Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain

Suami Tidak Punya Harta Istri Tidur Dengan Laki Laki Lain
Episode 5 Kecurigaan Reno yang menjadi-jadi


__ADS_3

Siang hari Rina pulang dari sekolah. Reno sudah berencana dari semalam untuk mengajak keluarga jalan-jalan. Mungkin karena Reno sibuk cari uang jadi Laras bersifat dingin, pikir Reno.


"Ibu Ayah mau mengajak Ibu sama anak-anak ke mall." Kata Reno.


"Emang kamu punya uang?" Tanya Laras ketus.


"Alhamdulillah Ayah dapat sedikit rezeki." Jawab Reno lembut.


Akhirnya Reno memesan taxi online untuk pergi ke mall bersama keluarga. Mereka tidak punya mobil, hanya ada satu motor di keluarga mereka. Hidup serba pas-pasan membuat Laras berpaling ke Danu. Danu selalu bisa menuruti semua keinginan Laras, tidak seperti Reno.


Diperjalanan HP Laras berbunyi berkali-kali, Laras mendapat telfon dari seseorang. Tapi setiap ada telfon Laras selalu mematikan telfonya.


"Siapa yang telfon Bu?" Tanya Reno.


"Temen arisan." Jawab Laras singkat.


"Kok gak diangkat? Tanya Reno lagi.


"Gak penting." Jawab Laras sembari memasukkan HP ke dalam tasnya.


"Oh yaudah". Ujar Reno menyudahi pertanyaannya.


Reno tidak mau ada perdebatan. Reno tahu kalau ia terus bertanya Laras mungkin akan marah. Di perjalanan Laras sibuk dengan Handphone yang dia pengang. Reno yang curiga kembali bertanya kepada Laras.


"Ibu, Ibu chat dengan siapa? Kok dari tadi gak berhenti pegang HP?" Tanya Reno curiga.


"Ibu? Ibu?" Reno kembali memanggil Laras dengan suara agak keras.


"Eh iya, ada apa?" Tanya Laras kaget.


"Ibu chat sama siapa sih?" Tanya Reno kembali.


"Te-temen arisan Yah." Jawab Laras dengan suara terbata-bata.


"Kok asik banget sih sampai Ayah panggil gak dengar." Kata Reno.

__ADS_1


"Enggak kok." Kata Laras dengan gugupnya.


Setelah 30 menit melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di mall yang dituju.


"Hore kita sampai" Kata Rani gembira.


Keluarga Reno jarang ke mall, jalan-jalan ke mall adalah salah satu keinginan Rina. Tidak heran sesampainya di mall Rina sangat gembira. Rina langsung berlari masuk mall, Reno yang menggendong Sasa anak kedua mereka mengikuti Rina dari belakang. Laras pun menyusul Rina setelah membayar taxi.


"Hati-hati Rina" Kata Reno.


"Ayah Rina pengen beli baju." Pinta Rina.


"Boleh nanti kita beli baju ya, sama Sasa juga." Jawab Reno.


"Bu, Ibu mau beli apa?" Tanya Reno pada Laras.


"Aku mau tas itu" Sambil menunjuk ke tas yang ada di etalase.


"Maaf bu, kalau untuk tas itu uang Ayah belum cukup." Kata Reno dengan nada penyesalan.


"Besok Ayah nabung dulu ya Bu." Kata Reno membujuk Laras.


Tanpa menjawab perkataan Reno Laras meninggal kan Reno.


HP Laras kembali berbunyi, ternyata dari tadi yang menelfon Laras adalah Danu. Danu ingin menanyakan kabar Laras. Laras izin ke toilet kepada Reno. Sesampainya di toilet Laras mengangkat telfon Danu.


"Halo sayang, kamu kemana aja sih? Dari tadi aku telfon kamu gak diangkat." Tanya Danu kesal.


"Iya maaf sayang, tadi aku dijalan sama suami dan anak-anak." Jawab Laras.


"Loh kamu mau kemana?" Kata Danu.


"Aku di mall sayang, itu si Reno ngajak anak-anak jalan-jalan." Dengan nada kesal Laras cerita kepada Danu.


"Oh kebetulan ini aku juga di mall, kita bisa ketemu sebentar gak aku kangen." Tanya Danu.

__ADS_1


"Bisa sayang aku juga bosen, aku minta tas gak dibeliin." Laras pun mengiyakan pinta Danu.


"Aku ada di lantai 3 ya, kamu kesini aja". Imbuh Laras.


"Oke tunggu ya." Danu menutup telfonnya


Akhirnya Danu dan Laras bertemu. Mereka saling bercerita, dan Laras menceritakan tentang suami yang tidak mampu memblikan tas yang ia inginkan.


"Kok tega banget sih suami kamu. Istrinya minta belikan tas aja gak mau." Kata Danu menanggapi cerita Laras.


"Makannya aku bete banget." Imbuh Laras.


"Ya udah kamu mau tas yang mana, biar aku belikan." Kata Danu sambil berjalan.


"Yang bener sayang, aku mau yang itu." Tangan Laras menunjuk ke arah tas yang diinginkannya.


"Ambil yang kamu mau nanti aku bayar, asal kamu nemenin aku siang ini ya. Aku kangen sama kamu." Kata Danu


"Makasih sayang." Laras mencium Danu tanpa mempunyai rasa malu.


Akhirnya Laras mendapatkan apa yang dia inginkan. Danu pun mengajak Laras ke apartemen miliknya untuk menemaninya.


Laras menelfon suaminya, berbohong kepada suaminya. Laras meinggalkan anak-anak dan suaminya di mall.


"Aku pulang dulu ya. Ini Ibu telfon katanya dia sakit. Kamu nemenin anak-anak aja." Kata Laras di telfon.


"Ibu sakit sayang? Aku nyusul kesana ya? Tanya Reno.


"Gak- Gak usah? Ibu cuma pusing biasa. Maklum udah tua." Kata Laras.


"Ya udah nanti kamu pulang ke rumahnya hati-hati ya." Reno segera mematikan telfonnya.


Reno sudah mulai curiga dengan perilaku Laras. Apalagi tadi Rina sempat bilang kalau semalam dititipkan di tempat nenek karena Ibu pergi dengan temannya. Rina juga bilang kalau mereka pulang diantar teman laki-laki Ibu.


Tapi Reno belum mau menanyakannya ke Laras sebelum mempunyai bukti. Reno takut akan membuat Laras marah.

__ADS_1


__ADS_2