
Laras berfikir ingin mendekati Aldi agar bisa mendapatkan harta Aldi. Laras ingin menelfon Aldi tiba-tiba suara Ibu mengagetkan Laras.
"Kamu tadi telfon siapa Laras?" Tanya Ibu dari belakan Laras.
"Eh Ibu, bikin kaget aja." Jawab Laras.
"Tadi salah sambung Bu." Imbuh Laras.
"Kamu mau berbohong ya sama Ibu." Ucap Ibu.
"Gak kok Bu. Laras gak bohong."
"Tadi yang telfon kamu Danu ya? Kamu berhubungan lagi dengan Danu?" Tanya Ibu.
"Gak bu. Tadi Danu bilang kalau dia udah cerai sama istrinya tapi Laras udah gak mau balikan lagi sama dia Bu. Laras mau setia sama mas Reno." Jawab Laras kepada Ibu.
"Syukurlah Ras kalau kamu udah bisa cinta lagi sama Reno. Kasihan Reno dia udah kerja banting tulang berusaha untuk mencukupi semua kebutuhan kamu sama anak-anak kamu. Jangan kamu kecewakan Reno lagi Ras." Pesan Ibu.
"Iya Bu. Laras juga menyesal udah buat mas Reno sakit Bu. Laras gak akan mengulangi nya lagi." Jawab Laras.
"Ya udah kalau gitu Ibu tinggal dulu ya Ibu mau beres-beres di dapur." Ucap Ibu.
"Ibu istirahat dulu Ibu dari pagi gak istirahat lho Bu." Ujar Laras.
"Gapapa sekalian olahraga Ras. Badan Ibu sakit-sakit kalau buat duduk terus." Jawab Ibu.
"Ya udah tapi Ibu kalau capek istirahat ya Bu, jangan nunggu semua nya selesai." Pesan Laras .
"Iya Ras, Ibu tinggal ya."
"Iya Bu."
Setelah memastikan Ibu kembali ke dapur Laras mencoba menghubungi Aldi kembali.
"Hallo Aldi?" Ucap Laras di telfon.
"Hallo Laras. Tumben kamu telfon ada apa?" Tanya Aldi.
"Gapapa aku cuma bosen gak ada temen ngobrol." Jawab Laras.
"Oh kamu main ke cafe aku aja. Ini kebetulan aku dijalan mau ke cafe." Ucap Aldi sembari menyetir mobilnya.
"Beneran boleh main kesana?" Tanya Laras.
"Iya kamu main kesini aja. Mau aku jemput?" Tanya Aldi.
"Eh gak gak usah, aku nanti naik taxi aja." Jawab Laras.
"Oh iya lupa, kamu kan udah punya suami ya." Ucap Aldi
"Hehe, Iya. Ya udah aku siap-siap dulu nanti aku kesitu." Jawab Laras
"Oke aku tunggu cantik." Jawab Aldi.
Laras menutup telfonnya lalu bergegas siap-siap untuk pergi ke cafe Aldi. Sebelum pergi Laras berpamitan kepada Ibunya.
"Ibu Laras pergi sebentar ya Bu." Ucap Laras meminta izin kepada Ibu.
__ADS_1
"Kamu mau kemana Ras?" Tanya Ibu.
"Itu Bu temen SMA aku yang kemarin telfon ngajak makan di cafe." Jawab Laras.
"Kamu itu udah punya keluarga Ras. Gak baik setiap hari pergi ninggalin keluarga kamu. Pasti nanti juga akan jadi fitnah Ras." Ibu menasehati Laras.
"Laras gak lama kok Bu." Jawab Laras lalu bergegas meninggalkan Ibu.
"Terserah kamu Ras. Pesan Ibu jangan sampai menyakiti Reno lagi." Ucap Ibu.
"Iya Bu." Laras berpamitan dan mencium tangan Ibu.
Laras pergi menggunakan taxi online. Jarak antara rumah Laras dan cafe tidak terlalu jauh tapi karena macet jadi lumayan lama. Setelah 45 menit akhirnya Laras sampai di cafe Capricorn, cafe punya Aldi.
"Halo kamu disebelah?" Laras menelfon Aldi.
"Aku di atas, kamu dimana?" Tanya Aldi.
"Aku baru sampai. Ini masih di depan belum masuk." Jawab Laras.
"Oke kamu tunggu disitu aku turun dulu ya." Aldi menutup telfonnya lalu turun ke bawah untuk menjemput Laras.
"Hy. Kamu cantik banget." Ucap Aldi.
"Hy. Ah kamu bisa aja." Ujar Laras.
Laras yang memakai baju sexy berwarna merah membuat Aldi terpesona melihat kecantikan dan bentuk tubuh Laras yang indah.
"Yuk ikut aku ke atas aja." Ucap Aldi.
"Emang gapapa?" Tanya Laras mengikuti Aldi dibelakang.
Laras pun mengikuti Aldi dari belakang. Akhirnya mereka sampai di lantai atas, Aldi mengajak Laras masuk ke ruangan khusus yang hanya boleh dimasuki oleh sang pemilik cafe. Aldi menyuruh Laras masuk dan mempersilahkan Laras duduk di sofa.
"Kamu mau minum atau makan apa gitu?" Tanya Aldi kepada Laras.
"Aku lemon tea aja." Jawab Laras.
"Oke aku pesenin dulu ya." Ucap Aldi.
"Makasih ya." Ujar Laras.
"Sama-sama cantik." Gombal Aldi.
Aldi memesankan minum untuk Laras. Setelah minuman jadi langsung dibawa Aldi masuk.
"Ini minumnya tuan putri." Ucap Aldi.
"Ah kamu bisa aja. Makasih." Ujar Laras.
"Sama-sama."
"Aku minum ya."
"Iya silahkan."
"Eh iya kamu main kesini emang suami kamu gak marah?" Tanya Aldi kepada Laras.
__ADS_1
"Dia kerja, dia gak tau aku pergi kemana." Jawab Laras sambil menaruh gelas di meja.
"Cewe secantik kamu gak di kawal suami sih." Gombal Aldi
"Kamu tu ya, gombal." Ucap Laras.
"Oh iya kamu uda punya istri?" Tanya Laras.
"Belum." Jawab Aldi.
"Masa sih cowo tampan dan juga mapan belum punya pendamping hidup?" Tanya Laras heran.
"Iya, aku belum punya istri." Jawab Aldi jujur.
"Kemarin aku fokus gimana caranya bisa buat usaha sendiri, aku fokus kuliah. Nah sekarang baru deh ngrasain rasanya sendiri." Imbuh Aldi.
"Uhhh kacian." Goda Laras kepada Aldi.
Aldi tersenyum mendengar kata-kata Laras.
"Oh iya kamu ada apa kesini?" Tanya Aldi.
"Aku pengen cari kerja ni." Jawab Laras.
"Kerja? Emang suami kamu ngebolehin?" Tanya Aldi heran.
"Gaji dia kecil, dia gak bisa mencukupi semua kebutuhan hidup aku." Jawab Laras.
"Ya udah kamu mulai besok bisa kerja disini." Ucap Aldi.
"Yang bener?"
"Iya, kapan sih aku pernah berbohong sama kamu."
"Aaa makasih. Kamu temen aku yang paling baik." Laras memegang tangan Aldi.
"Iya sama-sama." Jawab Aldi
2 jam berlalu, Laras izin pulang karena takut kesorean.
"Al, aku pulang dulu ya." Ucap Laras.
"Kok buru-buru banget sih." Jawab Aldi.
"Nanti takut kesorean anak-anak aku nyariin aku."
"Oh ya udah iya. Mau aku anter?"
"Eh gak usah aku bisa naik taxi kok."
"Ya udah kamu hati-hati ya."
"Iya, bye bye."
Laras mecium pipi Aldi.
"Nanti kalau udah sampai rumah kabarin aku ya."
__ADS_1
"Iya bawel."
Aldi tersenyum, Laras lalu pergi meninggalkan Aldi. Sampai di depan cafe Laras menaiki taxi.