
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan Laras dan Danu sampai di puncak. Tidak perlu repot memikirkan villa, Danu sudah mempunyai villa pribadi di puncak.
"Ini villa kamu sayang?" Tanya Laras.
"Hehe, iya sayang." Jawab Danu.
"Kok kamu gak pernah bilang kalau punya villa di puncak." Tanya Laras sambil berjalan masuk villa.
"Aku udah lama sih gak ke sini." Jawab Danu.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam villa. Tanpa berfikir panjang mereka berdua segera melepas kerinduaan yang dirasakan. Laras lebih memilih berhubungan badan dengan Danu dibanding dengan Reno suaminya.
"Kita ke kamar yuk." Sambil menarik tangan Danu Laras mengajak Danu ke kamar.
"Kamu kangen banget ya sama aku." Goda Danu sambil senyum-senyum.
"Ih kamu, aku mau habiskan hari ini di kamar berdua sama kamu." Jawab Laras yang cemberut karena digodain Danu.
^^^"Iya deh, aku nurut aja. Asal kamu bahagia aku juga bahagis." Kata Danu.^^^
^^^Tanpa basa-basi Danu dan Laras langsung tancap gas untuk saling memuaskan nafsu mereka masing-masing.^^^
Sambil sesekali membicarakan hubungan mereka yang mereka tau hubungan itu sebenarnya tidak bisa diteruskan.
"Sayang apa kita akan seperti ini terus?" Tanya Laras yang berada di pelukan Danu.
__ADS_1
"Aku sebenarnya juga gak tega sama istri aku, tapi aku terlanjur sayang sama kamu." Sahut Danu.
"Apa kita ceraikan pasangan kita masing-masing? Sambil melihat mata Danu Laras berfikir untuk menceraikan suaminya.
"Hah, cerai? Kayaknya aku belum siap untuk menceraikan istriku." Danu langsung berdiri mengenakan pakaiannya.
"Loh kamu kok gitu sih? Terus apa arti hubungan kita selama ini?" Tanya Laras.
"Belum saatnya kita membahas ini, yang terpenting kamu senang, aku juga senang." Jawab Danu.
"Iya deh, tapi aku gak mau seperti ini terus. Aku mau ada kepastian." Kata Laras.
Danu yang seperti nya belum bisa melepaskan istrinya tidak mau mengiyakan permintaan Laras. Tetapi Laras sudah tergila-gila dengan Danu. Laras sudah melupakan Reno, orang yang berjuang mati-matian untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Setelah seharian berduaan mereka pulang dari puncak. Sebelum pulang kerumah Laras menjemput anak-anak di tempat orang tuanya.
Tidak lama Reno pulang.
"Assalamualaikum, Ibu Ayah pulang." Suara Reno yang terdengar lesu.
"Waalaikum salam." Laras yang memmbukakan pintu untuk Reno sambil mencium tangan Reno.
"Ibu belum tidur? Kok rambut Ibu basah? Habis mandi ya Bu?" Tanya Reno melihat rambut Laras yang basah karena baru selesai mandi.
"Iya, aku baru selesai mandi." Jawab Laras
__ADS_1
"Kok tumben Ibu jam segini mandi?". Tanya Reno curiga.
"Gerah." Jawab Laras ketus.
Laras segera meninggalkan Reno yang baru pulang dari kerja. Reno pun menaruh curiga dengan Laras. Tidak seperti biasanya. Laras yang tidak pernah mandi malam hari, tiba-tiba malam ini Laras mandi di jam 10 malam.
"Sebenarnya ada apa dengan Laras?" Tanya Reno dalam hati.
Selesai mandi Reno menghampiri Laras ke kamar.
"Ibu, malam ini Ayah kangen banget sama Ibu. Ayah pengen berduaan sama Ibu." Pinta Reno sambil memeluk Laras dari belakang.
"Aku capek. Besok aja." Jawab Laras.
"Ibu kita udah 1 bulan lebih lho gak melakukan hubungan suami istri. Ibu kenapa? Apa Ayah salah?" Tanya Reno curiga.
"Gak kok, aku capek aja." Laras langsug melepas pelukan Reno dan tidur.
Pagi hari Laras menyiapkan sarapan untuk anak dan suamianya. Tetapi Reno kelihatan tidak memakai baju seragam kerjanya. Reno yang baru bangun tidur langsung menuju tempat makan.
"Loh kamu tidak bekerja?" Tanya Laras.
"Tidak Bu, Ayah dapat libur 1 hari karena kemarin sudah lembur." Jawab Reno.
"Kenapa gak pergi sama temen-temen aja?" Tanya Laras seperti menyuruh Reno pergi.
__ADS_1
"Gak Ayah mau menghabiskan hari ini sama Ibu dan anak-anak. Nanti kalau Rani udah pulang dari sekolah kita jalan-jalan" Jawab Reno.
"Ohh." Kata Laras tanpa mengeluarkan kata sedikitpun.