
Tangan nakal Aldi mulai meraba paha Laras.
"Al jangan ini di cafe." Ucap Laras menyingkirkan tangan Aldi.
"Tapi aku pengen." Aldi merengek manja kepada Laras.
"Gak Al, aku gak akan turutin kamu." Laras menolak permintaan Aldi.
Aldi memaksa Laras untuk bercinta, namun Laras tetap menolaknya.
"Al besoklah kita atur waktu biar bisa berdua." Ujar Laras.
"Gak mau aku maunya sekarang, atau kita ke hotel sekarang?" Aldi menarik tangan Laras.
"Jangan gila kamu Al." Laras menghentikan langkah Aldi.
Aldi kembali duduk di sofa dengan wajah yang kesal. Laras memberi pengertian dengan Aldi.
"Aku gak mau sampai orang lain tau hubungan kita. Aku gak mau keluarga aku hancur." Ucap Laras pelan.
"Iya deh." Aldi mengerti maksud Laras.
"Tapi kali ini jangan tolak permintaan aku." Imbuh Aldi.
"Kamu mau minta apa?" Tanya Laras.
Aldi tidak menjawab pertanyaan Laras. Tangan Aldi perlahan meraba leher Laras dan semakin turun ke bawah.
"Kamu mau apa Al?" Laras masih tidak mengerti apa yang mau Aldi lakukan.
"Kamu diam aja sayang. Aku gak akan jahatin kamu kok." Uvap Aldi.
Perlahan tangan Aldi membuka kancing baju Laras, dan telihat bra merah muda Laras.
"So beautiful". Ucap Aldi.
"Jangan aneh-aneh deh Al." Laras mulai mengerti maksud Aldi.
"Gak aku cuma pengen liat aja kok.
Aldi lalu melepas baju Laras dan melepas bra Laras.
"Al apa-apaan sih kamu." Laras mulai panik.
"Nanti kalau karyawan lain ada yang masuk gimana?" Tanya Laras.
"Gak ada yang berani masuk ke ruangan aku tanpa izin dari aku sayang, cuma kamu yang bisa masuk ke ruangan aku." Aldi menenangkan Laras.
Perlahan Aldi menjilat permen caca yang ada gunung kembar Laras.
"Ahhhh Al, kamu gila Al." Laras mulai berkeringat.
Tangan Aldi yang satu meremas gunung kembar Laras dan yang satu meraba goa Laras. Tanpa henti Aldi menjilat permen cacanya.
"Al ahhh, hmmm Al." Laras mulai tidak bisa menahan nya.
Laras langsung berdiri dan menggunakan bra nya.
"Kamu gak suka ya." Ucap Aldi yang berdiri di belakang Laras.
"Kamu gila Al."
Laras yang sudah selesai menggunakan bajunya langsung bergegas keluar meninggalkan Aldi sendirian di ruangannya.
__ADS_1
"Ras tunggu." Ucap Aldi.
Namun Laras tidak menghiraukan ucapan Aldi. Laras langsung turun ke bawah. Aldi mengejar Laras dari belakang.
"Udah sa kamu boleh kembali ke dapur." Ucap Laras dengan teman karyawannya.
"Oke aku tinggal ya." Ucap temannya.
Laras masih memikirkan sikap Aldi yang mulai berani memaksa Laras.
"Baru kemarin aku menjalin hubungan dengan Aldi. Dia sudah mulai memaksakan kehendaknya." Gumam Laras dalam hati.
"Ras,, Ras,,," Suara temannya membuat Laras kaget.
"Eh iya ada apa?" Tanya Laras bingung.
"Aku mau minta bil meja no 13." Jawab temannya.
"Oh ini." Laras memberikan secarik kertas.
Laras yang tidak fokus dengan pekerjaannya membuat teman-teman yang melihatnya menjadi bingung.
"Eh lo tau nggak, semenjak Laras keluar dari ruangan Pak Aldi dia jadi sering melamun." Ucap salah satu karyawan.
"Iya, tadi aja aku panggil beberapa kali dia baru denger." Sahut karyawan lain.
"Kira-kira ada apa ya, apa dia dimarahi oleh Pak Aldi?"
"Tapi gak mungkin lah, dia kan teman spesial Pak Aldi."
"Oh mungkin mereka nenjalin hubungan, dan mereka sedang bertengkar." Ucap salah satu karyawan.
"Iya bener."
Tiba saat jam cafe tutup, seperti biasa Laras pergi ke atas untuk memberikan laporan keuangan.
"Permisi." Ucap Laras dari luar.
"Masuk Ras." Sahut Aldi dari balik pintu.
Laras masuk ke ruangan Aldi. Aldi langsung mengunci pintu dan menaruh kunci di saku celananya.
"Kamu apa-apaan sih Al?" Tanya Laras takut.
Aldi menarik tangan Laras dan menempelkan wajahnya tepat di wajah Laras. Aldi memeluk Laras dengan erat.
"Al lepasin sebentar lagi mas Reno jemput aku." Ucap Laras.
Aldi mencium bibir Laras agar Laras tidak meneruskan pembicaraan nya.
"Al...."
Belum selesai Laras berbicara Aldi menjulur kan lidahnya ke dalam mulut Laras.
Laras mulai tidak bisa menahan nafsunya.
Aldi meremas gunung kembar Laras.
"Shhh ahhh" Suara Laras mendayu-dayu.
Tanpa berfikir panjang Aldi melepaskan semua pakaiannya. Laras ingin menolak Aldi namun Laras tidak mampu. Aldi memaksa Laras untuk melepas semua pakaiannya.
"Al aku gak mau." Ucap Laras menahan nafsu Aldi.
__ADS_1
"Kamu harus bermain dengan aku baby, aku gak mau menunda nya lagi." Ucap Aldi memaksa Laras.
Tanpa meminta izin dari Laras Aldi membaringkan Laras di sofa panjang.
"Al..." Laras beteriak.
Namun tidak akan ada yang mendengar teriakan Laras karena ruangan Aldi yang kedap udara dan tertutup.
"Ahhh sakit Al ahhhh." Semakin kencang teriakan Laras semakin Aldi menaikan kecepatan push up nya.
Aldi memegang kuat tangan Laras, Laras yang ingin melepaskan diri dari Aldi tidak mampu. Aldi semakin menjadi-jadi.
"Al stop ahh All...." Laras mulai kesakitan.
"Ahhh ahhh hmmm ahhh." Aldi menikmati permainannya.
"All plis stop Al." Laras mulai meneteskan air mata.
Tiba-tiba suara HP Laras berbunyi berkali-kali.
"Kamu angkat dulu, bilang sama Reno kalau kamu masih ada kerjaan." Aldi melepaskan Laras.
Ternyata benar, yang telfon adalah Reno.
"Halo mas." Ucap Laras.
"Iya mas bentar mungkin 30 menit lagi, aku masih ada kerjaan."
"Oke mas tunggu ya." Laras menutup telfonnya.
Belum sempat Laras menaruh HP Aldi sudah menidurkan Laras di meja, menancapkan lolipop nya dengan sangat brutal.
"Ahhhh sa sakit Al, ahhh shh hmmm." Laras yang tidak bisa menahan permainan Aldi mulai tidak terkontrol.
"Al kamu jahat Al."
"Come on baby, ahh hmmm" Aldi hanya menikmati permainan nya tanpa menghiraukan ucapan Laras. 20 menit berlalu.
"Ahhh ahhh ahhh 💦" Aldi mengeluarkan lavanya.
"Ahhh hmmm 💦" Laras lemas dengan permainan Aldi.
"I love you" Ucap Aldi yang menjilat permen caca Laras.
Laras hanya bisa menangis karena kesakitan. Laras langsung menggunakan bajunya.
Aldi yang masih telanjang memberi Laras uang di amplop dan memberi Laras kunci pintu.
Tanpa berbicara Laras meninggalkan Aldi.
"Maaf ya mas nunggu lama." Laras menghampiri Reno.
"Iya gapapa, udah selesai?" Tanya Reno.
"Udah mas."
Reno dan Laras bergegas pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Laras bergegas mandi. Laras menangis dibawah gemriciknya air. Laras tidak mengerti kenapa Aldi seperti itu.
"Apa yang kamu lakukan Al. Apa yang kamu fikirkan tentang aku." Laras hanya bisa menangis.
"Kamu jahat Al, kamu tidak benar-benar mencintaiku. Kamu hanya ingin memuaskan nafsu kamu." Gumam Laras.
"I hate you Al."
__ADS_1
Laras mulai menyesali hubungannya dengan Aldi