
"Al sepatu aku mana?" Tanya Laras bingung.
"Di bawah tempat tidur sayang." Jawab Aldi sabar.
Aldi yang tengah menggunakan sepatu hanya tersenyum melihat tingkah laku Laras.
"Al tas aku mana?" Laras terlalu gugup.
"Itu sayang di atas meja." Jawab Aldi sembari tersenyum.
"Udah?" Imbuh Aldi.
"Udah yuk pulang." Laras bergegas menuju ke pintu
"Al sisir mana, rambut aku masih berantakan." Laras masih saja sibuk dengan tingkahnya.
Aldi hanya tersenyum melihat Laras yang salah tingkah. Aldi memeluk Laras dari belakang.
"Ssttt stop, kamu tenangin diri kamu. Kamu percaya kan sama aku." Ucap Aldi lembut sembari mendekap Laras.
"Iya aku percaya sama kamu. Tapi..."
"Stt dengerin aku baik-baik, kamu tenang aku janji kita akan sampai cafe sebelum jam 9 malam. Sebelum suami kamu sampai kita udah sampai duluan." Ucap Aldi menenangkan Laras.
"Oke, huftt" Laras mengehembuskan nafasnya.
"Udah tenang? Sekarang lakuin apa yang sekiranya perlu kamu lakuin. Kalau udah kita pulang." Kata Aldi
"Rambut aku berantakan." Ucap Laras.
"Ya udah rapihin dulu rambutnya, aku tunggu." Jawab Aldi lembut.
Setelah semua selesai Laras mengajak Aldi pulang.
"Udab yuk pulang." Ajak Laras.
"Nah kalau gitu kan enak kamu gak mondar-mandir kebingungan. Yuk pulang." Aldi menggandeng tangan Laras.
Mereka berdua pergi meninggalkan penginapan dan segera pulang ke cafe. Diperjalanan Aldi mengobrol dengan Laras. Aldi sengaja menggoda Laras yang kelihatan panik.
"Gimana sayang?" Tanya Aldi.
"Gimana apanya?" Jawab Laras bingung.
"Gimana enak nggak?" Tanya Aldi tersenyum.
"Apanya Al?" Laras masih tidak mengerti dengan maksud Aldi.
"Lolipop aku, enakkan? Lebih besar dari lolipop suami kamu kan?" Tanya Aldi dengan ekpresi wajah menggoda Laras.
__ADS_1
"Ih kamu, keadaan panik gini masih sempat-sempatnya ngomongin soal itu." Jawab Laras kesal.
"Ngapain harus panik, kan aku udah bilang kalau sampai suami kamu tau hubungan kita dan dia ceraikan kamu, aku akan nikahin kamu." Ucap Aldi.
"Tapi aku belum siap kehilangan keluarga aku." Laras menatap Aldi.
"Ya udah gak usah kamu pikirin. Tenang aja kita gak akan ketahuan kok." Aldi dengan santai menjawab ucapan Laras.
Laras hanya terdiam tanpa menyahut perkataan Aldi.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku loh sayang." Aldi masih bertanya kepada Laras.
"Ih kamu nih." Laras tersipu malu.
"Jangan-jangan bener omong aku, kalau lolipop aku lebih enak dari lolipop suami kamu." Aldi semakin PD.
"Sok tau kamu." Laras memalingkan wajahnya .
Aldi tersenyum dengan ucapan Laras.
"Main lagi yuk." Aldi masih terus menggoda Laras.
"Main apaan?" Tanya Laras.
"Kita main yang lebih enak lagi. Biar kamu gak bisa lupain rasanya." Jawab Aldi.
"Kamu nih iseng ya, kalau masih godain aku, aku turun di sini." Laras mulai kesal dengan Aldi.
Setelah beberapa saat kemudian mereka sampai di cafe. Tepat jam 9 malam mereka sampai di cafe. Kebetulan Reno juga belum datang untuk menjemput Laras.
"Sampai princess." Ucap Aldi.
"Syukurlah mas Reno belum datang." Ujar Laras.
"Oh jadi nama suami kamu Reno." Aldi mengangguk mengerti.
"Ya udah aku turun dulu." Laras langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe.
Aldi yang baru selesai memarkirkan mobilnya dan hendak masuk ke dalam cafe, tiba-tiba melihat motor berhenti tepat di depan cafe.
Ternyata yang berhenti di depan cafe adalah Reno. Reno suami Laras yang akan menjemput Laras. Aldi hanya nelihat dari kejauhan.
"Halo sayang, aku udah di depan cafe." Ucap Reno menelfon Laras.
"Oke aku tunggu." Reno mematikan telfonnya.
Tidak lama Laras keluar dari cafe. Aldi sengaja menghampiri Laras dan Reno.
"Udah mau pulang Ras?" Tanya Aldi.
__ADS_1
"I-iya Pak." Ucap Laras.
"Ini suami kamu Ras?" Tanya Aldi sambil menunjuk ke arah Reno.
"Oh, iya pak perkenalkan ini Reno suami saya." Jawab Laras.
Aldi dan Reno berjabat tangan.
"Mas ini Aldi temanku SMA yang aku ceritain ke kamu sekaligus pemilik cafe ini." Ucap Laras kepada Reno.
"Reno, suami Laras." Reno memperkenalkan diri kepada Aldi.
"Aldi." Aldi mengangguk mengerti.
"Ya udah, saya pulang dulu Pak." Laras berpamitan dengan Aldi.
"Iya, kamu hati-hati ya." Jawab Aldi.
"Permisi Pak." Laras bergegas membonceng Reno.
Laras dan Reno pergi meninggalkan cafe dan bergegas untuk pulang ke rumah. Di perjalanan Reno bertanya kepada Laras.
"Sayang, teman kamu ganteng ya." Ucap Reno.
"Gak biasa aja. Masih gantengan kamu mas." Jawab Laras.
"Kamu yakin gak ada rasa sama dia?" Tiba-tiba Reno bertanya seperti curiga.
"Kamu apa-apaan sih mas, ya gak mungkin lah aku suka sama dia." Laras menjawab pertanyaan Reno dengan gugup.
"Kamu ada-ada aja deh mas." Laras tertawa kecil
"Ya kali aja kamu suka sama dia, secara dia ganteng, masih muda, kaya lagi." Ucap Reno.
"Udah deh mas kamu gak usah mikir macem-macem, mana mungkin aku suka sama Aldi. Dia itu teman dekat aku dari SMA gak mungkin lah aku suka sama dia." Laras menjelaskan kepada Reno.
"Iya deh, maaf aku udah mikir macem-macem sama kamu." Reno menyudahi pertanyaannya.
Laras mulai resah karena pertanyaan Reno barusan. Laras takut kehilangan Reno dan anak-anaknya. Entah kenapa Laras sekarang menjadi tidak nyaman untuk berhubungan dengan laki-laki lain. Namun Laras juga tidak bisa meninggalkan Aldi, karena Aldi banyak hartanya.
"Aku gak bisa jauh dari kamu mas, tapi aku gak mungkin lepasin Aldi sebelum aku dapat semua harta Aldi." Gumam Laras dalam hati.
"Mas kita ke rumah Ibu ya aku kangen sama Rina dan Sasa." Ucap Laras.
"Oke, tapi kita makan dulu ya. Aku laper." Reno mengajak Laras untuk berhenti di warung makan.
"Iya aku juga laper." Ucap Laras.
Selesai makan mereka ke rumah Ibu. Jam menunjukkan pukul 23.30 Laras dan Reno berpamitan pulang dari rumah Ibu karena takut besok akan kesiangan berangkat kerja.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Reno baru sadar kalau baju yang dikenakan Laras berbeda dengan baju yang dia gunakan saat hendak pergi bekerja.