.
"Syukurlah kalau kamu senang. Aku juga ikut senang." Ucap Aldi.
"Oh iya nanti pulang kerja kamu ke atas ya." Imbuh Aldi.
"Ke ruangan kamu?" Tanya Laras.
"Iya. Nanti kamu masuk aja." Jawab Aldi.
"Oh ya oke." Ujar Laras.
"Ya udah aku ke dapur dulu ya." Aldi berpamitan kepada Laras.
"Iya." Jawab Laras.
Aldi meninggalkan Laras menuju dapur. Ternyata Aldi tidak sengaja mendengar pembicaraan karyawannya yang membicarakan Laras.
"Siapa yang kalian bicarakan?" Tanya Aldi kepada karyawannya.
"Eh Pak Aldi. Bu-bukan siapa-siapa kok pak." Jawab karyawan nya gugup.
"Kok tadi saya dengar perempuan matre. Emang siapa yang matre?" Tanya Aldi penasaran.
"Eh itu tetangga saya Pak." Jawab salah satu karyawan Aldi.
"Oh ya udah. Gimana kerjaannya. Apa ada kendala?" Tanya Aldi.
"Semua lancar Pak. Gak ada kendala yang serius, cuma tadi salah satu supliyer kita ada yang gak datang Pak karena keluarganya ada yang meninggal." Jawab karyawan Aldi.
"Tapi semua aman kan?" Tanya Aldi memastikan.
"Aman Pak. Besok supliyer nya udah bisa kirim lagi." Jawab Karyawan Aldi.
"Oke kalau gitu saya tinggal dulu." Aldi beranjak pergi meninggalkan dapur.
Aldi dikenal sebagai bos yang baik dan ramah kepada semua karyawannya. Setiap hari Aldi selalu memastikan bahwa tidak akan ada masalah di cafenya. Sebesar apapun masalah bisa di handle oleh Aldi. Karyawan yang bekerja di cafe Aldi sangat menyukai sifat kepemimpinan Aldi.
Tiba saatnya cafe tutup. Setelah menyelesaikan pekerjaannya Laras naik ke atas untuk pergi ke ruangan Aldi. Aldi yang sudah menunggu Laras di rungan menyuruh Laras masuk. Karyawan yang mengetahui mulai membicarakan Laras lagi.
"Eh itu si Laras udah berani masuk aja ke ruangan Pak Aldi." Ucap salah satu karyawan.
"Iya tu, maklum lah mungkin dia pacar Pak Aldi." Jawab karyawan yang lain.
"Ya udah lah ya biarin aja. Kita gak usah ikut campur urusan orang lain."
Ketiga karyawan perempuan itu lalu keluar cafe untuk pulang ke rumah. Sesampainya di depan cafe bertemu dengan Reno yang hendak menjemput Laras. Reno bertanya ke salah satu karyawan cafe.
"Maaf mbak mau tanya. Apa kenal dengan Laras? Karyawan baru di cafe ini." Tanya Aldi.
"Oh Laras. Iya saya kenal ada apa ya mas?" Tanya perempuan itu.
"Apa dia sudah pulang ya mbak. Saya suaminya mau jemput Laras."
__ADS_1
"Oh Laras, dia tadi masuk ke ruangan Pak Aldi."
"Oh, untuk apa ya mbak kalau boleh tau?"
"Maaf saya gak tah mas."
"Oh ya sudah makasih mbak."
"Iya sama-sama mas." Ketiga karyawan pergi meninggalan Aldi.
Diperjalanan tak henti-hentinya karyawan membicarakan Laras. Reno menunggu Laras hampir 30 menit namun Laras tak kunjung keluar.
Di depan pintu ruangan Aldi Laras mengetuk pintu.
"Masuk aja cantik, gak dikunci kok." Ucap Aldi di dalam ruangan.
"Aku masuk ya, permisi." Ucap Laras.
"Sini duduk." Aldi menyuruh Laras duduk disampingnya.
"Ada apa kamu memanggil aku Al?" Tanya Laras.
"Sebenarnya sih gak ada apa-apa. Aku cuma mau ngobrol aja sama kamu. Kalau dibawah gak enak sama karyawan lain." Ujar Aldi.
"Kirain ada apa. Emang kamu mau ngomongin apa sih Al?" Tanya Laras bingung.
"Apa ya, aku juga bingung mau ngomong apa sama kamu." Aldi semakin mendekati Laras.
"Ih kok bisa gitu." Laras mulai mengerti maksud Aldi.
"Kamu pinter banget sih, makasih." Ucap Aldi.
"Sama-sama. Oh iya satu lagi ini uangnya." Laras memberikan uang hasil penjualan cafe hari ini.
"Makasih cantik. Udah pinter cantik lagi makin cinta aku sama kamu." Ucap Aldi.
"Hah? Gimana-gimana coba ulangi lagi?" Laras tersenyum tipis.
"Gak kok bercanda kali. Kamu jangan GR." Jawab Aldi mencubit lembut hidung Laras.
"Yeee siapa yang GR. Kamu kali yang belum bisa move on dari aku." Laras menggoda Aldi.
"Enak aja." Aldi mengelak perkataan Laras.
Aldi mendekati Laras, Laras pun tidak menolak pendekatan Aldi. Semakin dekat Aldi ingin mencium lembut bibir Laras. Tiba-tiba HP Laras berbunyi, Aldi langsung mambatalkan niatnya untuk mencium Laras. Ternyata yang menelfon Laras adalah Reno.
"Halo mas." Ucap Laras mengangkat telfonya.
"Halo sayang, apa kamu masih lama. Aku udah di depan dari tadi aku nungguin kamu. Kata karyawan yang lain kamu masih di dalam" Tanya Reno.
"Oh mas udah di depan, ya udah aku keluar sekarang." Jawab Laras.
"Iya aku tunggu." Reno menutup telfonnya.
"Maaf ya Al aku pulanh dulu. Ini suami aku udah nunggu di depan." Laras berdiri hendak meninggalkan Aldi.
"Oh iya kamu hati-hati ya." Ucap Aldi.
__ADS_1
Laras bergegas turun kebawah untuk mengambil tas dan segera pulang.
"Mas." Ucap Laras menghampiri Reno.
"Udah?" Tanya Reno.
"Udah mas, baru selesai laporan keuangan." Jawab Laras.
"Ya udah kita langsung pulang atau mau kemana sayang?" Tanya Reno.
"Kita ke rumah Ibu dulu ya mas. Aku mau jenguk anak-anak." Laras mengajak Reno ke rumah Ibunya.
" Oke." Jawab Reno.
Mereke bergegas pergi ke rumah Ibunya Laras. Diperjalanan Reno ingin menanyakan sesuatu kepada Laras, namun takut Laras akan marah kepadanya.
"Sebenarnya aku penasaran dengan teman SMA Laras, tapi kalau aku tanya nanti Laras bakalan marah." Ucap Reno dalam hati.
Sesampainya di rumah Ibu Laras segera turun dari motor. Reno mengikuti Laras dari belakang.
tok..tokk...tokk...
"Assalamualaikum Ibu." Ucap Laras sembari mengetuk pintu.
"Waalaikum salam, Laras tumben kesini malam-malam." Jawab Ibu membuka pintu.
"Ibu udah tidur?" Tanya Laras.
"Belum Ras. Masuk."
Reno dan Laras masuk ke rumah Ibu.
"Oh iya Bu, anak-anak udah tidur ya?" Tanya Laras.
"Udah Ras baru aja mereka tidur."
"Tumben ke sini malam-malam Ras?" Tanya Ibu
"Iya bu, Laras sekarang udah kerja di cafe bu. Ini baru pulang dari cafe langsung kesini. Laras kangen sama Rina dan Sasa bu." Jawab Laras.
"Kamu sekarang kerja Ras?"
"Iya Bu. Laras bosan di rumah Bu."
"Ya udah kalau kamu kerja Rina dan Sasa biar tinggal di sini sama Ibu. Kalau kamu kangen kamu tinggal ke sini aja Ras. Biar Ibu juga ada temennya." Ucap Ibu.
"Nanti ngrepoti Ibu lagi." Ujar Laras
"Gak Ras, lagian kalau kamu kerja yang mau urus mereka siapa?"
"Ya udah kalau gitu aku titip Rina dan Sasa ya Bu. Besok sebelum berangkat kerja atau pulang kerja aku mampir ke sini."
"Iya Ras. Kamu sama Reno hati-hati kalau kerja. Jaga kesehatan kalian." Pesan Ibu.
"Baik Bu." Ucap Reno
"Iya Ibu." Ujar Laras
__ADS_1