
Hari sudah larut malam, Laras berpamitan dan Reno berpamitan dengan Ibu untuk pulang ke rumah.
"Ibu Laras pulang dulu ya Bu." Ucap Laras sembari berdiri dari tempat duduk.
"Iya Bu Reno dan Laras pulang dulu ya Bu. Udah malam, Ibu juga harus istirahat.." Imbuh Reno.
"Kalian gak mau menginap di sini saja?" Tanya Ibu.
"Gak Bu Laras belum mandi gak bawa baju ganti juga." Jawab Laras.
"Ya udah kalau gak mau menginap di sini. Kalian hati-hati ya."
"Iya Bu." Laras berpamitan dengan Ibu dan mencium tangan Ibu.
"Reno pamit dulu ya Bu." Reno juga berpamitan dengan Ibu dan mencium tangan Ibu.
Laras dan Reno pergi meninggalkan rumah Ibu dan bergegas pulang ke rumah. Setelah menempuh jarak beberapa kilometer mereka sampai di rumah.
"Mas aku mandi dulu ya." Ucap Laras.
"Iya."
Selesai mandi Laras meminta Reno untuk membelikannya makanan.
"Mas aku lapar." Ucap Laras.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Reno.
"Aku mau nasi goreng yang di ujung jalan." Jawab Laras.
"Ya udah aku belikan dulu."
Reno bergegas membeli kan Laras nasi goreng. Saat Laras sedang menyisir rambut terdengar suara HP Laras berbunyi. Laras berfikir yang telfon adalah Aldi.
"Baru aja sampai rumah masa udah ditelfon lagi." Gumam Laras.
Ternyata yang menelfon Laras bukan Aldi melainkan nomor tidak di kenal. Laras tahu bahwa yang menelfonnya adalah Danu.
"Halo." Laras mengangkat telponnya.
"Halo cantik. Gimana kabar kamu aku kangen sama kamu." Suara dari sebrang telfon.
"Buat apa kamu hubungi aku lagi." Tanya Laras.
"Aku tahu siapa yang kamu dekati saat ini. Pemilik cafe Capricorn, cafe yang biasa kita kesana." Jawab Danu.
"Apa urusannya sama kamu. Lagian kamu kan yang dulu ninggalin aku, jadi kamu jangan berharap bisa kembali lagi sama aku." Laras membentak Danu.
"Aku gak akan ngelepasin kamu begitu aja. Kamu harus kembali ke aku." Danu sangat ber ambisi untuk mendapatkan Laras kembali.
Laras yang sudah tidak mau ada urusan lagi dengan Danu langsung menutup telfonnya dan memblokir nomor Danu.
Setelah 30 menit Reno sampai dengan membawa nasi goreng pesanan Laras.
"Ini nasi gorengnya sayang." Reno memberikan nasi gorengnya kepada Laras.
"Makasih mas. Kamu gak makan?" Tanya Laras.
"Gak aku masih kenyang."
__ADS_1
"Ya udah aku makan dulu ya."
"Iya." Reno pergi ke kamar untuk menaruh jaketnya.
Selesai makan Laras menyusul Reno ke kamar. Laras berbaring di samping Reno.
"Udah selesai makannya?" Tanya Reno.
"Udah mas." Jawab Laras.
Reno memeluk Laras, ingin sekali Reno bercinta dengan Laras, namu di tolak oleh Laras dengan alasan Laras capek seharian bekerja.
"Maaf mas, aku capek aku mau istirahat." Ucap Laras.
"Ya udah gapapa." Jawab Reno lalu melepaskan tangan dari paha Laras.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya seperti biasa Laras diantar Reno pergi ke cafe. Setelahnya Reno berangkat ke pabrik untuk bekerja. Sesampainya di cafe Laras sudah ditunggu oleh pria muda yang tampan. Siapa lagi kalau bukan Aldi, atasan Laras sekaligus teman Laras.
"Kamu semakin hari semakin cantik aja." Aldi menyapa Laras dengan kata-kata gombalnya.
"Ah kamu bisa aja." Laras tersipu malu.
"Aku siap-siap dulu ya." Ucap Laras meninggalkan Aldi.
"Heh tunggu, kok buru-buru banget sih." Aldi mengejar Laras.
"Kamu gak mau minum kopi dulu sama aku?" Tanya Aldi.
"Maaf Pak saya gak bisa." Jawab Laras.
"Kok Pak sih, tua banget dong aku." Aldi meraba mukanya.
"Mereka juga udah tau kali kalau kalmu temen aku." Ujar Aldi.
"Terserah kamu deh. Cowok maha benar." Laras pergi meninggalkan Aldi.
"Nah gitu dong." Aldi masih terus mengejar Laras.
Sampai di depan kasir Laras bersiap-siap untuk bekerja. Aldi yang masih memandangi Laras dari depan membuat Laras bingung.
"Kamu kenapa sih Al?" Tanya Laras bingung.
"Gapapa, cuma liatin bidadari aja." Gombal Aldi.
"Kamu jangan aneh-aneh deh. Aku udah punya suami." Jawab Laras.
"Kan suami kamu gak ada di sini." Aldi masih terus memandangi wajah Laras.
Laras hanya tersenyum mendengar perkataan Aldi.
"Aku gak perlu repot-repot buat Aldi jatuh cinta sama aku, karena sepertinya aku udah jatuh cinta sama aku." Gumam Laras dalam hati.
"Ya udah deh, aku tinggal ke atas dulu ya." Ucap Aldi.
"Iya sana." Jawab Laras.
"Oh iya jangan lupa nanti selesai kerja biasa. Kamu harus ke atas untuk laporan keuangan hari ini." Aldi kembali mebalikkan langkahnya menuju Laras.
__ADS_1
"Iya bawel." Ujar Laras.
Aldi mencubit lembut hidung Laras lalu pergi meninggalkan Laras. Laras hanya tersenyum melihat kelakuan Aldi.
Ternyata ada salah satu karyawan yang melihat kedekatan Aldi dan Laras.
"Eh lo tau nggak, masa tadi Pak Aldi kelihatan deket banget sama Laras. Mereka kaya orang pacaran." Ucap salah satu karyawan.
"Masa sih, bukanmya Laras udah punya suami. Yang antar jemput Laras setiap hari suaminya kan?" Tanya karyawan lain.
"Gak tau deh, mungkin Pak Aldi selingkuhan Laras." Jawab karyawan yang melihat kedekatan Aldi dan Laras tadi.
Aldi yang seharian ini mulai terang-terangan mendekati Laras membuat Laras bingung, Laras takut kedekatannya dengan Aldi akan diketahui oleh Reno yang setiap hari mengantar jemputnya kerja.
Tiba saat cafe tutup. Laras bergegas menuju lantai atas ke ruangan Aldi untuk memberi laporan penjualan hari ini.
Kebetulan hari ini Reno terlambat menjemput Laras karena dia juga disuruh lembur oleh atasannya.
tok..tookkk...tookkkkk....
Laras mengetuk pintu ruangan Aldi.
"Masuk cantik gak dikunci kok." Suara Aldi terdengar dari dalam ruangan.
"Permisi." Ucap Laras.
"Ini Al laporan penjualan hari ini, uangnya juga ada di dalam." Imbuh Laras memberikan map berisi kertas laporan penjualan.
Laras sengaja mencetak laporan penjualan supaya lebih gampang memberikannya ke Aldi.
Aldi langsung menaruh mapnya di meja.
"Udah lah itu gak penting." Ucap Aldi.
"Sini duduk." Aldi menarik tangan Laras.
Akhirnya Laras duduk di sebelah Aldi.
"Aku ada hadiah untuk kamu." Ucap Aldi.
"Hadiah? Aku gak ulang tahun loh hari ini." Laras bingung.
"Ini hadiah karena kamu bekerja dengan baik." Aldi memberikan kotak kecil kepada Laras.
"Ini apa?" Tanya Laras.
"Buka aja." Jawab Aldi.
Laras membuka kotak kecil yang diberikan oleh Aldi, ternyata isinya adalah kalung liontin.
"Ini beneran buat aku, kamu gak salah kan?" Tanya Laras.
"Gak lah, ini buat kamu." Jawab Aldi menegaskannya.
"Tapi aku gak bisa terima ini. Aku takut suami aku marah." Laras menaruh kotak kecil ke meja.
"Kamu pakai kalau kamu bekerja di cafe aja, kan waktu kamu lebih banyak di cafe. Kamu di cafe dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam. Selesai dari cafe kamu boleh lepas kalungnya." Ucap Aldi mengambil kembali kotak kecilnya
" Tapi...." Laras belum selesai berbicara.
__ADS_1
"Udah lah gak usah pakai tapi. Kamu terima kalung ini." Aldi memberikan kalung itu ke Laras.
Laras hanya terdiam, dalam hati Laras sangat senang mendapat hadiah kalung itu, karena harga kalung itu cukup mahal.