
Laras yang merasa bersalah kepada Reno tidak berani pulang ke rumah. Laras pulang ke rumah Ibunya, dan ternyata Reno dan anak-anak juga pulang ke rumah Ibu Laras. Reno pulang ke rumah mertuanya karena takut tidak bisa mengurus anak-anak dengan kondisi hatinya yang seperti ini.
"Akhirnya kamu pulang juga Ras." Ucap Ibu.
"Ibu, maafin Laras Ibu. Mas Reno maafin Laras." Ucap Laras sambil mencium tangan Ibu dan Reno.
"Duduk kamu!" Perintah Ibu.
"Telfon Danu sekarang suruh kesini."
"Buat apa Ibu?" Tanya Laras.
"Buat apa? Kamu benar-benar bodoh Laras. Danu harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya." Jawab Ibu dengan nada tinggi.
Reno hanya diam membisu. Reno tidak tau apa yang harus dia lakukan. Hancur benar-benar hancur hati Reno.
"Ha-halo mas Danu."
"Iya sayang. Ada apa?"
"Mas Danu bisa datang kerumah Ibu? Sekarang mas."
"Ada apa sayang? Kok kamu menangis?"
"Sekarang ya mas. Aku tunggu"
"Oke sayang 30 menit lagi aku sampai."
Danu yang belum mengetahui apa yang telah terjadi kepada Laras segera menuju ke rumah Ibu Laras. Setelah 30 menit menunggu akhirnya Danu datang.
"Permisi, assalamualaikum." Terdengar suara Danu dari luar.
"Waalaikum salam." Ibu Laras membukakan pintu untuk Danu.
"Masuk nak." Kata Ibu Laras.
"Baik Bu, terimakasih." Ucap Danu lalu masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di ruang tamu Danu kaget melihat Laras dan Reno di rumah Ibu Laras. Danu belum mengerti apa yang terjadi dan untuk apa dia dipanggil kesini.
Reno yang sudah tidak bisa menahan emosinya ingin pergi meninggalkan mereka, namu di tahan oleh Ibu Laras.
"Reno, ibu tahu kamu sakit hati nak. Tapi duduk dulu dengarkan semuanya." Ucap Ibu Laras sambil memegangi tangan Reno.
Akhirnya Reno menuruti kata Ibu. Reno kembali duduk di kursi mendengarkan semua penjelasan Laras dan Danu.
"Danu, Ibu mau tanya sesuatu. Apa kamu ada hubungan dengan Laras?" Tanya Ibu kepada Danu.
__ADS_1
"Hu-hubungan apa ya maksudnya bu?" Tanya Danu bingung.
"Apakah kamu memiliki hubungan gelap dengan Laras." Tanya Ibu Laras dengan tegas.
"Maaf Bu, saya dan Laras menjalin hubungan terlarang." Jawab Danu.
"Apa kamu sadar apa yang telah kamu lakukan sama Laras itu tidak benar. Kalian akan menyakiti hati pasangan kalian masing-masing. Dan sekarang apa kamu tau apa yang terjadi dengan Laras?" Tanya Ibu Laras marah kepada Danu.
"Maaf Bu, saya sadar saya salah. Saya khilaf. Memangnya apa yang terjadi dengan Laras Bu?" Tanya Danu bingung.
"Laras hamil anak kamu!"
"Gak, gak mungkin Bu. Laras punya suami mana mungkin hamil anak saya." Jawab Danu tegas.
"Laras dan Reno sudah tidak berhubungan badan layaknya suami dan istri selama 4 bulan lebih. Laras mengaku ini anak kamu." Jelas Ibu Laras.
Reno hanya terdiam membisu. Reno sudah sangat kecewa. Laras yang menyesali perbuatannya hanya bisa menangisi semua yang telah terjadi.
"Laras apa benar ini anak aku?" Tanya Danu kepada Laras.
"Iya mas, ini anak kamu" Ucap Laras.
"Gak mungkin, ini mungkin anak orang lain. Kamu kan matre, mungkin kamu jual diri ke orang lain." Jawab Danu.
"(menampar Danu) Kamu tega banget bilang seperti itu. Ini anak kamu."
"Aku gak pernah jual diri ke orang lain. Aku tidur cuma sama kamu. Kamu harus tanggung jawab Danu." Kata Laras membentak Danu.
"Aku gak bisa ninggalin istri aku. Selama ini aku jalan sama kamu karena kamu bisa muasin nafsu aku, gak lebih dari itu. Sebaliknya kamu jalan sama aku juga karena kamu bisa beli semua yang kamu inginkan kan?" Imbuh Danu.
"Kamu benar-benar tega Danu. Aku rela ninggalin anak dan suami aku demi kamu. Aku hamil anak kamu."
"Tapi aku gak bisa nikahin kamu. Aku akan bertanggung jawab semua kebutuhan bayi ini. Semua biaya akan aku tanggung. Tapi aku gak bisa nikahin kamu." Kata Danu.
"Kamu egois. Terus gimana nasip aku. Kamu laki-laki pengecut Danu." Ucap Laras sambil menangis.
Danu yang tidak percaya dengan semua kejadian ini lalu pergi meninggalkan rumah Laras. Laras yang menyesal hanya bisa menangis. Laras tidak tau apa yang akan dia lakukan. Siapa yang akan menjadi ayah buata anaknya nanti.
"Sekarang kamu mau gimana Ras?" Tanya Ibu.
Laras hanya terdiam membisu. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Laras.
"Aku mau tanggung jawab atas kehamilan Laras bu." Kata Reno.
"Kamu benar mau bertanggung jawab? Setelah apa yang Laras lakukan sama kamu, kamu masih mau memaafkan Laras?" Tanya Ibu Laras menegaskan perkataan Reno.
"Iya Bu, Reno sayang sama Laras. Reno mencintai Laras tulus, gimana pun keadaan Laras Reno akan menerimanya Bu." Ucap Reno tegas.
__ADS_1
Laras yang mendengar perkataan Reno langsung meminta maaf kepada Reno dan bersujud di kaki Reno.
"Maafin aku, aku udah bikin kamu kecewa." Ucap Laras sambil menangis.
"Aku udah maafin kamu. Tapi aku berharap kamu tidak mengulangi kesalahan kamu lagi." Jawab Reno.
"Iya aku janji. Makasih kamu udah mau menerima aku lagi."
Reno yang sudah terlanjur mencintai Laras akhirnya memaafkan semua perbuatan Laras. Reno juga yang akan bertanggung jawab dengan anak yang dikandung oleh Laras.
Reno dan Laras kembali ke rumah mereka. Mereka mulai kehidupan mereka dari awal. Setelah 1 bulan kehamilan Laras.
"Ayah nanti kita periksa ke dokter ya." Kata Laras.
"Iya Bu. Nanti Ayah pulang cepat ya." Jawab Reno.
"Ya udah Ayah berangkat kerja dulu." Imbuh Reno.
"Iya Ayah hati-hati." Sambil mencium tangan Reno.
Laras diam-diam masih menghubungi Danu. Ya, Laras belum rela Danu pergi meninggalkan nya. Laras masih berharap Danu akan bertanggung jawab atas kehamilan Laras.
"Danu?"
"Iya, siapa ya?"
"Ini aku Laras. Aku gak akan biarin kamu pergi."
"Berapa mau kamu? Biar aku transfer sekarang."
"Gampang banget kamu ngomong kaya gitu. Aku gak mau uang kamu, aku mau kamu bertanggung jawab atas perbuatan kamu."
"Gak. Aku gak bisa ninggalin istri aku."
"Sampai kapan pun kamu gak akan bisa pergi dari aku."
Danu langsung mematikan telepon Laras. Laras yang belum terima dengan semua perlakuan Danu terus mengancam Danu. Siang hari Reno pulang.
"Assalamualaikum". Terdengar suara Reno dari depan rumah.
"Waalaikum salam." Laras membukakan pintu untuk Reno.
"Ayah udah pulang?"
"Iya, tadi izin pulang cepat. Sekalian jemput Rina dan Sasa ke sekolah."
"Loh Rina dan Sasa mana?
__ADS_1
"Udah aku antar ke tempat Ibu."
"Oh ya udah."