
Laras masuk ke dalam kamar meinggalkan Reno sendirian di ruang tamu. Reno menyusul Laras ke dalam kamar.
"Ibu, maaf Ayah tidak bermaksud seperti itu." Kata Reno dengan nada lembut dan sabar.
"Kamu kenapa sih, mulai curigaan gitu." Sahut Laras dengan nada tinggi.
"Maaf ya kalau Ayah salah, besok-besok Ayah gak lagi tanya seperti itu."
"Ibu jangan marah ya." Imbuh Reno.
"Hmmm." Jawab Laras.
Reno beranjak pergi meninggalkan Laras karena ingin mandi. Reno yang seharian bekerja, sampai di rumah disambut dengan kemarahan Laras yang entah kenapa tidak jelas sebabnya.
Selesai mandi Reno menghampiri Laras di tempat tidur.
Laras yang sedang asik melihat tas baru yang dibelikan Danu tidak sadar kalau Reno sudah berada di sampingnya.
"Ibu, Ibu beli tas baru ya?" Tanya Reno sembari duduk disamping Laras.
"Bukan, ini tas dapat dari arisan tadi siang." Jawab Laras yang langsung memasukkan tas kedalam almarinya.
"Kamu masih marah ya sayang?" Rayu Reno kepada Laras.
"Gak kok. Aku cuma capek aja." Sahut Laras yang beranjak tidur di ranjang.
"Sayang aku pengen berduaan sama kamu." Pinta Reno kepada Laras.
__ADS_1
"Aku capek, seharian gak istirahat." Jawab Laras.
Tanpa memikirkan permintaan suaminya Laras langsung pergi tidur meninggalkan suaminya.
Reno tidak menaruh curiga sedikitpun kepada Laras. Ya, mungkin karena Reno sangat mencintai Laras. Sehingga apapun yang dilakukan Laras Reno sangat percaya.
Keesokkan harinya, seperti biasa Reno berangkat kerja. Sebelum bekerja Reno sarapan bersama keluarga kecilnya.
"Ibu nanti Ayah lembur ya." Sambil makan Reno berpamitan kepada Laras.
"Pulang jam berapa Yah?" Tanya Laras.
"Paling nanti jam 10 malam Bu." Jawab Reno.
"Oke Yah, hati-hati ya Yah." Kata Laras.
Laras segera masuk ke dalam kamar. Laras tinggal seorang diri di rumah. Ya, Rani ada pertamanya sekolah, dan Zaky anak kedua Laras di tempat neneknya untuk beberapa hari.
Seperti biasa Laras langsung menelfon Danu untuk menjemputnya.
"Hallo sayang, jemput aku ya di tempat biasa. Aku kangen banget sama kamu." Kata Laras dengan manja kepada Danu.
"Iya sayang, tapi aku ke kantor dulu ya. Mungkin nanti agak siang." Jawab Danu di telfon.
"Hmm, ya udah deh gapapa. Lagian hari ini suami aku lembur. Aku juga udah nyuruh Rani pulang ke tempat Ibu." Kata Laras.
"Iya, tunggu ya sayang." Danu menutup telfon Laras.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Laras dan Danu bertemu di tempat biasa.
Laras dan Danu bertemu di depan gang, tempat biasa Danu menjemput Laras. Laras memang menolak di jemput di depan rumah, karena takut tetangga ada yang tau.
"Kita mau kemana sayang" Tanya Danu di dalam mobil sembari menyetir mobilnya.
"Kita ke puncak yuk." Ajak Laras.
"Hah? Puncak? Nanti kita pulang kemalaman." Tanya Danu.
"Gapapa sayang, suami aku lembur. Anak-anak juga dirumah orang tuaku." Jawab Laras.
"Oke lah kalau kamu mau ke puncak . Tapi aku telfon istri aku dulu ya." Kata Danu lalu menepikan mobilnya untuk menelfon istri.
"Halo mah, malam ini aku lembur ya. Ada meeting mendadak." Suara Danu berbicara dengan seseorang di telfon.
Laras dan Danu saling membohongi pasangan mereka masing-masing.
Setelah menelfon istrinya Danu melanjutkan perjalan mereka. Ya, mereka menuju puncak. Danu tidak bisa menolak permintaan Laras.
"Sayang kita makan dulu ya, di depan sana ada restoran favorit aku, makanannya enak-enak." Pinta Laras kepada Danu.
"Boleh, kamu lapar ya? Tanya Danu.
"Hehe iya nih, cacing di perut udah demo." Jawab Laras yang tersipu malu.
"Iya nanti kita berhenti di sana ya." Suara lembut Danu mengiyakan permintaan Laras.
__ADS_1
Mereka berdua berhenti untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalan ke puncak.