Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain

Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain
Episode 25 Danu yang mengetahui hubungan Laras dengan Aldi


__ADS_3

Selesai mandi Laras berbaring di tempat tidur. Reno mendekati Laras.


"Sayang ada yang mau aku bicarakan sama kamu." Ucap Reno.


"Apa mas?" Tanya Laras.


"Sebenernya aku bisa naik jabatan sebagai pengawas pabrik tapi aku ditugaskan di luar kota." Ucap Reno.


"Terus kamu gimana mas?" Laras masih belum mengerti.


"Gimana kalau kamu sama anak-anak aku tinggal kerja ke luar kota. Mungkin pulangnya 1 bulan sekali." Imbuh Reno.


"Aku terserah kamu aja mas, baiknya gimana." Jawab Laras.


"Tadi aku juga udah bilang sama Ibu, Ibu sih mau ngurus anak-anak." Ujar Reno.


"Ya udah kalau kamu mau kamu boleh pergi mas." Jawab Laras.


"Kamu beneran nggak papa aku tinggal?" Tanya Reno.


"Iya mas." Laras menatap wajah Reno.


"Aku besok udah berangkat." Reno masih menunggu jawaban Laras untuk menghentikan kepergiannya.


"Ya udah kamu istirahat, aku siapin semua keperluan kamu mas." Laras bangun dari tempat tidur


"Kamu kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya." Ucap Reno.


"Iya mas." Jawab Laras


Keesokan harinya Reno sudah dijemput oleh mobil yang hendak mengantarkannya.


"Sayang maaf ya aku gak bisa antar kamu." Ucap Reno.


"Iya mas nggak papa kok, nanti aku naik ojek aja." Laras tersenyum kepada Reno.


"Ya udah aku berangkat dulu ya. Kamu di rumah hati-hati, kalau kamu takut dirumah sendirian kamu tinggal sama Ibu aja." Pesan Reno.


"Iya mas, kamu juga hati-hati ya." Jawab Laras mencium tangan Reno.


Reno pergi menaiki mobil yang menjemputnya. Laras bergegas mengambil tas untuk berangkat bekerja.


Laras mengunci pintu rumahnya dan mencari ojek.


Sesampainya di tempat kerja Laras melihat Danu di depan cafenya.


"Mau apa kamu mas?" Tanya Laras.


"Aku kangen kamu sayang." Ucap Danu memegang tangan Laras.


"Kamu jangan macem-macem mas, atau aku teriak." Ucap Laras melepaskan tangannya.


"Kamu kenapa sih, bukannya dulu kamu ngejar-ngejar aku ya?" Tanya Danu.


"Itu dulu mas, tapi sekarang nggak lagi." Laras hendak pergi meninggalkan Danu.


"Tunggu Ras." Danu menarik tangan Laras.


"Lepasin mas." Ucap Laras.

__ADS_1


"Aku gak akan lepasin kamu." Danu semakin erat memengangi tangan Laras.


"Lepas mas, lepasin aku." Laras mulai kesakitan.


Tiba-tiba Aldi datang dan menolong Laras.


"Lepasin tangan Laras." Ucap Aldi dari belakan Danu.


"Anda siapa? Anda gak usah ikut campur ini urusan saya dengan Laras." Ucap Danu.


"Saya atasan Laras, saya bisa laporin anda dengan tuduhan kekerasan." Jawab Aldi.


Danu segera melepas tangan Laras lalu pergi meninggalkan Laras dan Aldi.


"Itu tadi siapa Ras?" Aldi bertanya kepada Laras.


"Itu tadi mantan aku Al." Ucap Laras.


"Kok sampai segitunya sama kamu?" Tanya Aldi bingung.


"Udahlah gak usah dibahas." Jawab Laras.


Laras dan Aldi bergegas masuk ke dalam cafe.


Laras yang berada di meja kasir melamun, memikirkan kedatangan Danu.


"Ternyata mas Danu bisa se nekat itu." Gumam Laras dalam hati.


Laras mulai panik dengan semua keadaan yang menimpanya saat ini. Aldi yang mulai berani memaksa Laras, dan Danu yang nekat mendekati Laras lagi.


Aldi melihat Laras tidak fokus dengan pekerjaannya. Aldi pun menghampiri Laras.


"Eh kamu Al, gapapa kok." Ucap Laras.


"Kamu mikirin pria tadi ya?" Tanya Aldi.


"Bukan Al, aku cuma agak nggak enak badan aja." Jawab Laras.


"Udah minum obat?"


"Belum Al."


"Ya udah tunggu bentar." Aldi meninggalkan Laras.


Tidak lama Aldi kembali membawakan obat untuk Laras.


"Ini kamu minum." Ucap Aldi.


"Kamu gak usah repot-repot Al, aku bisa beli sendiri kok." Jawab Laras.


"Udah cepet minum." Aldi mebukakan obat untuk Laras.


"Makasih ya Al." Laras meminum obatnya.


Aldi tersenyum kepada Laras.


Laras yang seharian tidak fokus dengan pekerjaannya diketahui oleh Aldi.


"Kamu kenapa sih Ras?" Tanya Aldi.

__ADS_1


"Aku ngak papa kok Al." Ucap Laras


"Kamu pucat banget Ras, aku anterin kamu pulang aja ya." Ujar Aldi.


"Tapi Al pekerjaan aku belum selesai." Laras menolak ajakan Aldi.


"Dari pada kamu sakit Ras, nanti biar Desi yang gantiin kamu." Ucap Aldi.


"Tapi Al.."


"Udah gak usah pakai tapi, ambil tas kamu aku anterin kamu pulang." Aldi mengentikan ucapan Laras.


Laras yang merasa benar-benar tidak enak badan mengikuti perkataan Aldi. Akhirnya Laras di antar Aldi pulang.


"Kita pulang ke rumah Ibu aku aja Al." Ucap Laras diperjalan.


"Loh emang kenapa gak pulang ke rumah kamu Ras?" Tanya Aldi bingung.


"Aku cuma di rumah sendiri, suami aku tadi pagi berangkat ke luar kota." Jawab Laras.


"Wah kebetulan dong" Ucap Aldi menggoda Laras.


"Kebetulan? Maksudnya Al?" Tanya Laras bingung.


"Nggak kok."


Setelah beberapa saat mereka berdua sampai di rumah Ibu Laras.


"Assalamualaikum Bu." Ucap Laras mengetuk pi tu rumah Ibunya.


"Waalaikum salam, masuk Ras masuk nak. Tumben kamu jam segini udah pulang Ras?" Tanya Ibu.


."Iya Bu Laras gak enak badan." Jawab Laras.


"Kamu sakit Ras?" Tanya Ibu khawatir.


"Cuma pusing aja Bu, mungkin Laras kecapekan." Jawab Laras menenangkan Ibu.


"Udah minum obat Ras?"


"Sudah Bu."


"Oh iya ini siapa Ras?" Tanya Ibu sembari menunjuk Aldi.


"Oh iya kenalin bu, ini Aldi teman SMA Laras sekaligus bos Laras Bu. Aldi ini pemilik cafe tempat Laras bekerja." Jawab Laras.


"Aldi Bu." Aldi mencium tangan Ibu.


"Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu ya Bu, Ras aku pulang dulu ya." Ucap Aldi


"Kok buru-buru banget Al?" Tanya Laras.


"Iya masih ada kerjaan di cafe." Jawab Aldi.


"Ya udah kamu hati-hati ya." Ucap Laras.


"Terimakasih ya nak Aldi." Ucap Ibu.


"Iya Bu, kalau gitu saya pamit."

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya Al. "Ucap Laras


__ADS_2